My WordPress Blog

Mayat Mahasiswa Dievakuasi di Bawah Jembatan Tukad Bangkung, Naik Railing 4 Meter

Kematian Seorang Mahasiswa di Bawah Jembatan Tukad Bangkung

Seorang mahasiswa dengan inisial MKA (21) ditemukan tewas di bawah Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Jumat (2/1). Pemuda yang tinggal di Denpasar Selatan itu diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas jembatan yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.32 Wita, setelah warga melaporkan adanya satu unit sepeda motor terparkir mencurigakan di atas jembatan. Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa warga curiga karena sepeda motor jenis Yamaha Lexy warna biru dengan nomor polisi DK 2115 AEX terparkir dengan kondisi kunci masih tergantung. Sementara helm dan tas masih berada di atas motor.

“Setelah menerima informasi, anggota langsung menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan pengecekan identitas kendaraan,” ujar AKP Arnaya.

Dari hasil penelusuran, diketahui kendaraan tersebut milik seorang mahasiswa kelahiran Buleleng, 26 Oktober 2004, yang berdomisili di Banjar Kerta Sari, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. Karena diduga ulah pati, petugas kemudian melakukan pencarian ke bawah jembatan bersama warga sekitar.

“Pada pukul 07.51 Wita, kita bersama warga menemukan mahasiswa ini di dasar jembatan bagian selatan dalam kondisi meninggal dunia,” bebernya.

Setelah ditemukan, langsung dilakukan evakuasi jenazah yang dilaksanakan sekitar pukul 09.45 Wita. Pada evakuasi tersebut melibatkan personel Polsek Petang, Tim Identifikasi Polres Badung, Tim SAR Brimob Batalyon B Mengwi, serta tenaga medis Puskesmas II Petang.

“Jenazah dievakuasi ke atas jembatan pada pukul 10.15 Wita, kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RS Mangusada Kapal untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Hasil olah TKP oleh Tim Identifikasi Polres Badung dan tim medis menunjukkan adanya luka lecet pada tubuh korban, luka benturan di bagian belakang kepala, serta darah keluar dari hidung dan telinga. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Di lokasi kejadian, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang milik MKA. Di antaranya dompet berisi uang tunai dan identitas, handphone, powerbank, helm, tas, serta sandal yang ditemukan di atas pagar jembatan. Selain itu, pada ponselnya juga ditemukan pesan WhatsApp dengan keluarga yakni orangtuanya. Pesan tersebut berisi permintaan maaf kepada orang tua, sebelum kejadian.

“Untuk motif masih kami dalami. Namun dari pesan terakhir korban kepada keluarga, diduga ada permasalahan keluarga,” imbuhnya.

Meski jembatan Tukad Bangkung sudah dipasangi railing atau pembatas, masih saja ada yang nekat melakukan aksi bunuh diri. Aksi diperkirakan dilakukan pada dini hari. MKA menaiki railing atau pembatas jembatan sebelum melompat ke jurang.

Dari informasi yang didapat, di atas railing terdapat sepasang sendal yang diduga milik MKA. Artinya MKA memaksa memanjat railing setinggi 4 meter itu. Seperti diketahui, railing dipasang pada dua sisi jembatan. Bahkannya pun tiang baja WF lapis galvanis, diafragma pipa 3 inchi lapis galvanis, jaring BRC costum spesial diameter 8 mm, jarak horizontal 3 cm, jarak vertikal 20 cm lapis galvanisp. Sayangnya saat memanjat railing tidak terekam CCTV karena pada lokasi memanjat agak gelap.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, tidak menampik hal itu. Pihaknya mengakui jika MKA datang dari arah Desa Pangsan.

“Hasil pemantauan CCTV yang bersangkutan terdeteksi perjalanan dari pangsan. Namun terekam sampai ujung jembatan sebelah barat,” ujarnya dikonfirmasi sore kemarin.

Diakui pada titik lokasi kejadian, atau di ujung timur memang posisi gelap dan tidak ada penerangan. Sehingga tidak terlihat pada rekaman CCTV. “Di titik lokasi agak gelap, sehingga tidak terlihat,” ujarnya.

Ia memastikan, aksi nekat itu dilakukan sekitar pukul 03.00 Wita. Pihaknya menduga MKA naik dari railing di ujung timur yang gelap. “Kejadiannya antara pukul 02.00 wita sampai 03.00 itu. Jadi sekitar jam itu terekam masuk wilayah Jembatan Tukad Bangkung,” imbuhnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *