My WordPress Blog

Mohan Hazian Hapus Foto Keluarga, Tinggalkan Istri, Hanya Tinggal Permintaan Maaf

Peristiwa Kontroversial Mohan Hazian dan Tindakan yang Diambil

Mohan Hazian kembali menjadi sorotan publik setelah menghapus seluruh unggahan di akun Instagram pribadinya di tengah kontroversi dugaan pelecehan seksual. Langkah tersebut terpantau pada Kamis (12/2/2026), dengan hanya satu unggahan yang tersisa berupa surat terbuka berisi permintaan maaf. Dalam surat tersebut, Mohan mengakui perbuatannya sebagai kesalahan yang tidak dapat dibenarkan dan menyatakan mundur dari seluruh jabatan serta keterlibatannya di brand Thanksinsomnia, termasuk sebagai owner.

Ia juga meminta publik tidak melibatkan para karyawan dalam polemik yang terjadi, karena menurutnya hal itu merupakan tanggung jawab pribadi. Hal ini semakin menjadi sorotan publik di tengah bergulirnya kasus ini.

Permintaan Maaf Mohan Hazian

Sebelumnya, Mohan menyampaikan permintaan maaf terbuka atas dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang talent yang pernah bekerja sama dengan brand Thanksinsomnia. Dalam pernyataannya, Mohan mengakui kesalahan tersebut. Ia menyatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan kesalahan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Menurutnya, tindakan tersebut telah melanggar batas antara profesional dan ranah pribadi yang menimbulkan luka dan dampak bagi para pihak, termasuk seluruh karyawan di brand yang ia miliki.

Sebagai konsekuensi, Mohan menyatakan mundur dari semua jabatan dan keterlibatannya di Thanksinsomnia, termasuk sebagai owner. Ia juga meminta tolong kepada masyarakat untuk tidak melibatkan pihak yang bekerja pada dirinya karena itu sepenuhnya tanggung jawabnya.

Latar Belakang Dugaan Pelecehan Seksual

Kasus ini bermula dari unggahan akun X @aarummanis yang membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Mei 2025, saat akun tersebut menjadi talent untuk sesi pemotretan foto dan video sebuah merek pakaian yang diduga milik Mohan Hazian.

Menurut penuturan korban, sesi pemotretan awalnya berlangsung tanpa kejanggalan. Namun, setelah pekerjaan selesai dan ia hendak pulang, Mohan menawarkan untuk makan bersama. Korban menyetujui ajakan tersebut karena mengira makan akan dilakukan bersama talent scouter. Namun, ketika talent scouter meninggalkan lokasi untuk menyimpan barang, korban mulai merasa curiga saat Mohan mengajaknya kembali masuk ke ruang pemotretan.

Korban menunggu di dalam, kemudian owner M mengatakan bahwa makanannya dipesan secara online. Ia semakin bingung dan curiga. Tak lama kemudian, Mohan diduga melakukan tindakan kekerasan seksual. Owner M memaksa memegang korban, menciumnya, bahkan naik ke atasnya. Korban sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M. Ia merasa terancam akan diperkosa dan berusaha menenangkan situasi agar bisa pulang dengan selamat.

Owner M tetap tidak peduli meski korban menolak berkali-kali. Dia menahan tangan korban, kemudian menunjukkan kelaminnya. Korban juga menyebut Mohan terus memaksa meski ia menangis dan ketakutan, bahkan melakukan masturbasi di hadapannya. Beliau bahkan menjilat telinga dan leher korban. Korban masih jijik dan trauma sampai sekarang. Ia hanya berharap semua berakhir dengan cepat dan bisa pulang.

Saat itu, korban diizinkan pulang dalam kondisi trauma mendalam. Ia masih trauma setiap kali melihat wajah Mohan di media. Rasanya ingin muntah dan terus teringat kejadian tersebut. Korban berharap kejadian serupa tidak menimpa orang lain. Belakangan, sejumlah pihak lain juga mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual oleh Mohan Hazian.

Sementara itu, Mohan Hazian telah memberikan tanggapan dan membantah semua tudingan tersebut.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *