Nelayan Bantul Hilang Saat Mencari Ikan di Muara Opak
Seorang nelayan asal Bantul, Yunanta (30), diduga tenggelam saat mencari ikan dan kepiting di Muara Opak, Pantai Baros. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga dilakukan pencarian yang melibatkan berbagai pihak.
Lokasi Kejadian dan Penemuan Getek
Yunanta tinggal di Muneng, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Biasanya, ia sering melakukan aktivitas menangkap ikan dan kepiting di Muara Opak. Setiyo (42), rekan korban, mengungkapkan bahwa Yunanta sering kali datang ke area tersebut setiap hari.
“Jadi, jam 06.00 WIB kemarin, saya sedang menanam padi. Ternyata, sepeda motor korban diparkirkan di sebelah sana (dekat warung Setiyo),” katanya.
Biasanya, Yunanta memeriksa hasil tangkapan ikan dan kepiting setiap dua hingga tiga jam sekali. Namun, pada hari kejadian, ia tidak kunjung pulang hingga pukul 07.00 WIB, dan kendaraannya masih terparkir dekat warung Setiyo. Akhirnya, Setiyo memberikan informasi kepada teman-teman setempat sekitar pukul 11.00 WIB.
Pencarian Awal dan Penemuan Getek Terbalik
Sore harinya, muncul informasi bahwa ada nelayan Pantai Samas yang mengamankan getek korban karena terbalik. Radius lokasi getek itu hampir satu kilometer dari lokasi warung Setiyo. Getek tersebut diamankan di sisi barat Muara Opak.
“Kami cari mandiri bersama masyarakat dan sebagainya. Kemudian sore itu kami laporan ke Polsek Kretek, Satlinmas, dan sebagainya. Baru dilakukan pembukaan posko Opsar di sini,” jelas Setiyo.
Ia juga menjelaskan bahwa Yunanta sering kali memasang jaring di Muara Opak pada sore hari. Hasil penjaringan dilihat secara berjenjang pada malam, pagi, dan seterusnya. “Nah, kemarin itu kebetulan dia datangnya malam. Terus pagi enggak pulang (dari nangkap ikan). Sampai jam 12.00 WIB, enggak pulang-pulang. Ya kan ada kecurigaan, makanya dicek ke lokasi,” papar Setiyo.
Aktivitas Harian Yunanta
Korban terkadang menunggu hasil menjaring ikan sambil tiduran di atas getek. Sebab, korban beristirahat di atas getek. “Dan kalau dia ke sini (Muara Opak), pasti ngopi di sini (warung Setiyo) terus pulang atau kalau mau ke sana dan saya masih buka, dia ngopi dulu baru cari ikan. Pokoknya aktivitas harian dia begitu,” bebernya.
Meski sebagai nelayan, Yunanta juga aktif sebagai petani. Ketika ada aktivitas pertanian yang padat, korban memilih mengerjakan lahan pertanian.
Upaya Pencarian oleh Basarnas
Komandan Tim Basarnas Yogyakarta, Elfram Yuliawan, menjelaskan bahwa telah mendapatkan informasi orang hilang di Muara Opak pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. “Secara informasi, Bapak Yunanta ini kebiasaannya menjaring ikan. Waktu itu berpamitan Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB, ditemukan terkait rakitnya sudah hancur di Muara dan di sekitar lokasi kejadian terdapat sepeda motor beserta jaring korban,” ucapnya.
Warga setempat sudah mencari pencarian dari pagi sampai sore. Dikarenakan tidak membuahkan hasil, warga di sekitar Pantai Baros ini akhirnya melapor ke pihak Basarnas.
Operasi Pencarian yang Dilakukan
Sampai saat ini, korban belum ditemukan. Pihak Basarnas Yogyakarta bersama sejumlah pihak masih melakukan pencarian dengan menyisir pergerakan jalur air, darat, dan udara. Total ada sekitar 105 personel gabungan yang turun melakukan pencarian.
“Tim penyisiran di air menggunakan LCR Boat yang diawaki oleh Basarnas dan teman-teman relawan lainnya dengan melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara ke arah barat, hampir setengah kilometer dan ke arah timur setengah kilometer,” urainya.
Kemudian penyisiran di area darat dilakukan di sepanjang pinggiran garis pantai sekitar setengah kilometer ke arah barat dan setengah kilometer ke arah timur. Selain itu, pencarian juga dilakukan dari jalur udara dengan menggunakan drone.
“Untuk operasi hari ini, kendalanya adalah di pasang surut air. Di mana, sekitar siang hari adalah puncak surut. Jadi ketika penurunan perahu LCR pasti ada bagian yang dangkal yang mungkin tidak bisa kita jangkau,” tutup dia.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











