My WordPress Blog

Empat berita terpopuler Sumbar: Mobil terbalik di Tol Padang–Sicincin dan pria tewas tergantung

Berita Terkini dari Sumatera Barat

Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Padang–Sicincin

Satu unit mobil Pajero Sport warna putih terbalik di ruas Tol Padang–Sicincin, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (30/1/2025) pagi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat kendaraan melaju dari arah Kota Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah dan tidak terdapat gangguan cuaca yang signifikan di lokasi kejadian. Kasat PJR Ditlantas Polda Sumatera Barat melalui PS Kanit 6 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar, Ipda Eko Hari, menyampaikan bahwa kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh faktor hilang kendali.

Kendaraan yang dikemudikan oleh seorang perempuan tiba-tiba oleng saat melintas di lokasi kejadian. “Setibanya di KM 30+100 A jalur A, kendaraan jenis minibus golongan satu mengalami hilang kendali dan menabrak median concrete barrier (MCB),” ujar Ipda Eko Hari melalui keterangan resminya.

Akibat benturan tersebut, kendaraan terbalik dan berhenti di lajur cepat atau L2. Mobil Pajero Sport tahun 2011 berwarna putih dengan nomor polisi BA 10** IS tersebut diketahui dikemudikan oleh perempuan berinisial PBNH (18), warga Kota Padang. Akibat kecelakaan itu, pengemudi mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Polisi mengingatkan keselamatan berkendara di jam rawan pagi. Pengemudi diminta untuk menjaga kecepatan, memperhatikan kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melintas di jalan tol.

Pria Asal Pessel Ditemukan Meninggal Tergantung di Rambatan Tanah Datar

Seorang pria berinisial ZA (33) ditemukan meninggal dunia di kawasan Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban merupakan warga Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kebun tempat korban ditemukan. Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung.

“Korban ditemukan oleh saksi dalam kondisi tergantung di kebun milik warga,” kata Surya. Setelah mendapat laporan, personel Polsek Rambatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berada di wilayah Kecamatan Rambatan untuk menjenguk kakeknya yang sedang sakit. Namun sejak Rabu malam (28/1/2026), korban tidak kembali ke rumah tempat ia menginap. “Keluarga sempat melaporkan korban hilang dan menyebarkan informasi melalui media sosial. Hingga akhirnya korban ditemukan pada Jumat siang,” jelasnya.

Petugas kepolisian bersama unsur terkait kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban. Pemeriksaan visum luar dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Rambatan II. “Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul,” ungkap Surya.

Surya menambahkan, pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi bermaterai. “Sampai saat ini penyebab pasti yang melatarbelakangi peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan Unit Opsnal Polsek Rambatan,” pungkasnya.

Enam Jembatan Darurat di Agam Rampung

Enam unit jembatan darurat jenis Bailey dan Armco yang dibangun TNI di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mengakhiri keterisolasian sejumlah wilayah yang aksesnya terputus akibat bencana hidrometeorologi pada tahun 2025 lalu.

Pembangunan jembatan dilakukan di beberapa titik terdampak, terutama di Kecamatan Tanjung Raya, Matur, dan Candung. Infrastruktur ini menjadi jalur penghubung vital antarjorong dan antarnagari yang sebelumnya tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Enam jembatan tersebut terdiri dari tiga unit jembatan Bailey dan tiga unit jembatan Armco. Seluruhnya dibangun oleh Kodim 0304/Agam bekerja sama dengan Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ serta Batalyon Teritorial Pembangunan 897/Singgalang dan 896/SP, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Prakoso P. Wibowo, menyebut rampungnya jembatan-jembatan tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. “Yang terpenting hari ini, akses masyarakat sudah kembali terbuka. Jalur penghubung yang sebelumnya terputus kini bisa dilalui, sehingga aktivitas warga dapat berjalan normal kembali,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Dengan jembatan yang sudah dapat digunakan, hasil pertanian dapat kembali didistribusikan, aktivitas sekolah berjalan lancar, serta mobilitas warga antarwilayah menjadi lebih mudah. Selain pemulihan akses jalan, TNI bersama pemerintah daerah juga tengah melakukan pendataan terhadap fasilitas umum lain yang rusak akibat bencana, termasuk sekolah-sekolah, guna memastikan proses rehabilitasi berjalan menyeluruh.

Penangkapan Pelaku Curanmor di Pesisir Selatan

Tim Opsnal Macan Kumbang Satreskrim Polres Pesisir Selatan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian mobil di wilayah Nagari Muaro Gadang, Kecamatan Linggo Saribaganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/1/2026).

Pelaku ditangkap bersama barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi BA 1604 VB yang sebelumnya dicuri. Ketua Tim Opsnal Macan Kumbang Satreskrim Polres Pesisir Selatan, Aiptu Martin, menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh tiga orang, namun dua di antaranya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Penangkapan dilakukan pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB setelah pihaknya menerima informasi terkait keberadaan pelaku beserta kendaraan hasil curian. “Dari hasil penyelidikan, kendaraan tersebut rencananya akan dibawa keluar daerah dan dijual ke Bengkulu,” ujar Aiptu Martin, Jumat (30/1/2026).

Namun, sebelum sempat meninggalkan wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, pelaku berhasil diringkus petugas di kawasan Timbangan Sungai Sirah, Air Haji, tepatnya di jalur Padang–Bengkulu. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Linggo Saribaganti sekitar pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya digelandang ke Mapolres Pesisir Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

Lebih lanjut, Martin menyebutkan, identitas dua pelaku lainnya telah dikantongi berdasarkan keterangan pelaku yang ditangkap. Ketiganya diketahui berasal dari luar daerah, masing-masing dua orang dari Banten dan satu orang dari Mentawai. “Modus operandi yang digunakan pelaku adalah melakukan survei dan pemetaan terhadap calon korban sebelum melancarkan aksinya,” jelasnya.

Saat ini, tersangka berinisial S (30) beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pesisir Selatan. Sementara itu, kepolisian masih memburu dua pelaku lainnya yang melarikan diri.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *