My WordPress Blog

Kronologi Pembunuhan Godbless di Manado: Salah Paham Saat Pulang

Kronologi Pembunuhan Godbless Solang di Wilayah Mahakeret Barat

Kasus pembunuhan remaja bernama Godbless Solang (13 tahun) yang terjadi di wilayah Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, telah menjadi perhatian masyarakat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tikaman di bagian punggung. Kejadian ini memicu investigasi intensif oleh aparat kepolisian setempat.

Penemuan Mayat dan Awal Laporan

Pada Selasa (20/1/2026), warga Lingkungan I, Kelurahan Mahakeret Barat, digemparkan dengan penemuan mayat seorang remaja. Mayat ditemukan oleh seorang ibu saat sedang melintas di area anak tangga di pemukiman tersebut. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan pakaian berupa kaos hitam dan celana pendek. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Wenang AKP Verry Liwutang membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah menerima informasi, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan di sekitar TKP guna kepentingan penyelidikan. Laporan awal berasal dari seorang ibu yang melihat korban tergeletak, kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.

Investigasi dan Penangkapan Pelaku

Tim Resmob Bravo Polresta Manado berhasil menangkap terduga pelaku berinisial VP (18 tahun) dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian. Pelaku ditangkap di Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan, tanpa perlawanan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui lokasi persembunyiannya.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berawal ketika korban bersama beberapa temannya sempat berkumpul di salah satu rumah warga. Saat hendak pulang menggunakan sepeda motor, terjadi kesalahpahaman antara korban dan terduga pelaku. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengambil sebilah senjata tajam dan menikam korban.

Korban mengalami luka tikaman di bagian punggung dan sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi tersebut. Pelaku mengakui perbuatannya saat dilakukan pemeriksaan awal. Selain terduga pelaku, polisi juga mengamankan satu orang lagi yang masih berstatus sebagai saksi serta barang bukti berupa satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan saat kejadian.

Tanggapan Pihak Berwenang

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menjelaskan bahwa Tim Resmob Bravo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pengumpulan keterangan saksi. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui lokasi persembunyiannya.

Ia menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus ini secara profesional. “Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Pelaku telah berhasil diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan dilakukan secara transparan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, agar menjauhi minuman keras dan segala bentuk kekerasan. “Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari perilaku yang dapat berujung pada tindakan kriminal,” tambahnya.

Identitas Korban dan Reaksi Masyarakat

Godbless Solang merupakan salah satu siswa SMP Negeri 1 Manado. Ia tinggal di perumahan Matungkas Minut dan dikenal sebagai remaja yang rajin beribadah. Di mata orang terdekatnya, Godbless adalah sosok yang ceria dan suka bercanda. Saat ini jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Manado dan dikabarkan akan di otopsi.

Rumah duka di perumahan Matungkas Minut saat ini mulai dibersihkan oleh warga sekitar. Sementara itu, penyidik masih melengkapi berkas perkara guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan Godbless Solang di wilayah Mahakeret Barat menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.




Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *