My WordPress Blog
Hukum  

Kasus Kematian Pasien Jadi Perhatian, DPRD Ngada Panggil Manajemen RSUD Bajawa

Pelayanan Rumah Sakit di Ngada Kembali Disorot

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi perhatian masyarakat setelah keluarga almarhum Bripka Maksimus Ngai Rema menyampaikan keluhan terkait dugaan kelalaian tenaga medis selama masa perawatan. Peristiwa ini memicu reaksi dari pihak legislatif setempat yang memanggil manajemen rumah sakit serta instansi terkait untuk klarifikasi.

Kronologi Keluhan Keluarga

Menurut laporan yang disampaikan oleh istri almarhum, Yuliana Anu Bue, pada Rabu, 4 Maret 2026, kondisi pasien mulai memburuk dan tidak mendapatkan respons yang cepat dari petugas. Almarhum dirawat di RSUD Bajawa sejak 26 Februari 2026 karena mengalami sakit gigi disertai pembengkakan pipi dan kesulitan menelan. Petugas IGD melakukan pemeriksaan awal dan pemasangan infus sebelum menyarankan untuk menjalani rawat inap.

Pada 28 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita, cairan infus habis. Saat itu, suaminya mulai mengalami keringat dingin dan mengeluh lapar. Istri korban melaporkan kondisi tersebut kepada petugas piket malam. Namun, ia mengaku tidak menemukan petugas di ruang perawat. Setelah mengetuk pintu kamar, ia melihat perawat sedang bermain telepon genggam. Ia kemudian menyampaikan bahwa cairan infus telah habis, tetapi perawat tidak segera mengganti infus dengan alasan jatah cairan masih cukup hingga pagi dan tetesan dinilai terlalu cepat.

Sejak saat itu, kondisi pasien semakin gelisah, namun belum ada tindakan lanjutan dari petugas. Pada 1 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, istri korban memberi makan almarhum melalui selang. Pagi itu, petugas melakukan pemeriksaan gula darah dan infus serta memberikan satu tablet obat asam Volat kepada keluarga untuk dipecahkan sendiri. Hal ini membuat keluarga merasa heran karena menurutnya tidak lazim keluarga pasien diminta memecahkan obat di ruang medis.

Kondisi pasien kembali menurun pada 2 Maret 2026. Korban dilaporkan mengeluarkan darah dari mulut. Menurut istri korban, perawat yang bertugas masih orang yang sama dan dinilai tidak merespons serius keluhan tersebut. “Jangan panik karena bengkak di amandel pecah, tidak apa-apa Ibu, tenang,” ungkap perawat tersebut sebagaimana ditirukan istri korban.

Namun kondisi almarhum semakin memburuk. Ia mengalami sesak napas dan disebut tidak segera mendapatkan penanganan oksigen. Pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 16.20 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis gagal napas.

Keluarga Kecewa dengan Pelayanan

Atas rangkaian peristiwa tersebut, keluarga menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan yang diterima. “Saya selaku istri dan keluarga besar sangat-sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh dua petugas yang bertugas malam pada 28 Februari dan 1 Maret 2026. Mereka bahkan membiarkan suami saya mengeluarkan darah tanpa pengawasan petugas, padahal sebelumnya saat mengeluarkan lendir bernanah langsung dilakukan pengisapan,” tulis istri korban.

Ia menilai telah terjadi kelalaian karena berulang kali meminta bantuan, namun tidak mendapat respons cepat. Ia pun memohon Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD Bajawa agar kejadian serupa tidak terulang.

DPRD Panggil Manajemen Rumah Sakit

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Ngada memanggil manajemen RSUD Bajawa untuk dimintai klarifikasi dalam rapat dengar pendapat. Pantauan di Ruang Rapat Komasi III DPRD Ngada, rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III Fridus Muga. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ngada Rudi Wogo dan Jois Jawa bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

Dari pihak pemerintah daerah, hadir Asisten I Setda Ngada Alfian, Kepala Dinas Kesehatan Aty Due, serta Direktur RSUD Bajawa Rony Due. Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung dengan sejumlah pertanyaan tajam yang dilontarkan anggota dewan kepada manajemen rumah sakit.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *