Penggunaan Drone Shahed-139 untuk Serangan ke Kapal Induk AS
Korp Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baru-baru ini mengklaim bahwa drone Angkatan Laut Iran berhasil membuat kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, terpaksa mundur dari Selat Hormuz. Menurut laporan, kapal induk bertenaga nuklir tersebut dan kapal perusak pendampingnya harus menjauh dari wilayah strategis tersebut setelah menerima serangan dari drone Iran.
Ironisnya, drone yang digunakan dalam serangan tersebut adalah hasil rekayasa dari drone Amerika yang sebelumnya berhasil dikuasai oleh Iran. Pada tahun 2011, Iran menyita sebuah pesawat tanpa awak (UAV) Lockheed Martin RQ-170 Sentinel yang telah dibajak dan jatuh akibat tindakan perang siber. Dari data dan komponen yang diperoleh, Iran kemudian melakukan pengembangan ulang dan menciptakan varian drone mereka sendiri.
Kekuatan Drone Iran di Dunia Internasional
Iran dikenal sebagai salah satu produsen utama drone yang memiliki kualitas tinggi. Bahkan, Rusia pernah mengakui bahwa beberapa drone yang digunakan dalam konflik melawan Ukraina berasal dari pasokan Iran. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi drone Iran tidak hanya diminati oleh negara-negara regional, tetapi juga mendapat perhatian internasional.
Selain itu, saat ini beredar informasi bahwa Rusia diduga terlibat secara diam-diam dalam bantuan militer kepada Iran, terutama dalam konteks persaingan dengan AS dan Israel. Dugaan ini muncul karena adanya rasa terima kasih dari Rusia atas dukungan Iran selama konflik di Ukraina. Dalam hal ini, Rusia disebut memberikan data intelijen tentang lokasi basis militer AS dan Israel, baik di wilayah Israel maupun di kawasan Timur Tengah. Data ini memungkinkan Iran menggunakan rudal dengan presisi tinggi untuk menyerang pos-pos militer AS dan Israel.
Pengembangan Drone Shahed-139
Salah satu jenis drone yang digunakan dalam serangan terhadap USS Abraham Lincoln adalah Shahed 139. Drone ini merupakan varian dari rangkaian drone Shahed yang dikembangkan oleh perusahaan lokal Iran, yaitu Shahed Aviation Industries. Produksi drone ini tidak hanya dilakukan di Iran, tetapi juga di Rusia, dengan versi Rusia dirancang berdasarkan rencana Iran.
Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, drone Shahed mulai digunakan oleh pasukan Rusia dalam pertempuran melawan Ukraina. Meski Iran menghadapi sanksi internasional, klaim menyebutkan bahwa komponen drone Shahed-139 menggunakan suku cadang komersial yang berasal dari perusahaan di Amerika Serikat, Swiss, Belanda, Jerman, Kanada, Jepang, dan Polandia. Suku cadang ini diimpor ke Iran dari berbagai negara seperti Turki, India, Kazakhstan, Uzbekistan, Vietnam, dan Kosta Rika.
Sejarah Rekayasa Drone AS oleh Iran
Sejarah pengembangan drone Shahed dimulai ketika Iran menyita UAV RQ-170 Sentinel milik AS pada 5 Desember 2011. Setelah itu, Shahed Aviation Industries melakukan proses rekayasa balik terhadap pesawat tersebut. Dari pengetahuan yang diperoleh, mereka mengembangkan dua varian drone baru, yaitu Shahed 171 Simorgh dan Shahed 191 Saeqeh.
Shahed-139 adalah varian yang lebih canggih dari Shahed-129 sebelumnya. Drone ini termasuk dalam kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance), yang berarti memiliki kemampuan terbang lama dan ketinggian jelajah yang tinggi. Drone ini telah digunakan dalam berbagai konflik regional dan menjadi sorotan dunia internasional.
Spesifikasi Teknis Drone Shahed-139
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut adalah spesifikasi utama dari drone Shahed-139:
- Rentang sayap: 14,7 meter
- Panjang: 8,1 meter
- Tinggi: 2,9 meter
- Berat kosong: Sekitar 1.766 kg
- Jangkauan: Diperkirakan hingga 2.000 kilometer
- Daya tahan: Hingga 24 jam waktu penerbangan operasional
- Ketinggian jelajah maksimum: Hingga 30.000 kaki atau sekitar 9.144 meter
Dengan spesifikasi yang kuat, drone Shahed-139 berhasil membuat kapal induk modern AS, USS Abraham Lincoln, terpaksa mundur dari Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi drone Iran semakin berkembang dan mampu menghadapi ancaman dari kekuatan militer besar seperti AS.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











