My WordPress Blog

AT, Siswa SMP Berprestasi Tewas Dianiaya Brimob di Tual Maluku

Oknum Anggota Brimob Diduga Aniaya Siswa SMP Hingga Tewas

Korban yang bernama AT (14), seorang remaja di bawah umur dan siswa kelas IX berprestasi di MTsN 1 Maluku Tenggara (Maltra), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Maluku. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (19/2/2026) di ruas jalan RSUD Maren, Kota Tual.

AT dikenal sebagai siswa yang aktif dan berprestasi di sekolahnya. Salah satu prestasinya adalah meraih penghargaan juara 1 bersama tim futsal di Expo Madrasah 2025. Kematian AT semakin memilukan bagi lingkungan sekitar, terutama keluarga korban.

Saat kejadian, korban dibonceng oleh kakaknya, Nasri Karim (15), siswa kelas X MAN Maluku Tenggara. Keduanya melintas di ruas jalan sekitar RSUD Maren usai salat subuh. Tiba-tiba, terduga pelaku menghentikan mereka dan diduga langsung memukul korban menggunakan helm hingga terjatuh dari sepeda motor.

Nasri Karim menyampaikan bahwa oknum Brimob tersebut melompat dan memukul adiknya dengan helm. Akibatnya, korban terjatuh dengan posisi menyamping dan terseret beberapa meter di atas aspal. “Adik saya masih sempat sadar, tetapi mengalami pendarahan dari mulut dan hidung serta benturan di bagian belakang kepala,” ujar Nasri.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sekitar pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Nasri dilaporkan mengalami patah tangan dan masih menjalani perawatan.

Nasri juga membantah dugaan bahwa dirinya dan korban melakukan aksi balap liar. “Oknum itu memaksa mengakui kami balapan, padahal jalan menurun sehingga motor melaju lebih cepat,” tegasnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula saat oknum Brimob Bripda MS bersama rekan-rekannya sesama anggota Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2/2026) dini hari. Patroli dengan menggunakan kendaraan taktis itu awalnya dilakukan Bripda MS dan rekan-rekannya di kawasan Mangga Dua Langgur sekitar Pukul 02.00 WIT.

Namun, dalam patroli tersebut, tim mendapat informasi dari warga bahwa sedang terjadi aksi keributan yang berujung pemukulan di sekitar area Tete Pancing. Tim lantas bergeser dari Langgur menuju Desa Fiditan Kota Tual.

Setelah kejadian, Kasat Reskrim Polres Tual, IPTU Aji Prakoso Trisaputra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Sementara itu, Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, juga membenarkan bahwa anggota tersebut telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Irfan Marpaung, belum memberikan keterangan rinci dan menyatakan bahwa proses penyampaian informasi berada di bawah kewenangan Polres Tual.

Keluarga Korban Minta Diusut Tuntas

Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. Ayah korban, Rijik Tawakal, menyampaikan permintaan agar kasus ini diusut secara tuntas agar tidak bias dan tidak terulang di kemudian hari.

“Secepatnya diusut,” tegasnya. Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Maluku, sekaligus menegaskan komitmen institusinya untuk menangani kasus secara transparan, profesional, dan berlapis, baik dari sisi pidana maupun kode etik profesi Polri.

Terduga Pelaku Ditahan, Proses Penyelidikan Berjalan

Terduga pelaku, Bripda Masias Siahaya, telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual tak lama setelah kejadian. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara terang rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polri menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu Polri tersebut yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, yang tentunya dapat menciderai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Humas Polri, memastikan bahwa institusinya berkomitmen menindak tegas personel yang terlibat melalui proses penegakan hukum dan kode etik secara transparan dan akuntabel. Ia menambahkan, Polri juga mendoakan agar keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Polri mengajak keluarga korban dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses hukum agar berjalan sesuai prinsip-prinsip hukum yang berlaku.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *