Kecelakaan Maut di Tanjungpinang Tewaskan Pemotor Muda
Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menjadi saksi bisu kecelakaan maut yang merenggut nyawa Jufirdaus Timotius (25). Korban, seorang warga Kampung Bangun Sari RT 002, RW 10, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, terlibat kecelakaan dengan pemotor lain yang melaju dari arah berlawanan sekira pukul 00.30 WIB.
Sesuai jadwal, jenazah korban akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batu XI, Kota Tanjungpinang, pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Berikut fakta-fakta terkait kecelakaan maut tersebut.
Cerita Saksi Mata Soal Kecelakaan Maut di Tanjungpinang
Seorang pengendara motor, Alwi, mengungkap kronologis kecelakaan maut di Tanjungpinang. Menurutnya, dua pengendara motor datang dari arah berlawanan. Satu dari bundaran Kodim Tanjungpinang, sementara pemotor lainnya dari arah kota atau KM2.
“Sebelum terjadi tabrakan, sepeda motor sama-sama melaju kencang dari arah berlawanan,” ujarnya.
Seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tanjungpinang itu. Korban bernama Jufirdaus, warga Batu 11 Tanjungpinang. Kedua motor yang terlibat kecelakaan di Tanjungpinang menurutnya sudah dibawa polisi.
Korban Kecelakaan Maut Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
Jufirdaus Timotius (25), korban kecelakaan maut di Tanjungpinang sempat dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri di Tanjungpinang. Namun nyawanya tak tertolong lagi. Tim medis di rumah sakit pemerintah menyatakan ia telah meninggal dunia.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.SI melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, mengatakan, kecelakaan maut di Tanjungpinang itu terjadi pada dini hari. Ia membenarkan jika dua motor yang terlibat lakalantas di Tanjungpinang kini di Mapolresta Tanjungpinang, guna penyelidikan lebih lanjut.
Sosok Korban Kecelakaan Maut di Mata Sahabat
Meninggalnya Jufir membuat masyarakat dan kawan-kawannya merasa kehilangan. Dio Afriadi salah satunya. Ia tak menyangka, rekan mainnya itu meninggalkan dunia begitu cepat.
“Saya kaget saja. Tiba-tiba lihat di medsos tadi pagi,” aku Dio. Semasa hidup Almarhum di mata Dio sangat baik dan ramah. “Almarhum tidak pernah sombong dengan siapapun. Tetap rendah hati kepada orang baru,” ujarnya.
Jufir merupakan orang yang paling the best bagi Dio. Keduanya berteman cukup lama. Sudah bertahun-tahun. Dio ketemu terakhir dengan Almarhum beberapa waktu lalu. Kala itu Jufir beri pesan ke Dio, jangan pernah lupa kisah pertemanan keduanya.
Hal serupa juga dialami sekampung almarhum, bernama Adi. Kepada , Adi menceritakan Jufir orangnya tidak sombong. “Siapa saja yang lewat di depan rumahnya pasti di panggil,” ceritanya. Almarhum meninggal dunia tergolong masih muda.
Meski berteman dekat, Adi mengaku tak mengetahui pekerjaan rekannya itu. Namun yang ia tahu, Jufir meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih kecil. Selama ini Jufir tinggal bersama ibu dan ayahnya. “Mereka hanya dua bersaudara saja,” kata dia.
Duka Istri dan Orangtua Korban Kecelakaan Maut di Tanjungpinang
Istri Jufirdaus Timotius (25) tampak duduk di dekat jenazah suaminya yang tiba sejak Jumat (9/1/2026) sejak pukul 05.00 WIB. Raut wajah sedih terpampang jelas di wajahnya. Mengenakan baju hitam dan celana cokelat, sesekali wanita itu mengusap air mata yang terus mengalir di kedua bola matanya.
Sesekali dia mengeluskan kepala sang anak yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya. Tangannya tak pernah diam, setiap pelayat yang datang dia mengalaminya, sembari mengucapkan kata terima kasih. Tidak banyak kata yang dia ucapkan, selain kata itu. Gerak gerik yang sama juga diperlihatkan ibunda Jufir. Dia duduk termenung di dekat jenazah sang anak.
Keluarga besar belum bisa menyampaikan banyak hal. “Mohon maaf keluarga masih berduka, belum bisa memberikan steatmen lebih jauh,” kata seorang pria di rumah duka.











