Penipuan Terhadap Pensiunan di Pusat Perbelanjaan
Seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) berusia 70 tahun menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh sepasang pasutri dan seorang wanita WNI. Kejadian ini terjadi di sebuah pusat perbelanjaan pada Jumat (20/2/2025) sekitar pukul 11.00 di kawasan Jalan Pandan Prima. Korban mengalami kerugian hingga Rp 43,4 juta akibat kehilangan perhiasan emas yang bernilai tinggi.
Modus Penipuan yang Umum Terjadi
Menurut informasi dari Kepolisian Distrik Ampang Jaya, modus penipuan ini sering terjadi di ruang publik. Pelaku menemui korban dengan alasan meminta bantuan karena memiliki tiket lotre senilai 300.000 ringgit Malaysia namun tidak bisa mencairkannya karena tidak memiliki dokumen identitas. Korban kemudian dijanjikan imbalan jika bersedia membantu.
Salah satu pelaku memegang tangan korban, sehingga membuatnya merasa bingung dan mudah dipengaruhi. Dalam kondisi tersebut, korban dibujuk untuk masuk ke dalam mobil Proton Waja bersama para pelaku.
Kehilangan Perhiasan dan Pengeluaran Uang Jaminan
Di dalam kendaraan, salah satu pelaku mengklaim bahwa tiket lotre telah ditukar menjadi cek dan meminta korban untuk mencairkannya. Untuk itu, pelaku meminta uang jaminan sebesar RM30.000 agar korban tidak melarikan diri dengan uang tersebut.
Karena korban tidak memiliki uang tunai, ia akhirnya menyerahkan kalung dan gelang emas miliknya senilai sekitar 10.000 ringgit Malaysia sebagai jaminan. Setelah itu, korban dibawa ke sebuah bank di kawasan Ampang Point.
Namun, ketika tiba di lokasi, para pelaku justru meninggalkan korban dan melarikan diri dengan membawa seluruh perhiasan tersebut. Polisi Malaysia saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap ketiga pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini, terutama yang melibatkan bujuk rayu dan manipulasi psikologis di ruang publik.
Kasus Pencurian Lain di Sampang
Selain kasus penipuan di pusat perbelanjaan, terdapat juga kejadian pencurian di wilayah Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Garuda Nomor 258, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang.
Korban diketahui bernama Subeideh (48), seorang petani asal Desa Kamoning, Sampang. Terduga pelaku adalah mantan suaminya sendiri. Kasi Humas Polres AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, terduga pelaku berinisial DL, yang merupakan mantan suami korban, datang dan meminjam uang sebesar Rp300 ribu.
Karena korban tidak memiliki uang dan tidak meminjamkan, pelaku sempat meminta izin untuk keluar dari kos. Namun, situasi berubah ketika pelaku diam-diam mengambil perhiasan emas milik korban berupa lima gelang, satu kalung rantai, dan dua cincin tanpa seizin pemiliknya.
Peristiwa Berulang dan Tindakan Lanjutan
Setelah itu, korban segera merebut kembali perhiasan emas itu dari tangan pelaku dan menyimpannya ke dalam dompet berwarna biru. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, korban tengah menyapu di depan kamar kos. Pada saat itu, korban kembali terlibat adu mulut dengan DL akibat persoalan pinjaman uang yang sama.
Dalam pertengkaran tersebut, pelaku sempat mengucapkan talak tiga kepada korban. Setelah cekcok, pelaku masuk ke kamar tidur dan mengambil kembali perhiasan emas dari dompet biru yang diletakkan korban di bawah meja dan tertutup pakaian.
Setelah berhasil membawa perhiasan tersebut, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Mio warna putih. Korban sempat berusaha mengejar dan meminta agar perhiasan itu dikembalikan, namun pelaku tidak menghiraukan dan terus melaju meninggalkan lokasi.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp20 juta,” ungkap AKP Eko Puji Waluyo. Untuk kasus ini masih dalam penyelidikan, perlu pemeriksaan saksi lain dan korban.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











