Tessa Mariska Meragukan Klaim Ressa Rizky Rossano sebagai Anak Kandung Denada
Tessa Mariska, seorang pedangdut senior, mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap klaim Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak kandung dari penyanyi Denada. Hal ini terjadi setelah Ressa muncul ke publik dan menuduh Denada menelantarkan dirinya serta meminta pengakuan atas statusnya sebagai anak biologis.
Tessa menyatakan bahwa selama ini ia hanya mengetahui bahwa Denada memiliki seorang anak perempuan. Ia merasa heran dengan munculnya seorang pemuda bernama Ressa yang mengaku sebagai anak kandung Denada. “Penelantaran anak? Dituduh Denada menelantarkan anak kandung? Setahu aku atau kalian juga tau anak (Denada) anda cewek kan yang diurus (saat) sakit itu? Sekarang alhamdulillah sembuh,” ujarnya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas kabar miring yang menimpa Denada. Tessa mendesak Denada untuk segera memberikan klarifikasi terkait klaim Ressa tersebut. “Bener nggak sih?” tanya Tessa, sambil menegaskan bahwa belum ada penjelasan langsung dari pihak Denada.
Pengakuan Ressa Rizky Rossano
Ressa Rizky Rossano, yang kini berusia 24 tahun, mengungkapkan bahwa ia harus hidup sendiri tanpa bantuan Denada. Isi gugatan Ressa terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi menguak kisah mengejutkan. Dua puluh empat tahun lalu, Ressa dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi dan dirawat oleh bibinya, yang merupakan adik dari almarhumah Emilia Contessa.
Menurut kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, dugaan alasan Ressa dititipkan adalah karena Denada tidak ingin citranya terganggu. “Yang pasti, Denada tidak mau terlihat memiliki anak,” katanya.
Selama masa pertumbuhan, kebutuhan hidup Ressa ditopang oleh keluarga besar, terutama oleh sang nenek, Emilia Contessa. Namun, setelah Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk. Ressa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi terpaksa harus putus kuliah karena kendala biaya. Kini, demi menyambung hidup, Ressa bekerja sebagai penjaga toko Madura 24 jam di kawasan Kota Banyuwangi.
Ressa merasa ditelantarkan dan menuntut ganti rugi materiil senilai miliaran rupiah, yang mencakup akumulasi biaya pendidikan dari SD hingga SMA serta biaya hidup.
Tahap Mediasi di PN Banyuwangi
Perkara tersebut masih dalam tahap mediasi di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menyatakan bahwa telah mengantongi sejumlah bukti kuat untuk membuktikan hubungan biologis antara kliennya dengan Denada. “Saat ini masih dalam tahap mediasi. Pada masa mediasi, pokok perkara belum bisa dibuka secara detail. Namun secara umum, gugatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Denada sebagai ibu penggugat,” jelas Firdaus.
Di sisi lain, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, membenarkan adanya gugatan tersebut. Meski telah hadir dalam proses mediasi, pihak Denada mengaku belum mempelajari konstruksi hukum dari gugatan yang diajukan. “Jadi, terkait isi gugatan, konstruksi hukumnya, apa yang diminta, dan apa yang dimasukkan, masih belum jelas bagi kami,” tutur Iqbal.
Iqbal menambahkan bahwa pihaknya memerlukan waktu untuk berdiskusi dengan Denada sebelum memberikan jawaban resmi atas tuntutan Ressa. “Tetapi kami memang perlu waktu untuk membaca dan mempelajari surat gugatan tersebut terlebih dahulu,” tandasnya.
Awal Mula Rahasia Terbongkar
Awal mula rahasia terbongkar saat Ressa Rizky Rossano duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Ressa mendapatkan selentingan dan diberitahui orang yang dipercayainya jika Denada adalah ibu kandungnya. “Ressa yang selama ini disebut sebagai adik Denada, namun fakta sebenarnya bahwa ia bukan anak dari bibi Denada, melainkan anak Denada,” ujar Moh Firdaus Yuliantono.
Bibi Denada yang merawat Ressa sejak kecil tersebut adalah adik dari ibunda Denada, penyanyi Emilia Contessa yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Setelah menerima informasi tersebut, Ressa beberapa kali menanyakan secara langsung dan meminta jawaban kepada Denada. Namun, Denada tetap mengatakan bahwa Ressa adalah adiknya dan anak dari bibinya.
“Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya,” sambung Firdaus.
Sementara itu, selama ini, Ressa dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi dan kebutuhan hidup Ressa selama ini dipenuhi oleh keluarga besar Denada, terutama almarhumah Emilia Contessa. “Setelah Bu Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, anak tersebut mencoba menuntut Denada,” tutur Firdaus.











