Kehilangan Seorang Anggota TNI di Lebanon
Farizal Romadhon (33), seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) asal Kulon Progo, dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di Lebanon pada Minggu (30/03/2026). Ia meninggal akibat serangan Israel yang menargetkan wilayah tersebut. Farizal berasal dari Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Saat ini, ia sudah memiliki seorang istri dan seorang putri.
Menurut informasi yang diperoleh, Farizal sempat pulang ke kampung halamannya pada Lebaran 2025 lalu. Ia datang bersama istri dan anaknya. Dukuh Ledok, Wakidi mengatakan bahwa ia sempat bertemu dengan Farizal pada masa Lebaran tersebut. Namun, untuk Lebaran tahun ini, Farizal tidak kembali ke kampung halaman.
“Lebaran kemarin saya sempat ketemu, tapi kalau Lebaran tahun ini orangnya tidak pulang,” ujar Wakidi saat ditemui di kediamannya, Senin siang.
Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikan untuk menjadi anggota TNI. Wakidi menyebut Farizal sebagai anak yang aktif dalam kegiatan masyarakat. Semasa muda, ia sering ikut kegiatan Karang Taruna di Ledok.
“Farizal sering bantu-bantu juga meskipun jauh di Aceh, rajin komunikasi ke sini,” ungkap Wakidi.
Ia mengetahui kabar meninggalnya Farizal dari Babinsa Sidorejo. Informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa Farizal meninggal saat menjalankan tugasnya di Lebanon, terkena serangan rudal dari Israel. Kabar itu diteruskan ke orang tua Farizal, yang terkejut saat mengetahui putranya telah meninggal dunia.
Wakidi mengaku bertanya ke orang tuanya, apakah Farizal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Setelah diskusi, keluarga memilih dimakamkan di TPU dekat sini, dengan jarak sekitar 1 kilometer dari rumah Farizal.
Menunggu pemulangan jenazah
Wakidi kini hanya tinggal menunggu kabar kapan jenazah Farizal bisa pulang ke kampung halamannya. Sebab hingga kini belum ada kejelasan soal itu. Namun yang jelas, ia mendapat kabar bahwa pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah.
“Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah,” kata Wakidi.
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma membenarkan kabar meninggalnya Farizal. Farizal diketahui berpangkat Praka. “Yang bersangkutan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di Kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM,” ujarnya.
Farizal diketahui merupakan warga asal Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Ia sudah menikah dan memiliki 1 putri yang kini sedang berada di Aceh. Dyan mengaku belum mendapatkan informasi rinci terkait bagaimana Farizal meninggal dunia. Terutama kronologi kejadiannya. “Yang jelas beliau saat itu sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) di Lebanon,” ujarnya.
Serangan Israel dan Korban di Satgas Kontingen Garuda
Serangan Israel ke wilayah Lebanon menewaskan seorang anggota TNI yang bertugas dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Serangan artileri tersebut juga menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka berat dan dua luka ringan.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan gugurnya salah satu prajurit terbaik TNI tersebut. “Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Rico kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Seluruh korban dalam serangan itu menurut Rico sudah mendapatkan penanganan medis. Rico mengaku belum bisa memberikan penjelasan detail terkait dengan tewasnya salah satu prajurit TNI tersebut. Namun peristiwa tersebut terjadi di tengah saling serang artileri dari kedua belah pihak. “Dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” jelas dia.
Selanjutnya, Rico mengatakan bahwa perkembangan operasional akan disampaikan oleh Mabes TNI.
Penjelasan Pemerintah Indonesia
Sementara itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam. “Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).
Kemlu menegaskan, keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional. Menurutnya, setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.
Oleh karena itu, Indonesia mengecam keras insiden ini. “Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel tersebut. Indonesia memberikan simpati untuk keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. “Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” ucapnya.
Tak hanya itu, pemerintah akan bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan. Begitu pun memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka. “Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” tandas dia.
Apa Itu Konga?
Kontingen Garuda disingkat Konga atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain, dalam hal ini di Lebanon. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Kontingen Garuda dibentuk dari proses seleksi prajurit-prajurit dari berbagai kesatuan di TNI.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











