My WordPress Blog

Jenazah Yuliana dan Audrey Ditemukan di Lokasi Berbeda, Ibu Anak Tewas Terseret Banjir di Tabanan

Penemuan Jenazah Ibu dan Anak yang Hilang Akibat Banjir Bandang

Seorang ibu dan anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dua lokasi berbeda pada Kamis (22/1). Keduanya dinyatakan hilang akibat terseret air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan pada Rabu (21/1).

Korban anak bernama Audrey Natania Banafanu (18 bulan) ditemukan lebih dulu sekitar pukul 07.00 Wita di bibir Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Sementara jasad ibunya Yuliana Da Costa ditemukan di Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

“Jenazah Audrey pertama kali terlihat oleh pengunjung pantai dalam kondisi terlentang dan terhimpit di antara bebatuan,” ujar Kepala Kantor SAR Denpasar selaku SAR Mission Coordinator, Nyoman Sidakarya.

Selanjutnya dievakuasi jenazah sang anak dievakuasi ambulans BPBD Badung ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, dan identitas korban telah dipastikan pihak keluarga.

Jasad Audrey ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) yang sedang olahraga di sepanjang pantai. Saat ditemukan, jasad bayi tersangkut di sela-sela bebatuan dengan posisi tertelungkup dan sebagian tubuh terendam air laut.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada petugas kebersihan dari 4 Ocean Foundation dan diteruskan ke pihak banjar serta kepolisian. Petugas Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WITA dan langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara.

Ps Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan dari hasil pengamatan awal, korban diperkirakan berusia sekitar dua tahun. Kondisi jasad ditemukan membengkak dan kaku diduga lama terendam air laut. Selain itu, ditemukan luka lebam di bagian wajah serta luka pada perut dan dada korban.

“Pada telinga kiri korban masih terpasang anting emas. Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah untuk pemeriksaan medis dan forensik,” ujarnya.

Marki Tanone (33) yang merupakan sepupu dari Semi Bana Fanu (35) menyebutkan saat pertama kali mendengar informasi penemuan jenazah bayi, pihak keluarga langsung memastikan jenazah bayi tersebut.

“Jenazah bayi itu dibawa ke RS Prof Ngoerah langsung untuk diperiksa,” ujarnya, Kamis (22/1). Diakui dari pemeriksaan beberapa keluarga di RS Prof Ngoerah diketahui memang benar itu adalah anak darisepupunya Semi Bana Fanu yang hanyut karena rumahnya diterjang air bah di Banjar Kuwum Ancak. “Kita lihat dari fisik memang benar itu adalah korban yang hanyut dia adalah ponakan saya,” ucapnya.

Pihaknya menyebutkan kondisi jenasah memang bengkak dan ada lebam. Namun jika dilihat dari rambut dan postur tubuhnya katanya memang merupakan korban atau ponakannya yang hilang. “Saat ini jenazah masih di RS Prof Ngoerah. Kebetulan bapaknya juga masih dirawat di sana,” bebernya.

Sementara untuk ibunya, kata Sidakarya ditemukan beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita. Jasad Yuliana Da Costa ditemukan di tepi Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Korban ditemukan warga yang tengah mencari pakan ternak dengan posisi tubuh telungkup.

“Lokasi penemuan sekitar 6,9 kilometer dari titik awal kejadian dengan arah 180 derajat,” tambahnya.

Jenazah Yuliana dievakuasi ke RSUD Singasana, Nyitdah, menggunakan ambulans Bali Bhuana Rescue. Sementara jenazah Audrey juga tengah dipindahkan dari RSUP Prof. Ngoerah menuju RSUD Singasana. “Untuk koordinasi lebih dekat, pihak keluarga memindahkan korban ke RSUD Singasana,” jelasnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat serta turut berduka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujar Sidakarya.

Sementara itu, Dandim Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati menyampaikan bahwa saat ditemukan, kondisi jenazah Yuliana mengalami pengelupasan kulit akibat lama berada di aliran sungai yang deras. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem dan musim hujan guna meminimalkan risiko bencana.

Di sisi lain sepupu korban Marki Tanone mengungkapkan korban selamat yakni anak pertama korban Nathalia Dequenza Banafanu (6) kondisinya sudah membaik, namun secara psikologis masih terguncang. “Tadi malam Nathalia sempat menangis mencari ibunya. Saat ini ia tinggal bersama tantenya,” ujarnya.

Sementara ayah korban, Semi Christian Banafanu, masih menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan. Lebih lanjut dijelaskan untuk proses pemakaman, pihak keluarga berencana memulangkan kedua jenazah ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) guna dimakamkan di kampung halaman. Keluarga berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk proses pemulangan jenazah tersebut.

“Kami berharap bantuan dari pemerintah untuk pemulangan jenazah. Rencana upacaranya akan dilakukan di Kupang,” kata dia. Dengan ditemukannya korban terakhir, Operasi Pencarian dan Pertolongan yang melibatkan unsur gabungan dinyatakan dihentikan.

“Saya atas nama pribadi dan juga organisasi mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam upaya pencarian korban. Tak lupa saya juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang mengalami musibah,” kata Nyoman Sidakarya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan khususnya dalam menghadapi cuaca buruk di musim penghujan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir korban jiwa.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *