My WordPress Blog

Serda Hamdani, Prajurit TNI Asal Pucak Maros, Jadi Korban Serangan Kelompok Bersenjata di Nabire

Peristiwa Penyerangan di Pos Palang, Serda Hamdani Gugur

Pada hari Sabtu (21/2/2026), sebuah peristiwa tragis terjadi di wilayah Papua Tengah yang menewaskan seorang anggota TNI. Korban bernama Serda Hamdani, yang merupakan personel dari Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ia gugur dalam aksi penyerangan di Pos Palang/Jaga 1 PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.

Penyerangan ini diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM pimpinan Aibon Kogoya. Dalam kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia, termasuk Serda Hamdani dan seorang warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, yang bekerja sebagai petugas keamanan perusahaan.

Tugas dan Fungsi Deninteldam XVII/Cenderawasih

Serda Hamdani adalah anggota dari Deninteldam XVII/Cenderawasih, yang merupakan Detasemen Intelijen Kodam XVII/Cenderawasih. Satuan ini bertugas dalam penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan informasi. Deninteldam XVII/Cenderawasih juga berperan aktif dalam operasi keamanan dan sosial di wilayah Papua, termasuk pendekatan kepada masyarakat.

Pos Palang yang dijaga oleh Serda Hamdani bukanlah pos resmi TNI, melainkan pos pengamanan milik perusahaan tambang. Namun, pos tersebut dijaga oleh beberapa personel TNI, termasuk Serda Hamdani dan Aksay Sandika Moho.

Kronologi Penyerangan

Sebelum penyerangan terjadi, kendaraan milik subkontraktor yang melintas di dekat pos sempat ditembak sebanyak dua kali oleh kelompok bersenjata. Kendaraan tersebut berhasil melarikan diri setelah berbalik arah menuju area perusahaan.

Informasi penembakan itu kemudian diteruskan kepada Kepala Pengamanan PT Kristalin Eka Lestari, Eduard Runtuwene, yang langsung menghubungi personel pengamanan lainnya untuk bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 15.45 WIT, tim gabungan tiba di Polsek Legari dan bergabung dengan Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz sebelum bergerak menuju tempat kejadian perkara.

Tim gabungan dilaporkan tiba di lokasi sekitar pukul 16.24 WIT dan langsung melakukan penyisiran area. Tak lama kemudian, Kapolres Nabire beserta rombongan juga datang ke lokasi untuk memastikan situasi aman.

Evakuasi dan Kerugian Material

Korban selanjutnya dievakuasi sekitar pukul 17.36 WIT dan dibawa ke RSUD Nabire untuk proses visum. Jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.59 WIT. Selain korban jiwa, dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan hilangnya satu pucuk pistol jenis G2 Combat, satu magazen, serta 10 butir amunisi kaliber 9 milimeter.

Berdasarkan keterangan saksi warga setempat, saat penyerangan terjadi, hanya terdapat dua orang yang berjaga di pos, yakni Serda Hamdani dan Aksay Sandika Moho. Saat kejadian, Serda Hamdani sedang beristirahat sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kelompok bersenjata menyerang pos tersebut.

Penyerangan Diduga Direncanakan

Penyerangan ini diduga telah direncanakan dengan matang, termasuk mempelajari pola penjagaan dan memanfaatkan celah keamanan di pos tersebut. Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengamanan dan penyelidikan lanjutan di lokasi kejadian.

Konfirmasi Camat Tompobulu

Camat Tompobulu Hamril Ilham saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kabar duka tersebut telah diterima pihak keluarga dan pemerintah setempat. “Kami sangat berduka atas kejadian ini. Almarhum adalah putra asli Tompobulu, tepatnya dari Desa Pucak,” kata Hamril Ilham saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Ia menuturkan, pemerintah kecamatan bersama aparat desa kini turut mendampingi keluarga korban serta menunggu proses pemulangan jenazah. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” imbuhnya.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *