My WordPress Blog

Emilia Contessa Diduga Gunakan Ressa dengan Gaji Tak Layak, Adik Denada Angkat Bicara

Kembali Jadi Sorotan, Emilia Contessa dan Hubungan dengan Ressa Rizky Rossano

Setelah nama Denada digugat oleh Ressa Rizky Rossano atas dugaan penelantaran anak, kini sosok mendiang Emilia Contessa kembali menjadi perhatian publik. Emilia, yang merupakan ibu kandung dari penyanyi Denada, pernah diketahui memiliki hubungan dengan Ressa sebelum ia meninggal dunia.

Dalam kasus ini, Ressa disebut sempat bekerja sebagai sopir pribadi Emilia Contessa saat sang aktris mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Adik Denada, Enrico Tambunan, memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut. Ia menegaskan bahwa ibunya tidak berniat mempekerjakan Ressa secara tidak adil, melainkan ingin mengajarkan keluarganya untuk rajin bekerja.

Pada awalnya, Ressa tinggal bersama Dino Rossano dan istrinya, Ratih Puspita Dewi, yang merupakan adik dari Emilia. Setelah 24 tahun hidup bersama keluarga angkatnya, Ressa mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Hal ini kemudian memicu gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Ressa hanya meminta Denada mengakui dirinya sebagai anak. Selama masa hidup Emilia, ia pernah maju sebagai calon anggota legislatif dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2014–2019. Saat itu, Emilia dikabarkan meminta Ressa untuk menjadi sopir pribadinya.

Menurut kakak ipar Ressa, Ronald Armada Wiyono, Ressa sering diajak bekerja sama dengan Emilia. “Ressa ini sering diajak sama bundanya waktu itu. Apalagi ketika Bunda itu masih mencalonkan diri sebagai anggota dewan, itu (Ressa) pernah dipekerjakan sebagai sopirnya,” ujar Ronald dalam podcast Denny Sumargo.

Saat bekerja sebagai sopir, Ressa menerima upah sebesar Rp2 juta per bulan. Namun, hal ini kini menjadi sorotan oleh Enrico Tambunan. Ia memberikan klarifikasi bahwa gaji yang diberikan Emilia kepada Ressa dianggap tidak layak. “Dibilang kayak katanya seolah-olah mama saya mempekerjakan resa dengan gaji yang tidak manusiawi. Secara tulus hati dan secara rendah hati saya mau katakan Mama saya bukan orang yang seperti itu,” ungkap Enrico.

Enrico menjelaskan bahwa alasan Emilia menjadikan Ressa sebagai sopir adalah agar ia bisa belajar bekerja. “Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakan gitu ya untuk semuanya rajin bekerja, bisa bekerja.”

Selain itu, Enrico menekankan bahwa Emilia tidak membutuhkan sopir dengan gaji murah saat mempekerjakan Ressa. “Teman-teman saya cukup bersyukur saya sangat bersyukur bahkan bahwa kami semuanya saya juga diberkati Tuhan cukup kami bisa kalau misalnya pun kami diminta oleh Mama kami untuk tolong kirimin Mama uang bulanan untuk bayar gaji karyawan, bayar gaji supir misalnya, tanpa mau kedengeran sombong saya bisa kok kirim uang ke Indonesia untuk gaji seorang sopir dengan gaji yang normal.”

Enrico menegaskan bahwa niatan Emilia adalah baik. “Lebih baik secara tulus saya katakan itu adalah niat baik mama saya tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya.”

Kronologi Ressa Mengetahui Denada sebagai Ibu Kandungnya

Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menjelaskan bagaimana kliennya mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Awalnya, Ressa hanya mendengar selentingan kabar bahwa yang merawatnya selama ini bukanlah ibu kandungnya. Ressa tinggal bersama tante Denada di Banyuwangi.

Momen tersebut terjadi setelah Ressa lulus dari SMA. Informasi ini diperoleh Ressa dari seseorang yang sangat ia percayai. “Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak tenteya Denada, melainkan anak Denada.”

Ressa sempat menyampaikan kecurigaannya langsung kepada Denada, tetapi sang penyanyi bersikukuh mengakui Ressa sebagai adiknya, bukan anaknya. “Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya,” tambah Moh Firdaus Yuliantono.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *