WASHINGTON DC,
Profil dan Latar Belakang Alex Jeffrey Pretti
Alex Jeffrey Pretti (37) adalah seorang pria yang dikenal oleh keluarga dan masyarakat sebagai sosok yang peduli terhadap sesama. Ia bekerja sebagai perawat ICU di rumah sakit veteran Departemen Urusan Veteran AS. Keluarga menyebutkan bahwa Alex tidak memiliki catatan kriminal berdasarkan dokumen pengadilan.
Alex lahir di Illinois dan tumbuh besar di Green Bay, Wisconsin. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk sepak bola, bisbol, atletik, Pramuka, serta bernyanyi di Green Bay Boy Choir. Setelah lulus dari University of Minnesota dengan gelar sarjana bidang biologi, masyarakat, dan lingkungan pada 2011, ia bekerja sebagai peneliti sebelum beralih profesi menjadi perawat terdaftar.
Keterlibatan dalam Aksi Protes
Alex dikenal sebagai sosok yang vokal dalam aksi protes, terutama terkait isu-isu seperti ketegangan antara masyarakat dan lembaga seperti Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Ayahnya, Michael Pretti, mengatakan bahwa putranya sangat marah melihat apa yang terjadi di Minneapolis dan di seluruh Amerika Serikat.
“Kami melihat banyak orang yang juga marah, tetapi ia memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap orang-orang,” kata Michael.
Alex ikut serta dalam aksi protes setelah penembakan Renee Good oleh petugas ICE pada 7 Januari lalu. Dalam percakapan terakhir dengan orang tuanya yang tinggal di Colorado, ia sempat diingatkan agar berhati-hati saat turun ke jalan.
“Kami bilang silakan protes, tetapi jangan terlibat, jangan melakukan hal bodoh. Dan ia mengatakan ia tahu itu, ia memang tahu,” ujar Michael.
Peristiwa Penembakan
Alex ditembak oleh petugas patroli perbatasan setelah “mendekati” mereka dengan membawa pistol semiotomatis 9 mm. Meskipun tidak dijelaskan apakah senjata tersebut ditodongkan, dalam sejumlah video saksi mata yang beredar, Alex terlihat memegang ponsel, sementara tidak ada satu pun rekaman yang memperlihatkan senjata api di tangannya.
Keluarga mengakui bahwa Alex memiliki izin membawa senjata tersembunyi di Minnesota, tetapi mereka mengaku tidak pernah mengetahui ia membawa senjata tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Respons Keluarga
Keluarga pertama kali mengetahui peristiwa penembakan tersebut setelah dihubungi seorang reporter. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan informasi dari lembaga terkait.
“Kami tidak bisa mendapatkan informasi apa pun dari siapa pun. Polisi menyuruh kami menghubungi Patroli Perbatasan, Patroli Perbatasan tutup, dan rumah sakit tidak mau menjawab pertanyaan,” kata Michael Pretti.
Konfirmasi akhirnya diperoleh setelah keluarga menghubungi Kantor Pemeriksa Medis Hennepin County yang menyatakan terdapat jenazah dengan nama dan ciri sesuai dengan Alex.
Hingga Sabtu malam, keluarga menyatakan belum menerima penjelasan resmi dari satu pun lembaga penegak hukum federal terkait kematian putra mereka.
Setelah sejumlah pejabat pemerintahan Trump menyebut Alex sebagai “teroris domestik”, keluarga mengeluarkan pernyataan tertulis yang menyatakan kemarahan dan duka mendalam.
“Kebohongan menjijikkan yang disampaikan pemerintah tentang putra kami tidak dapat diterima dan sangat menjijikkan,” tulis keluarga dalam pernyataan tersebut.
Keluarga menegaskan video kejadian menunjukkan Alex tidak memegang senjata saat ditangkap, melainkan memegang ponsel dan menggunakan tangan lainnya untuk melindungi seorang perempuan yang sedang disemprot merica oleh aparat.
“Tolong sampaikan kebenaran tentang putra kami, ia adalah orang yang baik,” tulis keluarga.
Kehidupan Sehari-Hari
Selain pekerjaannya sebagai perawat, Alex dikenal mencintai alam terbuka, aktif sebagai pembalap sepeda kompetitif, serta sangat dekat dengan anjing peliharaannya yang meninggal sekitar setahun lalu.
Ia tinggal sendiri di sebuah kondominium empat unit sekitar 3,2 kilometer dari lokasi penembakan. Dia dikenal tetangga sebagai pribadi pendiam serta berhati hangat.
Ibunya, Susan Pretti, mengatakan bahwa putranya sangat peduli terhadap lingkungan dan arah kebijakan negara.
“Ia sangat membenci ketika orang-orang merusak alam. Ia adalah pencinta alam, ia membawa anjingnya ke mana pun pergi, ia mencintai negara ini, tetapi ia membenci apa yang dilakukan orang-orang terhadapnya,” kata Susan Pretti.











