Fakta-Fakta Mengenai Roket SLS, Roket Terkuat NASA untuk Misi Deep Space
Roket SLS (Space Launch System) merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Dengan kemampuannya yang luar biasa, roket ini dirancang untuk menjadi platform peluncuran utama bagi misi-misi deep space NASA. Berikut adalah lima fakta penting mengenai Roket SLS.
1. SLS adalah Roket Terkuat yang Pernah Dibuat
Roket SLS adalah kendaraan peluncur super berat yang akan menjadi platform untuk kepentingan eksplorasi umat manusia di luar orbit bumi. Dengan daya dorong sebesar 8,8 juta pon saat peluncuran, SLS lebih kuat dibandingkan roket Saturn V dan pesawat ulang-alik. Kekuatan ini 13 persen lebih besar dari pesawat ulang-alik dan 15 persen lebih kuat dibandingkan roket Saturn V. Selain itu, SLS dapat meluncurkan lebih banyak kargo ke Bulan, yaitu lebih dari 27 ton, yang lebih besar dibandingkan kargo yang bisa dibawa oleh pesawat ulang-alik ke orbit Bumi rendah.
Ketika SLS diintegrasikan dengan pesawat antariksa Orion, roket ini akan memberikan tenaga untuk membantu pesawat antariksa Orion mencapai kecepatan 24.500 mil per jam, kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai Bulan.
2. Roket SLS Merupakan Bagian Penting dari Program Artemis
Selain pesawat antariksa Orion, Roket SLS juga merupakan bagian terpenting dari Program Artemis. Program ini bertujuan untuk mendaratkan kembali astronaut di Bulan pada tahun 2024, termasuk astronaut wanita pertama. Ketika astronaut Artemis mendarat di Bulan, mereka akan menjejakkan kaki di tempat yang belum pernah didatangi astronaut sebelumnya: Kutub Selatan Bulan. NASA akan menggunakan teknologi terbaru dan tercanggihnya untuk mengeksplorasi Bulan.
Program Artemis terbagi menjadi beberapa misi, yaitu Artemis I, Artemis II, dan Artemis III. Artemis I adalah misi tak berawak yang akan meluncurkan pesawat Orion bersama SLS. Artemis II akan menjadi misi berawak, sedangkan Artemis III akan mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan.
3. Komponen-Komponen Utama Roket SLS

Roket SLS Block 1 adalah konfigurasi dasar dari Roket SLS. Konfigurasi ini mengintegrasikan roket SLS dengan pesawat antariksa Orion di bagian paling atas yang nantinya akan berisi para astronaut dalam misi berawak.
Bagian-bagian utama dari Roket SLS adalah sebagai berikut:
* Core Stage – terdiri atas Main Propulsion System (MPS) berupa tangki bahan bakar sepanjang sekitar 65 meter dengan diameter sekitar 8,4 meter yang berisi bahan bakar hidrogen dan oksigen cair.
* 2 buah Solid Rocket Boosters – merupakan dua buah roket berbahan bakar padat yang akan memberikan gaya dorong yang sangat besar hingga jutaan pound pada tahap peluncuran.
* Upper Stage – terdiri atas The Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS), berupa sistem propulsi dengan bahan bakar hidrogen dan oksigen cair yang akan memberikan gaya dorong yang dibutuhkan pesawat antariksa Orion untuk terbang menuju Bulan.
4. Roket SLS Digunakan untuk Transportasi Misi Berawak dan Pengangkutan Kargo
NASA mengembangkan Roket SLS untuk digunakan dalam misi berawak maupun pengangkutan kargo. Agar dapat mengurangi biaya dan waktu pengembangan, NASA menggunakan basis teknologi sebelumnya dari pesawat ulang alik atau program eksplorasi luar angkasa lainnya yang sudah teruji dan terbukti. Beberapa bagian dari roket adalah baru, sedangkan bagian lainnya diupgrade dengan fitur-fitur terbaru agar dapat memenuhi spesifikasi tinggi untuk misi deep space.
Roket SLS akan meluncurkan pesawat antariksa Orion, para astronaut, dan muatan kargonya ke luar angkasa. Kemampuan untuk mengirim muatan besar ke Bulan dalam satu misi tunggal akan membuat eksplorasi menjadi lebih aman dan sederhana.
5. Roket SLS sebagai Platform Peluncuran untuk Misi-Misi Deep Space di Masa Depan
Roket SLS akan menjadi platform peluncuran untuk misi-misi deep space NASA di masa depan. Pada misi pertamanya, selain meluncurkan pesawat antariksa Orion, Roket SLS juga akan membawa sejumlah satelit kecil yang bernama CubeSat Explorers. Satelit-satelit tersebut akan diluncurkan ke tujuan-tujuan deep space seperti Bulan dan Asteroid. Data-data yang dikumpulkan akan sangat berguna bagi misi eksplorasi luar angkasa di masa depan.
Roket SLS adalah roket peluncur canggih yang diproyeksikan akan menjadi pondasi untuk misi-misi strategis deep space di masa mendatang. Perhitungan telah menunjukkan bahwa roket ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan wahana antariksa berawak ke Planet Mars.
FAQ Seputar Fakta Roket SLS
Mengapa SLS disebut sebagai roket terkuat yang pernah dibuat?
SLS diklaim sebagai roket terkuat karena memiliki daya dorong sebesar 8,8 juta pon saat peluncuran (lift-off). Kekuatan ini 13 persen lebih besar dari pesawat ulang-alik dan 15 persen lebih kuat dibandingkan roket Saturn V yang digunakan dalam misi Apollo.
Apa peran SLS dalam Program Artemis?
SLS adalah fondasi utama dari Program Artemis yang bertujuan untuk mendaratkan kembali astronaut di Bulan (termasuk astronaut wanita pertama) pada masa mendatang. SLS akan meluncurkan pesawat antariksa Orion yang membawa astronaut dan kargo dalam satu misi tunggal.
Apa saja muatan lain yang dibawa SLS selain pesawat Orion?
Pada misi-misi awalnya, SLS juga akan membawa satelit-satelit kecil yang disebut CubeSats. Satelit mini ini bertugas mengumpulkan data penting di sekitar Bulan dan asteroid untuk membantu persiapan misi manusia yang lebih jauh di masa depan.











