My WordPress Blog

Dua Prajurit TNI Gugur saat Bawa Jenazah Praka Farizal dari Lebanon, Kapten Zulmi Perwira Kopassus

Korban Tewas dalam Ledakan di Lebanon Selatan adalah Warga Negara Indonesia

Beberapa peristiwa penting terjadi di Lebanon selatan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB. Dua anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tewas akibat ledakan di dekat desa Bani Hayyan. Mereka diketahui merupakan warga negara Indonesia. Insiden ini menjadi perhatian global dan mengundang reaksi dari berbagai pihak.

Identitas Korban

Dari laporan yang diterima, dua korban tewas adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Satuan Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana. Keduanya tergabung dalam UNIFIL PBB. Sementara itu, dua prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka, yaitu Kapten Inf Sulthan dari Yonif 320 dan Praka Deni dari AU Lanud Atang Sanjaya.

Insiden ini terjadi saat mereka sedang melakukan penjemputan jenazah Praka Farizal Romadhon, seorang prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda yang sebelumnya gugur dalam serangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan sementara, rombongan pasukan penjaga perdamaian Indonesia sedang melakukan escort/pengawalan kepada Spanyol, CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total kendaraan sejumlah 6 unit. Rombongan membawa peti jenazah kosong untuk menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.

Saat kendaraan melintas di Bani Hayyan, tiba-tiba terjadi ledakan pada kendaraan pertama hingga mengalami kerusakan parah. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan. Danki B Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan meninggal di lokasi kejadian.

Kedua korban tersebut tertinggal dan tidak sempat dievakuasi oleh tim yang berada di belakang karena intensitas serangan sangat tinggi di TKP. Sementara dua prajurit yang terluka, yakni Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, sempat dilarikan ke Sector East HQ pada pukul 12.00 waktu setempat.

Respons dari UNIFIL

UNIFIL menyampaikan rilis terkait insiden yang menewaskan dua personel pasukan perdamaian mereka. Namun, mereka tidak menyebut asal negara maupun identitas personel tersebut. Menurut pernyataan UNIFIL, ini merupakan insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir.

“Kami menegaskan bahwa tidak seharusnya ada orang yang harus meninggal saat menjalankan misi perdamaian,” tulis UNIFIL. Badan PBB tersebut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan para pasukan perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas mereka.

Penyelidikan dan Penyebab Ledakan

Belum diketahui asal serangan proyektil yang kembali menewaskan pasukan UNIFIL asal Indonesia itu. Saat ini, UNIFIL sedang meluncurkan penyelidikan untuk menguak penyebab ledakan. BBC melaporkan bahwa ledakan terjadi tak lama setelah militer Israel mengumumkan akan meningkatkan serangan darat dan udara terhadap kelompok bersenjata di Lebanon, Hizbullah.

Hizbullah yang juga didukung Iran telah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.200 orang telah tewas dalam serangan berkelanjutan Israel di seluruh Lebanon, sementara lebih dari 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di seluruh negeri.

Respons Kemenlu Indonesia

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa pasukan penjaga perdamaian yang tewas adalah warga negara Indonesia (WNI). Disebutkan bahwa tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia lainnya dari UNIFIL juga terluka dalam serangan itu. Serangan yang digambarkan sebagai tembakan artileri tidak langsung.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemenlu dalam pernyataan resminya. “Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” imbuh pernyataan tersebut.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *