My WordPress Blog

Pencurian Motor di Depan Stasiun Bogor, 10 Kendaraan Ludes Terbakar

Kebakaran di Tempat Penitipan Motor di Bogor, 10 Kendaraan Hangus



Kebakaran terjadi di salah satu tempat penitipan motor di depan Stasiun Bogor, Jalan Mayor Oking, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari, (19/1/26).



Sebanyak 10 motor yang terparkir di lokasi tersebut hangus dan hanya tersisa kerangka besi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Motor

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor, Agung Prihanto, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lokasi parkir motor bernama Wahyu Motor. Menurutnya, kejadian ini tidak disebabkan oleh tawuran atau tindak pidana, melainkan oleh api yang muncul dari kendaraan yang terbakar.

“Tempat parkir Wahyu Motor ada 10 motor terbakar dan sembilan motor terdampak,” ujar Agung saat dikonfirmasi. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, awalnya asap muncul dari lantai dua bangunan penitipan motor tersebut. Penjaga parkir awalnya mengira asap berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, ternyata asap berasal dari motor yang terbakar.

Melihat api membesar, penjaga parkir langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran. Dinas Damkar Kota Bogor mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. Dua regu dari sektor Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh diterjunkan ke lokasi pada pukul 06.01 WIB dan tiba di tempat kejadian pada pukul 06.11 WIB. Penanganan selesai pada pukul 06.26 WIB atau sekitar 15 menit sejak pemadaman dilakukan.

Kerusakan Parah pada Kendaraan

Berdasarkan pantauan di lokasi, lantai dipenuhi jelaga, dinding menghitam, dan sisa kerangka motor bertumpuk dalam kondisi rusak berat. Sebanyak sekitar sepuluh motor mengalami kerusakan parah. Sebagian besar kendaraan hanya menyisakan rangka besi, pelek, dan mesin yang gosong akibat terbakar. Bau asap sisa kebakaran masih tercium kuat, terutama di area dengan sirkulasi udara minim.

Di sisi lain lokasi penitipan, sejumlah motor yang selamat terparkir terlihat masih dalam kondisi utuh dan tersusun rapi. Motor-motor tersebut dipisahkan oleh garis pembatas dan tidak terdampak langsung oleh api meski sebagian bodinya tertutup debu dan jelaga tipis. Helm serta barang bawaan masih tampak tergantung di beberapa motor yang selamat dari kebakaran.

Pengakuan Penjaga Parkir

Salah seorang penjaga penitipan motor, Wahyu, mengatakan saat kejadian dirinya tengah bertugas bersama dua orang rekannya. Ia menyebut api berasal dari salah satu motor yang mengalami korsleting sebelum akhirnya merambat ke kendaraan lain. “Dari salah satu motor itu korslet yang di sini (dekat jendela) terus nyebar,” terang Wahyu saat ditemui di lokasi.

Wahyu menuturkan, awalnya ia mengira asap yang muncul berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi. Namun, dugaannya keliru. Asap semakin tebal dan cepat memenuhi area penitipan motor. “Awalnya saya lagi rapihin motor terus lihat ada asap dari bawah, kirain ada yang bakar sampah, pas mau lihat ke bawah (tempat kebakaran) udah enggak bisa masuk udah penuh asap,” ucapnya.

Wahyu mengaku sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kondisi di dalam bangunan yang sudah dipenuhi asap tebal membuat upaya tersebut tidak bisa dilakukan. “Tadinya udah pegang APAR. Karena enggak bisa masuk jadi nunggu damkar tuh, hubungin damkar,” ujarnya.

Proses Ganti Rugi dan Reaksi Pemilik Motor

Terkait motor-motor yang terbakar serta kemungkinan ganti rugi, Wahyu menyebut hal tersebut akan dibicarakan langsung antara pemilik motor dan pengelola penitipan. “Kayaknya itu nanti yang pemilik juga ngobrol sama bos yang punya ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sejumlah pemilik motor sudah datang ke lokasi untuk melihat kondisi motor mereka dan berkomunikasi dengan pengelola. “Tadi juga ada yang dateng cek motor ngobrol sama bosnya,” tutur Wahyu.

Pantauan di lokasi menunjukkan salah seorang warga terlihat mendatangi area kebakaran untuk memastikan kondisi motornya. Ia tampak berdiri cukup lama menatap sisa motor yang tinggal kerangka, lalu membungkuk memeriksa rangka kendaraan guna mencocokkan nomor mesin atau ciri tertentu. Raut kecewa dan kebingungan terlihat jelas di wajahnya saat menyadari kondisi motor yang nyaris tak mungkin diperbaiki.

“Belum tahu kita juga bingung, ini juga motor adik saya, minta ganti rugi juga musibah,” kata Nur (bukan nama sebenarnya).

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *