My WordPress Blog

Vina 25 Menit Video Call, KDM Pastikan Pulang dan Ungkap Sindikat Nikah Pesanan

Safari Ramadan di Mandala Giri: Pernyataan Dedi Mulyadi tentang Kasus Vina

Di tengah suasana yang penuh antusiasme, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri acara Safari Ramadan di Lapangan Mandala Giri, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Acara ini berlangsung pada malam hari dan dihadiri oleh ribuan warga. Di sini, Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan terkait kasus Vina, seorang perempuan asal Desa Gombang yang diduga terlibat dalam praktik nikah pesanan di luar negeri.

Komitmen Pemerintah Provinsi

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan segera menangani komunikasi dan penjemputan Vina dari luar negeri. Ia juga menyampaikan rencana untuk memberikan data tersebut kepada Bupati Cirebon. Peristiwa ini mencuat setelah video permohonan bantuan Vina viral di media sosial, yang memicu perhatian publik luas.

Sentil Janji Mahar Mewah

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyentil fenomena pernikahan ke luar negeri yang sering menawarkan janji materi. Ia menyebutkan bahwa banyak perempuan Jawa Barat mudah tergoda oleh janji mahar mewah. Namun, ia menegaskan bahwa janji-janji itu tidak selalu ditepati.

Ia kemudian melanjutkan dengan nada berkelakar, menyatakan bahwa dirinya sebagai politisi. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak terbelenggu oleh identitas politik atau kelompok tertentu. Menurutnya, yang utama adalah kepentingan rakyat.

Video Call 25 Menit dengan Vina

Sebelum menyampaikan pernyataannya di hadapan publik, Dedi Mulyadi telah melakukan panggilan video selama 25 menit dengan Vina pada hari yang sama. Dalam percakapan tersebut, Vina menjelaskan kronologi kejadian secara jujur agar tidak ada kesalahan informasi.

Vina mengaku sempat mendapat teguran dari gubernur karena keputusannya untuk menikah. Namun, ia menerima teguran tersebut karena merasa ada kesalahan dari dirinya sendiri. Ia juga menyampaikan harapan untuk dapat kembali ke Indonesia secepatnya, karena semua berkasnya ditahan. Vina juga diminta untuk membagikan informasi lokasi serta nomor pihak yang terlibat.

Meskipun telah mendapatkan respons dari gubernur, Vina masih merasa cemas. Ia takut jika pihak yang terlibat mengetahui keberadaannya dan memberi tahu orang-orang di Indonesia. Namun, ia mendapatkan peneguhan dari Dedi Mulyadi bahwa ia akan dijemput oleh KBRI.

Awal Peristiwa

Peristiwa ini berawal dari perkenalan Vina di tempat kerjanya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Ia mengaku awalnya mengetahui ajakan menikah tersebut, namun tidak memahami adanya jaringan terorganisir di baliknya. Sesampainya di China, situasi berubah drastis. Vina menyatakan bahwa ia sempat menerima ancaman ketika ingin membatalkan pernikahan.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kontrak tertulis sebelum keberangkatan. Pembahasan mahar baru dilakukan dua hari sebelum keberangkatan. Kuasa hukum keluarga dari YLBHI Garuda Sakti sebelumnya menyampaikan bahwa rombongan warga negara asing tercatat datang hingga empat kali ke rumah Vina di Gombang sebelum keberangkatannya pada 7 Agustus 2025.

Tanggapan Publik

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video Vina yang menangis dan memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat menyebar luas di media sosial. Acara Safari Ramadan di Mandala Giri menjadi momen penting bagi Dedi Mulyadi untuk menyampaikan komitmennya terhadap kasus ini.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *