My WordPress Blog

40 Orang Tewas dalam Kebakaran Resor Swiss Malam Tahun Baru

Tragedi Kebakaran di Crans-Montana, 40 Orang Tewas dan 115 Luka-Luka

Kebakaran yang terjadi di resor pegunungan Alpen Swiss, Crans-Montana, telah menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 115 lainnya. Peristiwa tragis ini terjadi kurang dari dua jam setelah perayaan malam tahun baru pada Kamis (1/1/2026). Saat ini, jumlah pasti korban jiwa masih dalam proses verifikasi oleh aparat kepolisian Swiss.

Crans-Montana adalah resor ski dan golf berstandar internasional yang dikenal luas. Namun, malam yang seharusnya menjadi momen bersuka cita berubah menjadi bencana akibat kebakaran yang terjadi di Bar Le Constellation, sebuah tempat hiburan populer bagi pengunjung.

Komandan Polisi Kanton Valais, Frederic Gisler, menyatakan bahwa proses identifikasi korban dan pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung. Dari total korban luka, 13 orang merupakan warga negara Italia, sementara enam warga Italia lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Swiss di lokasi kejadian. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, akan mengunjungi lokasi kejadian karena besarnya jumlah warga Italia yang menjadi korban.

Badan perlindungan sipil Italia menyebutkan bahwa tiga korban luka telah dipindahkan dari Rumah Sakit Sion di Swiss ke Rumah Sakit Niguarda di Milan. Namun, situasi medis tetap memprihatinkan karena banyaknya korban luka membuat unit perawatan intensif dan ruang operasi di rumah sakit regional cepat mencapai kapasitas penuh.

Penyelidikan Terhadap Penyebab Kebakaran

Jaksa Agung Kanton Valais, Beatrice Pilloud, menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Para ahli belum bisa memasuki puing-puing bangunan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. “Tidak pernah ada pertanyaan tentang adanya serangan dalam bentuk apa pun,” kata Pilloud.

Ia menambahkan bahwa jumlah orang yang berada di dalam bar saat kejadian sama sekali belum diketahui, dan kapasitas maksimum bar akan menjadi bagian dari penyelidikan. “Untuk saat ini, kami tidak memiliki tersangka,” ujarnya. “Sebuah penyelidikan telah dibuka, bukan terhadap siapa pun, melainkan untuk menjelaskan keadaan terjadinya kebakaran dramatis ini.”

Pengalaman Korban Selamat

Axel Clavier, seorang remaja 16 tahun asal Paris yang selamat dari kebakaran, menggambarkan situasi di dalam bar sebagai “kekacauan total.” Ia mengatakan, salah satu temannya meninggal dunia, sementara “dua atau tiga” lainnya masih hilang. Ia mengaku tidak melihat awal mula api, namun sempat melihat pramusaji membawa botol sampanye dengan kembang api.

Clavier merasa kehabisan napas, sempat bersembunyi di balik meja, lalu berlari ke lantai atas dan memecahkan jendela plexiglass untuk meloloskan diri. “Saya kehilangan jaket, sepatu, ponsel, dan kartu bank, tapi saya masih hidup dan itu hanya barang,” katanya. “Saya masih syok.”

Dua perempuan yang diwawancarai stasiun televisi Prancis BFMTV mengatakan, mereka melihat seorang bartender pria mengangkat bartender perempuan di bahunya saat perempuan itu memegang lilin menyala di dalam botol. Api menyebar dan menyebabkan langit-langit kayu runtuh. Saksi lain menggambarkan kepanikan massa yang berebut keluar melalui tangga dan pintu sempit, sementara beberapa orang memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.

Kekacauan di Rumah Sakit

Tim medis kewalahan menghadapi banyaknya korban luka. Kepala pemerintahan regional Kanton Valais, Mathias Reynard, mengatakan situasi ini sangat membebani sistem kesehatan setempat. “Malam ini seharusnya menjadi momen perayaan dan kebersamaan, tetapi justru berubah menjadi mimpi buruk,” ujarnya.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, dalam pernyataannya pada hari pertama masa jabatannya, mengatakan, banyak petugas darurat telah “dihadapkan pada pemandangan kekerasan dan penderitaan yang tak terbayangkan.” “Kamis ini harus menjadi waktu untuk doa, persatuan, dan martabat,” kata Parmelin. “Swiss adalah negara yang kuat bukan karena terlindung dari tragedi, tetapi karena tahu bagaimana menghadapinya dengan keberanian dan semangat saling membantu.”

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *