My WordPress Blog

Tampang Suharlan, Pembunuh Kekasihnya, Lesu Serahkan Diri ke Bawaslu OKU Selatan

Pelaku Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan Menyerahkan Diri

Suharlan (44), pelaku pembunuhan terhadap Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan, akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Ia datang dengan wajah tertunduk lesu, menunjukkan rasa bersalah atas tindakan yang dilakukannya.

Tersangka kini sedang diperiksa di Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (28/3/2026). Sebelumnya, ia sempat menjadi buron selama beberapa waktu setelah melakukan aksi kekerasan terhadap kekasihnya.

Dari foto yang beredar, Suharlan tampak tenang dengan pakaian kaos hitam dan tangan terpasang kabel ties. Namun di balik penampilan itu, tersimpan aksi brutal yang merenggut nyawa Maria Simaremare. Pelaku mengakui bahwa dirinya adalah orang yang membunuh korban.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebelum kejadian, Suharlan sempat menginap beberapa hari di rumah kontrakan korban. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperhatikan lingkungan sekitar dan mempersiapkan rencana pembunuhan.

Setelah menyerahkan diri, Suharlan diamankan di Polsek Sukarami, Palembang. Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi tentang penyerahan diri tersangka. Dalam interogasi singkat, pelaku mengakui bahwa dirinya yang melakukan pembunuhan tersebut.

Selain itu, dalam pemeriksaan lanjutan, Suharlan mengakui bahwa ia membuang dompet korban di seputaran Masjid di Bandara SMB II Palembang. Dompet tersebut telah ditemukan dan berisi kartu Identitas KTP, SIM, serta kartu ATM. Tersangka juga mengakui bahwa sepeda motor dan laptop milik korban dibawa ke sebuah rumah kosong di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU.

Barang bukti lain yang berhasil diamankan oleh polisi adalah handphone milik korban yang ada di tangan tersangka. Setelah interogasi di Polda Sumsel, rencananya tersangka akan dibawa ke Polres OKU Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kronologi Penemuan Jenazah

Sebelumnya, Maria Simaremare ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB. Korban merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal sendirian di rumah tersebut.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut. Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi.

Jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).

Luka yang Dialami Korban

Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan untuk mengetahui luka yang dialami dan penyebab kematian korban. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, pada pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter forensik, jenis luka yang dialami korban bervariasi.

Mulai dari memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga. Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi. Terdapat bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan.

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat. Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras. Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *