My WordPress Blog

Ramadhan di Palembang, Kurniawan Karman Jaga Tradisi Sumsel United

Ramadhan di Tengah Persaingan Sepak Bola

Bulan suci Ramadhan tahun ini berbeda bagi bek kanan Sumsel United, Kurniawan Karman. Meski tinggal di perantauan, ia menjalani puasa bersama keluarganya di Kota Palembang. Kurniawan yang berasal dari Makassar ini merasa bersyukur karena bisa menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya meskipun dalam kondisi perantauan.

Kurniawan Karman, yang lahir pada 29 Maret 1991, sejak bergabung dengan Sumsel United dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, membawa keluarganya ke Palembang. Ia mengatakan bahwa pengalaman berpuasa di perantauan bukanlah hal baru baginya. “Saya dan keluarga sudah beberapa kali berpuasa di luar kampung halaman. Jadi sudah terbiasa,” ujarnya.

Meskipun tinggal di tempat yang jauh dari rumah, Kurniawan tetap mempertahankan tradisi berbuka puasa yang khas. Ia selalu menyiapkan menu spesial seperti kurma, teh hangat, dan ikan kuah kuning. Menu ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual berbuka puasa setiap hari.

Selain fokus pada ibadah, Kurniawan juga siap menghadapi laga krusial melawan Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 pekan ke-20. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada Minggu (22/2/2026) malam. Ia mengaku bahwa semua pemain sudah siap menghadapi pertandingan ini.

“Alhamdulillah, kesiapan tim Insya Allah baik. Kami bermain di kandang, jadi wajib meraih tiga poin. Tapi setiap laga adalah final,” kata Kurniawan.

Evaluasi Performa Tim

Pelatih kepala Sumsel United, Nil Maizar, menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekalahan 3-1 dari PSMS Medan pekan lalu. Ia dan staf pelatih langsung melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki berbagai kekurangan. Mulai dari koordinasi pertahanan yang rapuh hingga tumpulnya lini depan dalam penyelesaian akhir.

“Kita masih membenahi berbagai kekurangan tim saat melawan PSMS Medan. Harapannya performa bisa lebih baik dan meningkat lagi,” ujar Nil Maizar.

Menurut pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Januari 1970 ini, evaluasi dilakukan secara bertahap. Ia juga mempersiapkan elemen-elemen penting untuk menghadapi Garudayaksa FC. Termasuk motivasi pemain agar tetap semangat meski laga digelar di bulan puasa dan malam hari.

“Pemain tidak boleh menyerah dalam kondisi apapun. Itu yang kita sikapi,” jelasnya.

Statistik Pertandingan Sebelumnya

Berdasarkan hasil evaluasi dari dua laga sebelumnya, Nil Maizar menilai performa Hafit Ibrahim dan rekan-rekannya cukup baik. Terutama saat melawan Garudayaksa FC.

Dalam laga tandang, Laskar Juaro berhasil mencatatkan penguasaan bola sebanyak 62 persen. Dengan 14 total shot dan 3 shot on target, serta 360 passing sukses dari 411 total passing, dengan akurasi mencapai 88 persen dan 6 chances created. Meski tidak berhasil mencetak gol.

Sementara itu, Garudayaksa FC hanya mampu mencatatkan penguasaan bola sebanyak 38 persen. Dengan 2 total shot dan 0 shot on target. 223 passing sukses dari 303 total passing dengan akurasi mencapai 74 persen dan hanya 1 chances created.

“Evaluasinya tentu di penyelesaian akhir. Tapi bukan itu saja, walaupun kita banyak membuat peluang dan tidak mencetak gol. Kita juga tetap memperbaiki pertahanan. Jadi semua sisi kita akan terus perbaiki,” pungkas Nil Maizar.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *