My WordPress Blog

Zendhy Kusuma, Pencuri Makanan yang Laporkan Istri Psikolognya

Kasus Pencurian di Resto Bibi Kelinci Kopitiam: Gitaris dan Psikolog Diduga Terlibat

Sebuah kasus pencurian yang terjadi di resto Bibi Kelinci Kopitiam milik selebgram Nabilah O’Brien menarik perhatian publik. Pasangan suami istri, Zendhy Kusuma dan Evi Santi Rahayu, diduga mengambil makanan tanpa membayar. Kejadian ini berawal dari sebuah pengalaman buruk yang dialami oleh Nabilah saat melayani pelanggan.

Pada Sabtu (20/9/2025), Nabilah membagikan pengalaman tidak menyenangkan melalui akun Instagram @nabobrien. Ia menulis:

“14 MAKANAN & MINUMAN DIGONDOL GITARIS & PSIKOLOGI. Ya, 14 ITEM!! Dengan alasan ‘lama menunggu,'”

Dalam keterangan tambahan, Nabilah menjelaskan bahwa pasangan tersebut tidak hanya mengambil makanan dan minuman, tetapi juga melakukan intimidasi terhadap pekerja restoran, bahkan melakukan kekerasan. Menurutnya, mereka mencuri makanan dan minuman dari restoran dan kemudian melarikan diri tanpa membayar.

Meski kejadian seperti ini bukan hal baru bagi Nabilah, ia tetap menjalani bisnisnya dengan ikhlas. Prinsip “pelayan adalah raja” selalu diterapkannya, termasuk mengingatkan karyawan untuk tetap bersikap baik meskipun ada keluhan dari pelanggan.

Namun, malam itu, insiden lebih serius terjadi. Seorang pria dan istrinya datang ke restoran dan memesan 11 makanan serta tiga minuman. Awalnya suasana cukup kondusif, hingga sekitar 30 menit kemudian, keduanya tiba-tiba masuk ke dapur, area yang seharusnya hanya untuk karyawan. Di sana, sang istri terlihat berbicara dengan kepala dapur dengan gestur mengintimidasi. Jari beberapa kali menunjuk ke arah kepala dapur.

Tidak lama kemudian, sang suami menyusul dan ikut tersulut emosi, bahkan menggebrak kulkas di dekatnya. Bahkan, pelanggan wanita itu terekam memukul kepala dapur. Nabilah menulis:

“‘Saya obrak-abrik tempat ini! Makanan saya sekarang! Sekarang! Semua kasih saya!’ Gitu,”

Menurut Nabilah, pasangan tersebut menolak membayar pesanan mereka karena merasa menunggu terlalu lama. Padahal, karyawan restoran sudah menjelaskan bahwa pesanan sedang banyak. CCTV menunjukkan bahwa restoran memang penuh; hampir semua meja terisi, ditambah pesanan online yang tinggi.

Puncaknya, ketika makanan selesai, kedua pelanggan itu meninggalkan restoran tanpa membayar, meski kasir sudah berusaha mengejar mereka untuk mengingatkan. Dalam unggahannya, Nabilah juga menunjukkan struk pesanan kedua pelanggan tersebut sebagai bukti.

Profil Zendhy Kusuma

Zendhy Kusuma dikenal sebagai gitaris independen yang memiliki bakat musik yang luar biasa. Bagi sejumlah orang, nama Zendhy mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, bagi para penggemar musik, ia adalah sosok yang sangat dikenal.

Sejak awal, Zendhy telah menekuni musik klasik. Seiring waktu, ia mulai mengembangkan bakatnya dengan gitar elektrik, menciptakan gaya bermusik yang khas. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini telah mengukir reputasi melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Licentiate of Rockschool Level (LRSL) dari London dan Fellowship of the London College of Music (FLCM) dari University of West London.

Selain itu, Zendhy juga menjuarai sejumlah kompetisi gitar elektrik, termasuk Juara 1 Fender Guitar Festival dan Juara 1 MOB Jazz & Blues Guitar Festival. Dalam perjalanan kariernya, Zendhy telah berkolaborasi dengan musisi internasional ternama seperti Marco Sfogli, Ron Thal, Jeroen Simmons, Leonardo Guzman, Steven Agnew, dan Fayeed Tan.

Zendhy juga pernah memproduksi album bertema fussion rock, bekerja sama dengan musisi Indonesia terkemuka seperti Denny Chasmala, Bintang Indrianto, Franky Sadikin, Yandi Andaputra, dan Ganda Saputera. Salah satu lagu di album tersebut, Tears of The Smile, bahkan diinterpretasikan dalam bentuk video dan ditampilkan di sebuah pertunjukan seni di Kyoto, Jepang, pada 19 November 2016.

Selain itu, Zendhy juga mengerjakan proyek The ZAD Project, sebuah kolaborasi gitar bersama Andra Ramadhan dan Denny Chasmala, produser musik sekaligus gitaris ternama di Indonesia.

Profil Evi Santi Rahayu

Evi Santi Rahayu, istri Zendhy Kusuma, merupakan seorang psikolog klinis berpengalaman lebih dari enam tahun. Ia menempuh pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, menyelesaikan program sarjana pada 2015 dan melanjutkan pendidikan profesi Psikolog pada 2020 di kampus yang sama.

Selain praktik di Jakarta Selatan, Evi aktif memberikan layanan konseling dan konsultasi secara online melalui platform kesehatan digital. Tarif konsultasi daring miliknya tercatat sebesar Rp 50.000 di Halodoc.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *