My WordPress Blog
Hukum  

Profil Fajar Syah Putra, Mantan Kepala Kejari Medan yang Menangani Kasus Korupsi Medan Fashion Festival

Profil Fajar Syah Putra, Jaksa Senior yang Pernah Menangani Kasus Korupsi Medan Fashion Festival

Fajar Syah Putra adalah seorang jaksa senior di Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan sebelum akhirnya dimutasi pada Desember 2025. Jabatan yang sebelumnya ia pegang kini diisi oleh Ridwan Sujana Angsar. Fajar dipindahkan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin ke posisi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dan Pengelolaan Pengamanan dan Pengawalan pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejagung.

Selama bertugas sebagai Kajari Medan, Fajar Syah Putra sempat menangani kasus korupsi terkait Medan Fashion Festival Tahun 2024. Perkara ini merugikan keuangan negara sebesar Rp1,13 miliar dari anggaran total Rp4,8 miliar. Dalam kasus ini, tiga orang telah dijebloskan ke penjara, yaitu Benny Iskandar Nasution (Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian & Perdagangan Medan), Erwin Saleh (Kadis Perhubungan Medan), dan MH (Direktor CV Global Mandiri).

Benny Iskandar Nasution dan MH ditahan sejak 13 November 2025 di Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan. Sedangkan Erwin Saleh, yang awalnya mangkir dengan alasan sakit, akhirnya resmi ditahan pada 25 November 2025 oleh Kejari Medan. Kasus ini mendapat perhatian publik karena diduga melibatkan banyak pihak. Sejak Fajar Syah Putra dimutasi, berbagai rumor tentang penanganan kasus ini mulai muncul.

Latar Belakang dan Karier Fajar Syah Putra

Fajar Syah Putra lahir di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 17 September 1979. Ia berasal dari keluarga petani dan pengusaha panglong. Meskipun masa kecilnya dihabiskan sebagai pengangkut buah sawit, ia tidak mudah menyerah. Setelah lulus SMA Negeri 2 Kisaran, ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Hukum.

Sebelum menjadi jaksa, Fajar pernah ingin menjadi TNI dan mendaftar jalur AKABRI. Namun, ia tidak lolos seleksi. Akhirnya, ia memilih jalan sebagai jaksa. Karier di bidang kejaksaan terbilang cukup berliku. Ia mulai bekerja sebagai Kasubsi Ekonomi dan Moneter di Kejaksaan, kemudian dipercaya sebagai Kajari Cirebon (Jawa Barat), Kajari Tanah Karo (Sumut), dan Aspidsus Kejati Banten (Serang). Setelah itu, ia menjabat Kajari Medan sebelum akhirnya dipindahtugaskan ke posisi baru di Kejagung.

Harta Kekayaan Fajar Syah Putra

Fajar Syah Putra tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp8,4 miliar. Laporan tersebut disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Februari 2025 untuk periode 2024. Berikut rincian harta kekayaannya:

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN

Rp. 1.850.000.000

1. Tanah Seluas 5.000 m2 di KAB / KOTA ASAHAN, Rp. 1.050.000.000

2. Tanah Seluas 3.000 m2 di KAB / KOTA ASAHAN, Rp. 800.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN

Rp. 3.237.000.000

1. MOBIL, SUZUKI VITARA MINIBUS Tahun 1994, HADIAH Rp. 40.000.000

2. MOBIL, — MINIBUS Tahun 1981, HIBAH DENGAN AKTA , HADIAH , Rp. 150.000.000

3. MOBIL, — MINIBUS Tahun 1981, HASIL SENDIRI Rp. 40.000.000

4. MOBIL, — MINIBUS Tahun 1980, HASIL SENDIRI , HADIAH , Rp. 9.000.000

5. LAINNYA, — — Tahun 2010, HIBAH TANPA AKTA , LAINNYA , Rp. 700.000.000

6. LAINNYA, MOROKO — Tahun 2001, HIBAH TANPA AKTA Rp. 1.300.000.000

7. MOBIL, HONDA MINIBUS Tahun 2012, LAINNYA Rp. 175.000.000

8. MOTOR, HONDA VARIO 150 Tahun 2016, HADIAH Rp. 18.000.000

9. MOTOR, KAWASAKI KL.TTRAIL Tahun 2014, HADIAH Rp. 20.000.000

10. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 2024 585.000.000

11. MOBIL, TOYOTA FORTUNER 2,7 Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA

Rp. 3.350.000.000

D. SURAT BERHARGA

Rp.—

E. KAS DAN SETARA KAS

Rp. 20.000.000

F. HARTA LAINNYA

Rp.—

Sub Total

Rp. 8.457.000.000

III. HUTANG

Rp.—

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III)

Rp. 8.457.000.000



Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *