ALIF Raya Market: Ruang Kolaborasi Seni, Lifestyle, dan Budaya Islam
ALIF Raya Market menjadi acara yang menarik perhatian masyarakat, khususnya komunitas Muslim di Indonesia. Event ini digelar selama empat hari, dari tanggal 5 hingga 8 Maret 2026 di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan pertama kalinya diadakan di Indonesia, dengan menggabungkan seni, lifestyle, dan budaya Islam dalam satu ruang kolaboratif.
Partisipasi Lebih dari 45 Brand Lokal
Event ini menarik partisipasi lebih dari 45 brand lokal fashion dan lifestyle. Para brand ini menampilkan produk-produk modern yang memiliki nuansa Islami. Beberapa brand ternama seperti Othman, Kanky, Majeed Streetwear, Serumpun, Anchorage Bear, Gori The Label, Juaraga, Hamba, Manta Liberta hingga Dini by Dhini Aminarti turut serta meramaikan acara ini.
Kehadiran brand-brand tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif Muslim di Indonesia semakin berkembang. Tidak hanya menawarkan produk yang estetik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keislaman yang tetap relevan dengan tren masa kini.
Penilaian Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ALIF Raya Market. Ia menilai acara ini menjadi panggung penting bagi brand lokal untuk menunjukkan kualitasnya kepada publik. Menurutnya, brand-brand lokal kini sudah siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Yang diadakan di sini, ini adalah showcase atau panggung untuk brand-brand lokal untuk unjuk gigi, ngelihatin bahwa guys kita ada ini. Kita itu bukan di masa percobaan lagi guys, kita itu udah siap untuk Go National, siap untuk Go International,” ujarnya saat membuka gelaran Alif Raya Market di Blok M, Kamis (5/3/2026).
Irene juga menekankan bahwa gaya hidup religius tidak menghalangi seseorang untuk tetap tampil modis dan mengikuti tren. “Sama, dengan teman-teman yang alim, bukan berarti alim atau sangat dekat dengan Tuhan itu enggak bisa gaul gitu lho, dan enggak bisa trendy. Maka inilah gebrakan-gebrakan yang harus kita lakukan sebagai trendsetter, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.”
Konsep yang Menggabungkan Identitas Religius dan Modern
Triangga, Co-Founder Grebe sekaligus penyelenggara ALIF Raya Market, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang bagi anak muda Muslim yang ingin tetap tampil stylish tanpa meninggalkan identitas religiusnya. “Makanya kita pengen bentuk gimana dan di mana teman-teman yang gaul, pengen terlihat gaul tapi tidak menghilangkan sisi Muslim-nya gitu lho. Jadi tetap terlihat Muslim tapi gaul juga nih bisa dipakai,” jelas Triangga.
Ia menambahkan bahwa konsep seperti Muslim streetwear menjadi contoh bagaimana identitas keislaman bisa dipadukan dengan gaya modern. “Kayak gini kan Muslim streetwear nih, yang gamis streetwear yang bisa dipakai ke mana-mana. Jadi ya sebagai contohnya intinya kita sebagai Muslim tidak menghilangkan identitas Muslim-nya tapi tetap pengen gaul, gitu,” tambah Angga.
Berbagai Aktivitas yang Menarik
Selain menampilkan brand fashion, ALIF Raya Market juga menyajikan karya seni dari sejumlah seniman lintas generasi seperti A.D. Pirous, Mochtar Apin, Sudjana Kerton, I Made Wianta, Diela Maharanie hingga Dhado Wacky. Pengunjung juga dapat mengikuti sesi talkshow inspiratif bersama Ustadz Jojo dan Rico Lubis.
Tidak hanya itu, pengunjung berkesempatan mendapatkan doorprize umrah serta berbagai promo menarik, termasuk cashback hingga Rp100 ribu bagi transaksi menggunakan QRIS di aplikasi myBCA.
Target Generasi Milenial dan Gen Z
Dengan menyasar generasi milenial dan Gen Z Muslim, ALIF Raya Market diharapkan menjadi standar baru event lifestyle Islami di Indonesia. Acara ini juga membuka peluang lebih luas bagi brand lokal untuk berkembang hingga pasar internasional.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."










