My WordPress Blog

Kepsek SD Diduga Tampar 15 Siswa, Pesawat Ditembak KKB

Kepala Sekolah Diduga Menampar 15 Siswa yang Tidak Bawa Pianika

Seorang kepala sekolah SD swasta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, berinisial TA diduga melakukan kekerasan terhadap sedikitnya 15 siswa kelas 5 yang tidak membawa alat musik pianika. Kejadian ini memicu protes dari para orangtua dan akhirnya dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Menurut laporan yang diterima, kejadian bermula saat para siswa kelas 5 tidak membawa pianika usai ujian komputer. Beberapa anak mengaku dimarahi dan dihina oleh guru, bahkan ada yang mengalami kekerasan fisik. Sejumlah siswa kemudian dihukum berjemur di lapangan, sebelum akhirnya dipanggil ke lantai 2 oleh kepala sekolah.

Floortje, nenek salah satu siswa korban, mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut dimaki-maki dengan kata-kata kasar seperti “anak goblok” dan “anak miskin cuma numpang”. Dalam proses tersebut, beberapa siswa juga digampar hingga mengalami luka dan berdarah.

Ia menyebutkan bahwa ia baru mengetahui kejadian ini setelah mendapatkan informasi dari orangtua lain dan melihat kondisi wajah cucunya. Orangtua kemudian datang ke sekolah dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Informasi dari Grup Orangtua

Iin, salah satu orangtua siswa, mengungkapkan bahwa awalnya ia mengetahui peristiwa ini dari percakapan di grup orangtua. Ia langsung mengonfirmasi kejadian tersebut kepada anaknya dan merasa sangat prihatin.

“Dada saya sakit Mama,” kata Lina menirukan pernyataan anaknya. Iin menyebutkan bahwa orangtua kemudian meminta klarifikasi kepada kepala sekolah dan meminta dibuatkan surat pernyataan. Namun, kepala sekolah tidak mengakui kesalahan dan justru mengatakan bahwa siswa-siswa tersebut nakal dan tidak bisa diatur.

Menurut Iin, jumlah siswa yang mengaku mengalami kekerasan lebih dari 15 orang. Mereka tidak berani mengungkapkan kebenaran karena takut pada guru atau orang tua.

Penyelidikan oleh Pihak Berwajib

Kasat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri, membenarkan adanya laporan tentang kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa penyidik dari pihak kepolisian sedang menindaklanjuti laporan tersebut dan akan meminta keterangan dari pihak sekolah.

Tim redaksi juga telah menghubungi pihak yayasan sekolah dan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun belum mendapatkan respons.

Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digul

Di sisi lain, sebuah peristiwa memilukan terjadi di Boven Digul, Papua Selatan. Pesawat Smart Air menjadi sasaran penembakan di Bandara Koroway Batu. Insiden ini menewaskan pilot dan kopilot.

Hasil olah TKP menunjukkan bahwa serangan dilakukan oleh sekitar 20 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menunggu di semak-semak belakang bandara. Polisi menemukan 13 lubang peluru di badan pesawat serta sejumlah selongsong peluru di lokasi.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa motif penembakan adalah untuk menciptakan teror. Menurutnya, target para pelaku adalah membuat ketakutan di kalangan masyarakat.

“Target mereka adalah selalu membuat teror di masyarakat, karena tuntutan mereka adalah kemerdekaan dari Republik Indonesia,” ujarnya.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *