Peristiwa Longsor yang Menewaskan Seorang Ibu di Kudus
Longsor yang terjadi di Kampung Genting, Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (11/1/2026) mengakibatkan kematian seorang warga. Peristiwa ini menimpa toko sembako milik pasangan suami istri Nursidi dan Sriyatun. Akibatnya, Sriyatun meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Nursidi selamat meskipun toko mereka hancur.
Kronologi peristiwa tersebut diceritakan oleh Ahmad Syauqon, warga setempat. Ia menyebut bahwa sebelum longsor terjadi, sudah terdengar suara gemuruh batu berjatuhan. Saat itu, Nursidi dan Sriyatun keluar dari toko. Sriyatun sempat keluar, namun kembali masuk untuk mengambil tas. Tak lama kemudian, longsor terjadi dan membuat tubuh Sriyatun terjepit tembok serta kusen pintu toko.
Syauqon bersama dua tetangganya mencoba menolong korban, namun sayangnya Sriyatun tidak tertolong. Pihak medis telah mencoba membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Toko sembako yang menjadi tempat kejadian tersebut terbuat dari material hebel, yaitu bata ringan yang digunakan sebagai bahan bangunan modern. Struktur toko dengan ukuran sekitar 3×7 meter ini roboh akibat reruntuhan longsoran dari tebing setinggi sekitar 15 meter. Hujan deras yang terjadi sejak hari sebelumnya diduga menjadi penyebab utama longsor.
Ribuan Warga Terisolasi Akibat Bencana di Jepara
Di wilayah lain, ribuan warga di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih terisolasi akibat longsor. Peristiwa ini terjadi sejak Jumat (9/1/2026), dan sebagian besar dari 18 titik longsoran di jalan Desa Damarwulan – Tempur sudah berhasil dievakuasi. Namun, beberapa titik masih memerlukan pembersihan manual karena kondisi jalan sulit dan alat berat belum bisa menjangkau semua area.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat ada 3.522 penduduk dari 1.445 KK yang masih terisolasi di Desa Tempur. Akses jalan menuju desa ini terputus total akibat longsoran dan banjir yang menggerus badan jalan. Salah satu titik longsoran terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang Desa Wisata Tempur”, dengan akses jalan terputus sepanjang 60 meter.
Selain kerusakan infrastruktur, bencana ini juga berdampak pada fasilitas masyarakat. Enam unit rumah penduduk mengalami kerusakan akibat material longsor, sementara jaringan listrik dan internet juga terganggu. Ekonomi masyarakat turut terdampak dengan puluhan hektar area persawahan di sepanjang Sungai Gelis yang hanyut.
Upaya darurat dilakukan oleh tim relawan gabungan, termasuk assessment korban, pembersihan manual, pembukaan dapur umum, dan penggunaan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Namun, akses jalan utama masih tertutup. BPBD Jepara juga mendata kebutuhan mendesak seperti tambahan alat berat, logistik, dan bahan pokok makanan untuk warga terdampak.
Peringatan Cuaca dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini tentang potensi hujan yang akan mengguyur beberapa wilayah di Indonesia pada Senin (12/1/2026). Enam ibu kota di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Serang, dan Kota Yogyakarta, berpotensi diguyur hujan.
Di DKI Jakarta, hujan telah mengguyur sejak Minggu (11/1/2026) pagi hingga malam. Pada Senin (12/1/2026), hujan masih terjadi sejak dini hari hingga sekitar jam 07.00 WIB di kawasan Jakarta.











