Penyangkalan Kuasa Hukum Ressa Mengenai Pembiayaan dan Rumah dari Emilia Contessa
Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan bahwa Emilia Contessa membiayai kehidupan cucunya selama ini tidak benar. Menurutnya, Ressa justru dihidupi oleh Era Susiani, nenek buyutnya yang merupakan ibu kandung dari Emilia Contessa.
“Yang diberitakan kemarin bahwa Ressa dibiayai oleh almarhum neneknya, yaitu Emilia Contessa itu tidak benar,” tegas Firdaus. Ia menjelaskan perbedaan panggilan Ressa terhadap nenek dan buyutnya. Di Jawa, penyebutan seperti ibu, kakek, atau nenek sering kali menimbulkan kebingungan.
“Jadi saya menyebut ibunda dari Denada sebagai Bunda. Ketika Ressa memanggil nenek, yang dimaksud sebenarnya adalah buyutnya, yaitu Era Susiani, bukan Emilia Contessa,” jelasnya.
Firdaus juga membantah isu bahwa Ressa menerima sebuah rumah dari Emilia Contessa. “Yang katanya diberikan rumah dan sebagainya, itu tidak pernah ada. Rumah yang mana? Coba buktikan itu,” ujarnya menantang.
Kronologi Awal Permasalahan
Menurut Firdaus, selama ini Ressa dititipkan kepada adik kandung Emilia yang juga merupakan paman dan bibi Denada. Nama adik kandung Emilia tersebut adalah Dino Rossano Hansa. “Saya buka sekalian ya, beliau namanya Dino Rossano Hansa, kebetulan adinda (adik) kandung dari almarhum Emilia Contessa,” jelas Firdaus.
Ia mengatakan bahwa selama 24 tahun Ressa dititipkan, tidak ada sedikit pun keinginan dari pihaknya untuk mengajukan gugatan. Namun, setelah Emilia meninggal, Ressa mulai mengetahui bahwa dirinya bukan anak kandung dari Dino Rossano Hansa.
“Pasca Emilia Contessa itu baru meninggal, yang bersangkutan yaitu Ressa sendiri baru tahu kalau ternyata dia bukan anak dari Pak Dino Rossano Hansa.” Hal ini membuat Ressa merasa sedih dan bertanya-tanya tentang perlakuan yang diterimanya.
Namun, saat disinggung mengenai alasannya menuntut Denada atas dugaan penelantaran anak, Firdaus enggan memberi penjelasan lebih lanjut. “Ada alasan-alasan yang menjadi cikal bakal yang melatarbelakangi saya mengajukan gugatan itu ya, tapi tidak saya buka di pers. Mungkin nanti mengikuti ritme pemeriksaan persidangan di pengadilan,” katanya.
Tanggapan Denada
Sementara itu, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya telah hadir dalam mediasi beberapa waktu lalu. “Panggilan sidang sebenarnya sudah dilakukan tiga kali. Namun, yang sampai ke Mbak Denada hanya satu kali. Setelah itu, Mbak Denada menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya, itu pun panggilannya tanpa disertai surat gugatan,” kata Iqbal.
Iqbal mengaku belum mempelajari isi gugatan tersebut. “Jadi, terkait isi gugatan, konstruksi hukumnya, apa yang diminta, dan apa yang dimasukkan, masih belum jelas bagi kami,” ujarnya. Meski demikian, ia menyatakan siap menghadapi gugatan tersebut.
Profil Denada
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau yang akrab disapa Denada adalah penyanyi, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarganya dari pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan.
Melansir TribunLampung.co.id, ayah Denada adalah salah satu penyanyi pop dan rap ternama Indonesia bernama Rio Tambunan. Sedangkan sang ibunda, Emilia Contessa, adalah penyanyi Indonesia yang populer pada era 1970-an.
Ikuti jejak sang ibu, Denada terjun di dunia hiburan dan menekuni dunia tarik suara. Awal kariernya di dunia hiburan adalah sebagai salah satu penyanyi pop. Kemudian, Denada mencoba genre musik Rap yang membuat namanya populer di dunia musik. Kini, Denada dikenal dengan Rapper wanita papan atas yang dimiliki Indonesia hingga saat ini.
Denada telah mengeluarkan dua album rapper, yakni Kujelang Hari (Sambutlah 2004) dan Ini Album Gue (1997). Tak hanya rap, Denada juga menyelami dunia musik dangdut. Album dangdut pertama kali yang dirilis Denada adalah Matahari, lagu itu cukup laris keras di pasaran pada masanya.
Album selanjutnya berjudul Mae, ST dan One Stop Dangdut (2007) sukses mengantarkan dirinya mendapatkan penghargaan musik. Penghargaan musik yang pernah diraih oleh Denada antara lain Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia (2005).
Tak selesai sampai di situ, artis serba bisa tersebut juga menyelami dunia akting. Debut awal Denada di dunia akting yakni membintangi film Kau dan Aku Cinta Indonesia (2004). Hingga kini, Denada masih aktif wara-wira di layar kaca.
Denada sempat menikah dengan seorang fotografer di Bali bernama Jerry Aurum pada 11 Desember 2012. Dari pernikahan itu, keduanya dikarunia seorang anak perempuan bernama Shakira Aurum. Sayangnya, rumah tangga Denada dan Jerry hanya bertahan selama tiga tahun, keduanya memutuskan untuk bercerai pada 24 Juni 2015.
Meski sudah bercerai, keduanya tetap kompak merawat buah hati. Bahkan, keduanya juga kompak mendampingi putri mereka saat terkena penyakit Leukimia (kanker darah). Penyakit itu sudah diidap Shakira sejak usia 5,5 tahun tepatnya pada 2018. Beruntung, kini Shakira Aurum telah sembuh total dari penyakit tersebut. Kini, Shakira dan Denada memutuskan untuk tinggal di Singapura. Dilihat dari Instagramnya, Denada sekarang sibuk menjadi instruktur olahraga yoga. Selain itu, ia juga masih aktif berkarier di dunia hiburan.











