My WordPress Blog

3 Cara Apple Lindungi Anak di Dunia Digital



Selama pemerintah mengambil langkah untuk membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, perusahaan teknologi Apple juga telah menyediakan berbagai fitur yang dirancang khusus untuk membantu orang tua melindungi anak saat menggunakan perangkat digital. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan anak dalam ruang digital.

Beberapa aturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah mencakup Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Dalam implementasinya, Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Aturan ini termasuk penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun pada beberapa platform berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.

Berikut adalah tiga cara Apple membantu melindungi anak dalam penggunaan perangkat digital:

1. Buat Akun Anak

Akun anak adalah fitur khusus yang ditujukan bagi pengguna di bawah usia 13 tahun atau hingga 18 tahun. Akun ini dikelola oleh orang tua atau wali melalui grup keluarga. Fitur ini dilengkapi dengan pengaturan berbasis usia, seperti penyaringan konten web untuk memblokir situs berbahaya atau eksplisit, serta fitur Keamanan Komunikasi yang mendeteksi dan memburamkan foto dan video sensitif di berbagai layanan komunikasi. Selain itu, ada fitur minta izin pembelian yang mewajibkan persetujuan orang tua sebelum anak mengunduh aplikasi, termasuk yang gratis.

Pada sistem operasi terbaru seperti iOS 26, iPadOS 26, macOS Tahoe 26, dan watchOS 26, perlindungan serupa otomatis aktif untuk pengguna usia 13–17 tahun. Ini mencakup pembatasan aplikasi, filter konten, dan pengawasan komunikasi.

Untuk membuat akun anak, orang tua dapat memulai prosesnya melalui menu Pengaturan di perangkat. Dari sana, pilih opsi Keluarga, lalu ketuk Tambah Anggota. Setelah itu, pilih Buat Akun Anak dan ikuti petunjuk yang tersedia di layar.

2. Aktifkan Durasi Layar

Fitur Durasi Layar memungkinkan orang tua untuk memantau dan mengatur penggunaan perangkat anak. Melalui fitur ini, orang tua dapat melihat aktivitas aplikasi dan situs yang diakses, serta menetapkan batasan penggunaan sesuai kebutuhan.

Pengaturan Durasi Layar dapat dikunci dengan kode sandi. Jika anak mengetahui kode tersebut, sistem akan mengirimkan notifikasi ke perangkat orang tua. Notifikasi ini memberi peringatan agar orang tua segera mengganti kode sandi dan mengevaluasi penggunaan perangkat bersama anak.

Saat dijajal oleh Tempo, setelah mengetuk akun anak di menu Screen Time, pengguna akan diarahkan ke halaman pengaturan awal kontrol orang tua. Di tahap ini, sistem meminta untuk menentukan usia anak melalui slider yang tersedia. Pemilihan usia ini akan secara otomatis menyesuaikan batasan konten, mulai dari akses situs web, aplikasi, hingga film dan acara televisi sesuai kategori umur yang dipilih.

Setelah itu, pengguna juga bisa melihat dan menyesuaikan detail pembatasan, seperti penyaringan situs dewasa, batas usia aplikasi, serta filter konten pada buku dan media. Jika pengaturan dirasa sudah sesuai, pengguna atau orang tua dapat langsung mengaktifkan pembatasan dengan menekan tombol “Turn On Restrictions”, sebelum melanjutkan ke pengaturan lanjutan seperti laporan mingguan dan pembatasan waktu penggunaan perangkat.

3. Nyalakan Minta Izin Pembelian

Fitur ini memastikan bahwa setiap unduhan aplikasi harus melalui persetujuan orang tua. Persetujuan dapat diberikan dari jarak jauh melalui notifikasi di perangkat orang tua, maupun langsung dari perangkat anak.

Selain itu, orang tua dapat mencabut izin aplikasi kapan saja melalui pengaturan Durasi Layar. Jika izin dicabut, anak secara otomatis tidak lagi dapat mengakses aplikasi tersebut.

Untuk mengaktifkan fitur ini, orang tua dapat membuka aplikasi Pengaturan, lalu masuk ke menu Keluarga. Setelah itu, pilih nama anak dan ketuk opsi Minta Izin Pembelian, kemudian aktifkan pengaturan Memerlukan Persetujuan Pembelian atau “Require Purchase Approval”.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *