My WordPress Blog

Curhat Sedih Reza Arap Usai Kehilangan Lula Lahfah: Maafkan Aku

Perasaan Duka yang Menyentuh dari Reza Arap

Melalui akun X miliknya, Reza Arap menyampaikan perasaan duka yang dalam setelah kepergian Lula Lahfah, sang kekasih. Ia mengakui bahwa dalam masa berkabung ini, ia merasa kehilangan kontrol logika dan ingin memperbaiki nama Lula setelah kepergiannya. Pesan itu disampaikan pada hari Minggu (25/1/2026), di mana ia juga menambahkan kata ‘ily’ sebagai bentuk pengakuan cinta yang tulus.

Dalam pesannya, Reza Arap menyampaikan permintaan maaf kepada Lula karena dalam kondisi berduka, ia khawatir akan kehilangan kendali dan melakukan hal-hal yang bisa merusak reputasi kekasihnya. Ia juga mengingatkan bahwa selama ini ia telah menahan diri demi menjaga perasaan Lula, dan begitu pula sebaliknya.

“Sayang, maafin aku kalau dalam grief phase aku, suatu saat aku yakin tunangan kamu ini akan hilang kontrol untuk memperbaiki nama kamu dan semuanya, yang sudah bertahun-tahun kamu tahu kalau aku sudah menahan diri. Begitu pun kamu yang menahan aku. Waktu kamu masih ada,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa kini ia tidak lagi memiliki logika yang jelas dan berharap Lula dapat memaafkannya. Pesan tersebut diakhiri dengan ucapan ‘I love you’ yang sangat menyentuh.

Tangis yang Tidak Terbendung

Selama prosesi pemakaman Lula Lahfah, Reza Arap sempat menahan air mata hanya beberapa detik. Saat berada di depan makam, ia jongkok sambil mengusap nisan dan melemparkan senyum kecil. Tangannya terlihat memegang taburan bunga dari sahabat-sahabatnya. Sebelum mencium nisan, ia sempat mengucapkan beberapa kata di depan makam.

“I don’t wanna cry,” katanya dengan suara lirih di TPU Rawa Terate, Cakung Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).

Setelah itu, ia beranjak menuju parkiran mobil tempat para sahabatnya menunggu. Namun, tidak butuh waktu lama sebelum tangisnya pecah. Salah satu anggota Weird Genius langsung memeluknya, dan Reza Arap mulai menumpahkan kesedihannya. Ia menunduk, memeluk, bahkan sampai bersimpuh untuk melepaskan rasa sedihnya.

Sadar bahwa awak media hadir, rekan-rekannya kompak melindungi dan menutupi Reza Arap dengan badan serta payung. Ia dibiarkan menumpahkan kesedihan di parkiran selama beberapa menit. Tangis histerisnya terdengar jelas hingga menembus benteng rekan-rekannya.

“Jawab gue, kenapa semua orang ninggalin gue. Kenapa?” teriak Reza Arap.

Ia tampak tidak peduli jika apa yang dilakukannya akan menjadi bahan hujatan netizen. “Gue nggak peduli,” tambahnya.

Penemuan Lula Lahfah yang Mencengangkan

Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena beberapa penyakit. Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar apartemennya di Apartemen Essence Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa sosok yang pertama kali menemukan Lula adalah sekuriti apartemen usai asisten rumah tangga (ART) khawatir karena tak membuka pintu. Korban ditemukan dalam posisi telentang di kasur berselimut putih. Pintu kamar Lula dalam keadaan terkunci dari dalam.

“Korban ditemukan dalam posisi telentang di kasur berselimut putih,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih.

Asiah, sang ART, merasa curiga karena Lula tidak memberikan respon sejak berada di dalam kamar. Karena khawatir, Asiah meminta bantuan pihak manajemen apartemen untuk membuka pintu kamar. Saat pintu dibuka, Asiah dan empat orang dari manajemen menemukan kondisi Lula dalam keadaan tidak bernyawa.

Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, tetapi ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI. Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi sekitar pukul 20.20 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, guna dilakukan visum. Hingga saat ini, penyebab kematian masih dalam penyelidikan.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *