My WordPress Blog

Temuan Polisi di Lokasi Penembakan Anggota DPRD PPP

Penembakan di Rumah Anggota DPRD Jateng, Polisi Lakukan Olah TKP

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penembakan yang menimpa rumah anggota DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah. Insiden ini terjadi di Kampung Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (14/2/2026) malam.

Temuan dari Olah TKP

Hasil olah TKP yang dilakukan sejak pukul 11.30 WIB hingga 15.00 WIB menunjukkan adanya bekas tembakan di plafon rumah dengan ketinggian sekitar 257 sentimeter. Selain itu, ditemukan juga proyektil peluru di area garasi mobil, berjarak sekitar 23,2 meter dari posisi pelaku saat menembak.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, menjelaskan bahwa satu proyektil jenis timah berwarna perak dengan panjang sekitar satu sentimeter telah diamankan sebagai barang bukti. Proyektil tersebut ditemukan di sisi kiri garasi rumah korban.

Polisi juga berkoordinasi dengan Ditreskrimum dan Bid Labfor Polda Jateng untuk memeriksa proyektil tersebut. Dari hasil sementara, diketahui bahwa tembakan mengenai bagian atas bangunan, tepatnya di dak atas teras rumah, lalu memantul ke bawah.

Rekaman CCTV Menangkap Pelaku

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang menggunakan motor Vario. Saat tiba di lokasi, pagar rumah dalam keadaan terbuka, sehingga pelaku leluasa masuk ke area rumah. Pelaku sempat berputar arah sebelum melepaskan satu kali tembakan yang mengarah ke atas, kemudian langsung meninggalkan lokasi.

Pelaku mengenakan jaket kulit warna hitam dan masker. Dari hasil pemantauan CCTV, ada indikasi pelaku sudah memetakan wilayah ini sebelumnya. Cara masuk dan keluar lokasi terlihat cukup cepat dan terarah.

Detik-Detik Penembakan

Amat Muzakhim (56), suami Nur Fatwah, mengungkapkan bahwa terduga pelaku penembakan terekam CCTV. Aksi penembakan terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 21.10. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang dari arah utara dengan mengendarai motor Honda Vario berwarna hitam. Pelat nomor kendaraan diduga sengaja ditutup plastik untuk menghindari identifikasi.

Pelaku melintas melalui samping restoran milik korban, kemudian masuk ke area teras rumah. Kawasan rumah korban tergolong ramai karena diapit pertokoan dan lokasi wisata kolam renang anak. Setibanya di teras rumah, pelaku membelakangi korban. Tak lama kemudian, pelaku menengok ke belakang dan mengarahkan senjata api yang hingga kini belum diketahui tipenya ke arah korban yang saat itu sedang duduk di depan.

Tembakan yang dilepaskan pelaku meleset dan mengenai dek plafon dekat garasi mobil. Proyektil kemudian ditemukan di bawah keran air dekat pintu samping rumah.

Upaya Mengejar Pelaku

Boim, suami korban, menceritakan bahwa sejak sore hari dirinya berada di luar rumah. Setelah salat asar, dia bersama dua rekannya pergi ke Kecamatan Talun untuk membeli telur sebanyak empat tong. Setelah itu, dia melanjutkan aktivitas dengan makan malam di Grogolan dan menyalurkan bantuan banjir ke Pesanggrahan dan Bebel.

Sekira pukul 20.30, Boim sampai rumah. Tidak lama kemudian, ada dua tamu datang. Situasi berubah mencekam ketika salah satu tamu keluar rumah untuk membeli rokok. Tak berselang lama, sebuah motor datang dari arah utara dan berhenti sejenak di depan rumah. Pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan, sebelum melarikan diri.

Ada motor masuk, berhenti sebentar, lalu langsung menembak. Kejadiannya sekira pukul 22.00. Boim sempat berniat mengejar pelaku, tetapi mengurungkan niat karena khawatir pelaku masih membawa senjata api. Ia memastikan, suara letusan terdengar sangat keras dan berbeda dari suara petasan atau benda jatuh biasa.

Tembakan tersebut mengenai tembok dan proyektilnya jatuh di depan teras garasi. Polisi telah mengamankan proyektil sebagai barang bukti, namun selongsong peluru belum ditemukan di lokasi kejadian.

Boim langsung menghubungi aparat kepolisian sebanyak tiga kali, masing-masing ke Polda Jateng dan Polres Pekalongan. Sekira 30 menit kemudian, petugas dari Polsek Kedungwuni yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian tiba untuk melakukan olah TKP.

Saat ditanya terkait kemungkinan motif, Boim menegaskan tidak memiliki persoalan bisnis maupun konflik dengan pihak lain. “Kalau persoalan kompetitor, tidak ada,” tegasnya.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku diduga datang dari arah utara dengan mengenakan jaket dan masker. Pelaku mengendarai motor dengan pelat nomor belakang yang diposisikan miring sehingga sulit terbaca.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *