Isu Tabung Whip Pink di Rumah Reza Arap
Sebuah isu yang menarik perhatian publik muncul setelah munculnya dugaan adanya tabung whip pink atau gas nitrous oxide (N2O) di rumah YouTuber dan musisi Muhammad Reza Oktovian, yang akrab disapa Reza Arap. Isu ini mulai ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar potongan video vlog yang menayangkan adanya tabung tersebut di dalam rumahnya.
Namun, tidak lama setelah video tersebut viral, potongan video itu disebut telah dihapus dari platform YouTube. Hal ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat mengenai alasan penghapusan video tersebut.
Respons Polda Metro Jaya
Menanggapi isu tersebut, Polda Metro Jaya memberikan respons melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian lebih fokus pada edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan gas N2O.
“Kita menyampaikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan gas N2O. N2O ini adalah peruntukkannya untuk medis,” ujar Budi saat menjawab pertanyaan wartawan.
Ia juga menegaskan bahwa Polri akan melihat apakah ada unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus ini. Jika regulasi sudah ada, seperti dalam UU kesehatan, Psikotropika, maupun narkotika, maka penindakan bisa dilakukan. Namun, jika belum ada regulasi hukum yang mengatur, Polri akan lebih menekankan pada pendekatan edukasi.
Viral di Media Sosial
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya cuplikan video yang menayangkan sebuah tabung diduga whip pink di rumah Reza Arap. Video tersebut viral setelah disebut-sebut berasal dari vlog yang sebelumnya tayang di YouTube, namun kini telah ditarik dari platform tersebut.
Cuplikan video tersebut pertama kali ramai dibagikan ulang oleh sejumlah akun di TikTok dan X (dulu Twitter). Dalam video, terlihat adanya tabung berwarna pink di dalam rumah Reza Arap. Banyak pihak mencurigai bahwa tabung tersebut merupakan whip pink.
Sahabat Lula Lahfah, kekasih Reza Arap yang meninggal dunia, Dara Arafah, turut bereaksi atas viralnya video tersebut. Dalam salah satu postingan video di sebuah akun, ia menyinggung mengenai banyaknya orang yang melakukan screen record sebelum video asli itu menghilang.
“Sudah pada screen record kan?” tulisnya, yang kemudian ikut memancing banyak reaksi netizen.
Selain itu, selebgram Karin Novilda alias Awkarin juga mengunggah ulang cuplikan video tersebut dari akun lain. Ia memberikan sindiran lewat Instagram di X.
“Kalau emang enggak ada apa-apa, kenapa harus di-take down vlog-nya? Sekarang ngerti, kan,” tulis Awkarin dalam unggahannya.
Unggahan itu langsung menuai beragam respons dari warganet. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Reza Arap terkait alasan vlog tersebut ditarik dari YouTube maupun soal keberadaan tabung “whip pink” yang terlihat dalam cuplikan video viral.
Penemuan Tabung Whip Pink di Kamar Lula Lahfah
Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan tabung whip pink yang berisi gas tertawa (laughing gas) atau N2O di kamar apartemen Lula Lahfah di Essence Apartment, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, tabung whip pink tersebut merupakan salah satu barang bukti yang ditemukan kepolisian saat melakukan penyelidikan kematian Lula.
“Ada tabung pink yang menimbulkan polemik di masyarakat. Bisa dipastikan barang-barang itu milik saudari LL,” kata Iskandar dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Iskandar menambahkan, tabung itu diletakkan di pinggir ruangan di samping pendingin ruangan dan bak pasir kucing. Puslabfor DNA Bareskrim Polri Azhar Dahlan mengatakan, tabung tersebut terbukti digunakan Lula dengan temuan sidik jarinya.
“Pada tabung whip-pink muncul print DNA sentuhan profil milik saudara LL,” kata Azhar dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, polisi akan meminta keterangan terhadap lima orang saksi dari orang-orang terdekat Lula, termasuk sang kekasih, Reza Arap. Selain whip pink, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lainnya berupa obat-obatan, vape, dan empat botol cairan (liquid). Selain itu, ditemukan juga tisu dan sprei dengan bercak darah.
Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore lalu. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.
Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula. “Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI,” kata Murodih.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











