My WordPress Blog

Wajah Sopir WNA yang Tabrak Sheyna, Nasibnya Kini di Tangan Polisi

Kecelakaan di Chinatown Singapura: Seorang Bocah WNI Meninggal Dunia

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Chinatown, Singapura, mengakibatkan meninggalnya seorang bocah berusia enam tahun yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Peristiwa ini menimpa Sheyna Lashira, yang sedang berwisata bersama keluarganya. Kecelakaan tersebut terjadi pada 6 Februari 2026 dan menyebabkan korban meninggal dunia setelah tertabrak mobil.

Kepolisian Singapura telah mengambil langkah tegas dengan menangkap seorang perempuan berusia 38 tahun sebagai pengemudi mobil yang menabrak korban. Pihak berwenang juga memastikan bahwa proses hukum akan segera dimulai.

Korban Ibu dan Anak WNI

Sheyna Lashira adalah anak dari Raisha Anindra, seorang lulusan Sastra Cina UI angkatan 2013. Ia juga dikenal sebagai salah satu anggota ILUNI FIB UI. Saat kejadian, ia bersama putrinya sedang berada di Singapura sebagai wisatawan. Keduanya menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jantung Chinatown.

Setelah kejadian, pasangan ibu dan anak tersebut dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi sadar. Namun, nyawa Sheyna tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Sementara itu, sang ibu masih dirawat intensif di ruang ICU rumah sakit di Singapura.

Kronologi Kecelakaan di Jantung Chinatown

Menurut laporan Kepolisian Singapura (Singapore Police Force/SPF), kecelakaan terjadi di sepanjang South Bridge Road, kawasan distrik Chinatown, pada pukul 11.50 waktu setempat. Sebuah mobil menabrak dua pejalan kaki, yaitu seorang anak perempuan berusia enam tahun dan seorang wanita berusia 31 tahun.

Pasangan ibu dan anak tersebut dilaporkan sebagai turis asal Indonesia. Setelah kejadian, mereka masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi ke rumah sakit. Namun, nasib berkata lain dan Sheyna akhirnya meninggal dunia.

Pengemudi Ditangkap, Proses Hukum Dimulai

Kepolisian Singapura memastikan bahwa pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan. Penangkapan itu dikonfirmasi secara resmi oleh SPF kepada media lokal pada 8 Februari 2026. Insiden tersebut terjadi tak jauh dari Kuil Relik Gigi Buddha, sebuah lokasi ikonik yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Di tengah suasana duka, pemerintah Indonesia memastikan negara hadir untuk membantu keluarga korban. KBRI Singapura menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban hingga seluruh proses penanganan benar-benar tuntas.

Komitmen Negara di Tengah Duka

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan hingga seluruh proses penanganan selesai. Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa insiden tabrakan mobil itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut berujung pada meninggalnya seorang anak WNI bernama Sheyna Lashira (6). “KBRI Singapura telah menghubungi keluarga korban dan bertemu dengan ayah korban, serta mendatangi rumah sakit tempat korban berada untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan,” kata Heni.

Koordinasi Intensif dengan Otoritas Singapura

Tidak hanya hadir secara langsung, KBRI Singapura juga bergerak cepat menjalin komunikasi dengan pihak berwenang setempat. Langkah ini dilakukan demi memastikan seluruh prosedur administratif berjalan sesuai ketentuan, terutama dalam proses sensitif pemulangan jenazah korban ke Indonesia.

Menurut Heni, koordinasi lintas negara ini menjadi bagian penting agar hak-hak keluarga korban tetap terlindungi dan seluruh proses berjalan dengan tertib serta manusiawi, di tengah kondisi psikologis keluarga yang tengah terpukul.

Pemulangan Jenazah ke Tanah Air

Jenazah korban telah kembali ke Tanah Air pada Minggu (8/2/2026) pukul 06.50 WIB untuk dimakamkan. Korban kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *