My WordPress Blog

Denada Nafi Tuduhan Penelantaran Anak, Akui Pernah Belikan Mobil untuk Ressa

Penelantaran Anak: Persoalan Hukum dan Emosional antara Denada dan Ressa Rizky Rossano

Denada, seorang penyanyi ternama, kini sedang menghadapi gugatan hukum dari Ressa Rizky Rossano (24) yang mengaku sebagai anak kandungnya. Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025 dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw. Ressa menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran yang dilakukan oleh Denada selama 24 tahun terakhir.

Pihak Denada membantah keras tuduhan tersebut. Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menyatakan bahwa tidak ada penelantaran sama sekali. Menurut Ikbal, Denada pernah membelikan mobil untuk Ressa dan memberikan uang secara berkala.

“Kalau soal penelantaran itu tidak benar, wong dibelikan mobil dan ada transferan juga,” kata Ikbal, dikutip dari sebuah saluran YouTube. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti kuat yang akan digunakan dalam persidangan.

Selain itu, Ikbal menjelaskan bahwa Denada hanya menerima satu panggilan sidang dari pengadilan. Padahal, menurut catatan pengadilan, surat panggilan sidang telah dikirim sebanyak tiga kali. “Hanya satu kali yang sampai ke Mbak Denada. Setelah itu, dia menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya, tapi panggilannya tanpa disertai surat gugatan,” ujarnya.

Sidang Mediasi Kedua Akan Digelar

Rencananya, sidang mediasi kedua antara Ressa dan Denada akan digelar pada 15 Januari 2026. Pihak Ressa berharap Denada dapat hadir secara langsung dalam persidangan tersebut. Andika Meigista Cahya, kuasa hukum Ressa, mengungkapkan bahwa yang diinginkan oleh kliennya adalah pengakuan resmi dari Denada bahwa ia adalah putra biologisnya.

“Ressa hanya ingin mendapatkan haknya sebagai anak dari artis berinisial D tersebut,” jelas Andika. Menurutnya, Ressa tidak menginginkan pengakuan yang berlebihan, tetapi hanya ingin diakui sebagai bagian dari keluarga Denada.

Masalah Keluarga yang Berujung pada Gugatan

Sebelum mengetahui fakta bahwa ia adalah anak kandung Denada, Ressa diasuh oleh Dino Rossano Hansa, adik kandung Emilia Contessa. Selama 24 tahun, Ressa hidup bersama Dino dan istrinya, yang menjadi ibu asuhnya. Namun, kondisi kesehatan mental istri Dino mulai menurun karena tekanan dari pihak keluarga dekat Denada.

Moh Firdaus Yuliantono, kuasa hukum Ressa sekaligus menantu Dino Rossano, mengungkapkan bahwa selama 24 tahun, ibunya merawat Ressa tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari Denada. “Ibu saya tidak pernah menerima uang jasa dari Denada meski tidak pernah meminta,” ujarnya dengan nada kecewa.

Firdaus juga menyebutkan bahwa adanya serangan dari pihak keluarga dekat Denada menjadi titik balik bagi Ressa dan keluarganya. “Mental dari ibu saya sudah hampir pingsan dan jatuh sakit yang melatarbelakangi saya ajukan gugatan,” tegasnya.

Kejanggalan dalam Identitas Ressa

Awalnya, Ressa hanya tahu bahwa dirinya adalah anak dari bibi Denada yang tinggal di Banyuwangi. Namun, setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Ressa mengetahui fakta bahwa ia sebenarnya adalah anak kandung Denada. Informasi ini diperoleh dari seseorang yang sangat dipercaya oleh Ressa.

“Anaknya sakit hati dan bertanya-tanya kenapa tega menelantarkan. Akhirnya, anak tersebut mencoba menuntut Denada,” ungkap Firdaus.

Pihak Ressa juga mengklaim memiliki bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa Ressa adalah darah daging Denada. Bukti-bukti tersebut akan dibuka di persidangan nanti.

Kesimpulan

Persoalan antara Denada dan Ressa Rizky Rossano tidak hanya menjadi masalah hukum, tetapi juga emosional. Gugatan ini mencerminkan keinginan Ressa untuk diakui sebagai bagian dari keluarga Denada, serta untuk mendapatkan hak-haknya sebagai anak kandung. Sementara itu, pihak Denada membantah semua tuduhan dan siap membawa kasus ini ke pengadilan dengan bukti-bukti yang dimiliki.




Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *