Fenomena Langit 2026 yang Menarik Perhatian
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh dengan fenomena langit yang menarik dan unik. Dari supermoon hingga gerhana matahari total, berbagai peristiwa astronomi akan memperkaya pengalaman melihat langit malam. Salah satu yang paling dinantikan adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi saat bulan Ramadhan, membuat bulan tampak merah dan dapat diamati langsung dari Indonesia.
Januari 2026
Pada Tahun Baru 2026, langit Indonesia akan dibuka dengan pemandangan Supermoon pada Sabtu (3/1/2026). Supermoon merupakan fenomena bulan purnama ketika berada di jarak terdekat dengan Bumi. Saat Supermoon terjadi, bulan purnama menjadi terlihat lebih besar, lebih dekat, dan lebih terang dari biasanya. Supermoon di bulan Januari ini dikenal sebagai Wolf Moon.
Selain Supermoon, pada 10 Januari 2026 terjadi Konjungsi planet Jupiter berada pada posisi oposisi. Artinya, Bumi berada di antara Jupiter dan Matahari. Kondisi ini membuat Jupiter tampak sangat terang dan dapat diamati sepanjang malam. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Jupiter dan empat satelit terbesarnya.
Februari 2026
Pada pekan terakhir bulan Februari 2026 akan terjadi Parade Planet. Nantinya langit akan dihiasi penjajaran enam planet atau planetary alignment. Enam planet tersebut di antaranya Venus, Merkurius, dan Saturnus tampak rendah di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Jupiter terlihat lebih tinggi di langit, sementara Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop untuk diamati.
Disebut Parade Planet karena fenomena ini memperlihatkan beberapa planet tampak berbaris di satu sisi langit dalam waktu yang berdekatan.
Maret 2026
Pada awal bulan Maret 2026, sebagian masyarakat dunia termasuk Indonesia akan menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total. Adapun Gerhana Bulan Total ini diprediksi akan terjadi pada 3 Maret 2026 dini hari. Kemunculan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 ini bersamaan dengan puasa Ramadhan 2026 yang dilaksanakan umat Muslim.
Gerhana Bulan Total merupakan fenomena langit yang terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada satu garis lurus di bidang tata surya. Hasil dari hal tersebut, bulan tampak merah ketika puncak Gerhana Bulan Total. Fenomena ini terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang bulan memasuki bayangan inti bumi (umbra).
Gerhana Bulan Total terjadi pada fase Bulan Purnama, akan tetapi, tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami Gerhana Bulan. Biasanya Gerhana Bulan Total yang terjadi di bulan Maret itu disebut Blood Moon, karena cahaya Matahari yang tersisa akan membuat Bulan tampak berwarna kemerahan.
Selain Gerhana Bulan Total, pada 20 Maret 2026 berikutnya terjadi fenomena ekuinoks. Ekuinoks adalah fenomena langit atau astronomi yang terjadi ketika matahari melintasi garis khatulistiwa bumi, sehingga durasi siang dan malam di seluruh dunia hampir sama, yaitu masing-masing sekitar 12 jam. Saat ekuinoks, pada periode ini aktivitas aurora cenderung meningkat.
Juni 2026
Pada tanggal 8 – 9 Juni 2026 akan terjadi Konjungsi planet Venus dan Jupiter. Fenomena astronomi ini terjadi ketika Venus dan Jupiter terlihat berada di posisi yang sangat berdekatan jika diamati dari Bumi. Kedua planet ini pun akan memancarkan terang di langit malam di antara benda langit lainnya.
Agustus 2026
Pada bulan Agustus 2026, fenomena Gerhana kembali akan terjadi. Namun di bulan Agustus ini gerhana yang terjadi adalah Gerhana Matahari Total. Adapun Gerhana Matahari Total di tahun 2026 ini diprediksi akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Namun, Gerhana Matahari Total tidak dapat disaksikan di Indonesia, melainkan akan melintasi sebagian wilayah Eropa, termasuk Spanyol dan Islandia.
Pada hari yang hampir bersamaan, hujan meteor Perseid juga terjadi mencapai puncaknya pada 12–13 Agustus 2026. Kondisi pengamatan hujan meteor Perseid ini dianggap sangat ideal karena bertepatan dengan fase Bulan baru, sehingga langit relatif gelap.
November 2026
Pada bulan November 2026 akan kembali terjadi Supermoon yang diprediksi akan terjad pada 25 November 2026. Supermoon yang muncul pada November ini dikenal sebagai Hunter’s Moon atau Beaver’s Moon. Julukan itu diberikan karena cahaya Bulan akan sangat kuat dan terlihat jelas di seluruh wilayah termasuk Indonesia. Adapun waktu terbaik melihatnya adalah saat Bulan baru terbit di ufuk timur sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
Desember 2026
Pada bulan Desember 2026 Supermoon kembali muncul pada 23 Desember 2026. Supermoon Desember menjadi yang paling dekat dengan Bumi sepanjang tahun, sehingga tampak paling besar. Supermoon yang muncul Desember ini disebut Full Cold Moon, menurut tradisi penamaan Bulan purnama di negara-negara Barat.
Selain itu, pada akhir Desember, beberapa planet seperti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus kembali tampak berdekatan di langit malam, menutup tahun 2026 dengan fenomena Parade Planet.











