My WordPress Blog

Masih Ingat Iptu Nasrullah? Dari Pahlawan ke Tersangka Pembunuhan

Perjalanan Karier dan Kehidupan Iptu Nasrullah Muntu

Iptu Nasrullah Muntu kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan. Sebelumnya, ia dikenal sebagai perwira polisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Salah satu aksi heroiknya adalah saat ia berhasil menyelamatkan balita Bilqis dari penculikan. Keberhasilannya itu membuatnya mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar.

Pengakuan atas Dedikasi dan Prestasi

Nasrullah pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang. Di sana, ia memimpin tim gabungan untuk menyelamatkan Balita Bilqis Ramdhani yang ditemukan di wilayah komunitas Suku Anak Dalam, Merangin, Provinsi Jambi. Aksi tersebut membuktikan keberanian dan kemampuannya dalam menghadapi situasi darurat.

Perjalanan Karier yang Menjanjikan

Karier Nasrullah dimulai dari pangkat Bintara. Ia mengikuti pendidikan Diktukba pada 2005 sebelum kemudian meniti karier hingga menjadi perwira melalui program Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada 2020. Proses peningkatan pangkatnya terus berlanjut hingga akhirnya ia meraih pangkat Iptu pada 2025.

Selain aktif dalam tugas kepolisian, Nasrullah juga memiliki latar belakang pendidikan yang cukup panjang. Ia pernah menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Keperawatan pada 2011. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar sarjana. Pada 2019, ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Muslim Indonesia. Tak berhenti di sana, ia juga meraih gelar doktor (S3) Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin pada 2025.

Kemampuan Profesional yang Mengagumkan

Kemampuan profesional Nasrullah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga secara internasional. Ia pernah bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Formed Police Unit di UNAMID Sudan. Atas penugasan tersebut, ia menerima tanda kehormatan Satyalencana Bhakti Buana pada 2013. Selain itu, Nasrullah dikenal menguasai beberapa bahasa asing, termasuk Arab dan Inggris.

Kehidupan Pribadi yang Disiplin

Di kehidupan pribadinya, Nasrullah dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dan menerapkan disiplin pendidikan agama kepada anak-anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada profesi, tetapi juga menjaga nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Kasus Penembakan yang Menjerat

Namun, kini Nasrullah harus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Kasus ini bermula dari peristiwa penembakan yang menewaskan remaja bernama Bertrand Eko Prasetyo. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kemudian menetapkan Iptu N sebagai tersangka setelah serangkaian penyelidikan dilakukan.

Kapolrestabes Makassar Arya Perdana membenarkan penetapan status tersebut. “Yang bersangkutan Iptu N sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Arya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (4/3/2026) malam. Saat ini, Nasrullah masih menjalani pemeriksaan intensif di Patsus Polda Sulsel untuk proses hukum lebih lanjut.

Tindakan Kompolnas

Kasus ini juga menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Lembaga tersebut turun langsung ke Makassar untuk menelusuri fakta di lapangan. Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengecekan langsung setelah menerima laporan mengenai peristiwa tersebut.

“Komisioner Kompolnas datang memang untuk mengecek langsung apa yang terjadi dalam peristiwa di Panakkukang. Yang pertama kami lakukan memang ketemu sama keluarga, mengecek TKP, posisi CCTV dan sebagainya, kami cocokkan dengan CCTV yang ada,” ujar Cak Anam sapaan akrabnya saat diwawancarai awak media di Mapolda Sulsel, Kamis (5/3/2026).

Dalam pemeriksaan awal terhadap rekaman CCTV, Kompolnas menemukan bahwa posisi senjata tidak mengarah langsung kepada korban. “Biarkan itu lebih (didalami). Kalau dilihat dari video yang lebih terang itu, posisinya memang dalam posisi yang bukan membidik. Artinya kalau membidik itu memang nyasar satu subyek tertentu,” kata dia.

Proses penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut masih terus berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti dari peristiwa penembakan yang menewaskan remaja tersebut.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *