Kesaksian Terakhir Bocah 12 Tahun yang Membongkar Kekerasan oleh Ibu Tiri
Detik-detik terakhir NS (12), bocah yang meninggal dunia akibat luka bakar, menjadi momen penuh emosi dan kejutan. Sebelum menghembuskan napas terakhir, NS memberikan kesaksian penting yang mengungkap kekerasan yang dialaminya dari ibu tirinya.
Pada hari Kamis (19/2/2026) sore, NS dibawa oleh ayahnya, Anwar Satibi (38), ke rumah sakit setelah tubuhnya melepuh. Saat itu, NS masih dalam kondisi sadar dan memberi keterangan singkat kepada ayahnya bahwa ia diperintahkan minum air panas oleh ibu tiri. Meski dalam kondisi lemah, NS tetap memberikan kesaksian kunci dengan menunjuk wajah ibu tiri di depan petugas polisi.
Ketika ditanya mengapa tubuhnya penuh luka, NS dengan sisa tenaga menjawab sambil menunjuk ke arah ibu tiri. “Tuh, tuh…” ucapnya lirih namun jelas. Reaksi spontan langsung muncul dari ayah NS, yang langsung memukul istri tersebut di hadapan petugas. Petugas kemudian meminta Anwar untuk tenang agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Hasil Autopsi yang Mengejutkan
Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi melakukan autopsi terhadap NS selama tiga jam. Ditemukan luka bakar di berbagai bagian tubuh, termasuk lengan, kaki, punggung, serta luka permanen di bibir atas dan hidung. Namun, dokter menyatakan bahwa luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian.
Kejanggalan muncul saat pemeriksaan organ dalam. Tim dokter menemukan paru-paru korban yang membengkak. Hal ini membuat tim forensik mencurigai adanya faktor lain di dalam tubuh NS. Sampel organ korban dikirim ke laboratorium Jakarta untuk mengetahui apakah ada zat tertentu yang memengaruhi kematian.
Meskipun isu penganiayaan viral di media sosial, dokter menegaskan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul. Fokus penyelidikan kini beralih pada hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian NS.
Penyembunyian Kekejaman oleh Ibu Tiri
Pelaku, ibu tiri NS, sempat membohongi suaminya dengan alasan demam tinggi agar kekerasan tersebut tidak terungkap. Kebohongan itu akhirnya terbongkar setelah kondisi NS memburuk hingga meninggal dunia.
NS sempat mengungkapkan bahwa dirinya dipukul dan dipaksa minum air panas. “Ku mama (sama mama),” katanya. Ayah NS langsung memukul istrinya setelah mendengar pengakuan itu.
Menurut Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono, penyelidikan sedang berjalan sambil menunggu hasil otopsi. Anwar Satibi mengungkapkan bahwa saat kejadian ia sedang bekerja di kawasan Sukabumi Kota. Ia ditelepon istri mengabarkan bahwa NS sakit demam tinggi. Namun, ketika sampai di rumah, kondisi anaknya sudah penuh luka.
Anwar berharap jika memang terbukti istri melakukan penganiayaan, maka dijatuhi hukuman setimpal. Ia juga mengungkap bahwa sebelumnya pernah terjadi penganiayaan dan melaporkan ke Polres PP. Istri NS datang memohon sujud dan akhirnya diampuni.
Komentar dari Pihak Rumah Sakit
Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkap terdapat luka bakar di sejumlah bagian tubuh NS. Meski disimpulkan luka bakar, polisi belum memastikan hal tersebut disebabkan penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian.
Dari video beredar, ibu tiri mengaku telah membawa NS ke puskesmas untuk berobat. “Candak (bawa) berobat ke puskesmas. Demam, main lagi, jatuh lagi, udah aja begini,” katanya. Namun, saat NS mengungkap pelaku, ibu tiri langsung menyangkal.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











