Penangkapan Steven Lyons di Bali
Buronan internasional asal Skotlandia yang ditangkap oleh otoritas hukum Indonesia di Bali, Steven Lyons (SL), akan diterbangkan ke Jakarta pada Senin (30/03) untuk diserahkan ke Interpol. Informasi ini diungkapkan oleh pejabat kepolisian di Bali.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Polisi Ariasandy, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (29/03). “SL hanya dititipkan, besok [Senin, 30 Maret] akan diambil oleh NCB Mabes Polri,” kata Ariasandy.
NCB (National Central Bureau) adalah biro pusat nasional yang menjadi inti operasional Interpol di setiap negara anggota. Steven Lyons, berusia 45 tahun, ditangkap oleh petugas Imigrasi di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (28/03). Pria asal Skotlandia, UK, ini ditangkap setelah sistem mendeteksinya sebagai subjek Red Notice Interpol. Dia baru saja mendarat dari rute penerbangan Singapura–Denpasar.
Keimigrasian Indonesia menduga bahwa Lyons adalah pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional. Dia disinyalir menjadi dalang yang mengendalikan anggota jaringannya dalam operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang (money laundering).
Setelah ditangkap oleh petugas Imigrasi, Lyons diserahkan kepada Polda Bali sebelum diserahkan kepada NCB Mabes Polri, Senin (30/03).
Siapa Sosok Steven Lyons?
Steven Lyons disebut sebagai salah-seorang pimpinan mafia terkenal di Skotlandia. Pria 45 tahun ini ditangkap oleh Imigrasi Indonesia di Bali setelah ada peringatan dari Interpol. Permintaan penangkapan Lyons diyakini datang melalui otoritas hukum Spanyol. BBC Scotland News memahami bahwa dia diperkirakan akan diekstradisi ke Spanyol.
Steven Lyons disebut sebagai bos klan Lyons, yang awalnya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow.
Awal Maret 2026, dia sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain—lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai. Namun dalam pekan-pekan berikutnya, kepastian keberadaannya menjadi misteri—hingga dia turun dari pesawat di Bali.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyebut: “Berdasarkan data intelijen, Lyons diduga pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional. Dia diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.”
Bagaimana Steven Lyons Ditangkap di Bali?
Bugie Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, mengatakan bahwa penangkapan itu menjadi pesan bahwa Pulau Bali “tidak akan pernah menjadi tempat aman bagi buronan internasional”. Sementara itu, Felucia Sengky Ratna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, mengatakan: “Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian di Bali efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara.”
Setelah dibekuk di terminal kedatangan bandara internasional Ngurah Rai, Lyons—yang saat itu mengenakan kaus, celana pendek, dan membawa ransel—diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pada Sabtu (28/03), seorang juru bicara Kepolisian Skotlandia mengatakan: “Kami mengetahui penangkapan seorang warga Skotlandia di Bali dan kami bekerja sama secara erat dengan mitra Eropa.”

Seperti Apa Jaringan Kriminal Steven Lyons di Dubai dan Spanyol?
Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.
Disebutkan dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan —mantan promotor tinju—saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol. Stephen Dempster, produser dokumenter Kinahan: The True Story of Ireland’s Mafia, sebelumnya mengatakan kepada Scotcast dari BBC Scotland bahwa pada pertengahan 2010-an kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.
Seperti Apa Kaitan Perang Antar Kelompok Kriminal dan Sosok Steven Lyons?
Pada Mei tahun lalu, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, di Costa del Sol. Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian.
Michael Riley, 44 tahun, asal Liverpool, dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Ia sempat menantang upaya ekstradisi, tetapi pada Oktober, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa ia telah memberikan persetujuan untuk dibawa ke Spanyol guna menghadapi proses hukum.
Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan bahwa tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya. Namun Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.
Pada Jumat, operasi gabungan Skotlandia–Spanyol menargetkan sejumlah properti di Bellshill, Glasgow, Gartcosh, Whitburn, Caldercruix, Cumbernauld, Coatbridge, Barcelona, dan wilayah Malaga. Petugas melakukan delapan penangkapan di Skotlandia dan lima di Spanyol.
Pimpinan penyidik, George Calder mengatakan kepada BBC Scotland News bahwa penyelidikan tersebut menelusuri dugaan keterlibatan tingkat tinggi dalam kejahatan terorganisir, narkotika, dan pencucian uang. Dia menambahkan: “Operasi ini merupakan hasil dari lebih dari dua tahun kerja investigasi yang dilakukan secara cermat oleh para petugas, tidak hanya di sini, tetapi juga oleh badan lainnya, termasuk National Crime Agency dan Guardia Civil Spanyol.”
Bagaimana Kepolisian Skotlandia dan Spanyol Bongkar Mafia Lyons?
Kepolisian Skotlandia mengatakan bahwa penyelidikan tersebut sudah dimulai sebelum perseteruan antar kelompok kriminal tahun lalu di Skotlandia tengah, yang memicu serangkaian penyerangan, penembakan, dan serangan pembakaran. Sejumlah properti dibakar di Edinburgh dan sekitarnya pada Maret, sebelum serangan meluas ke wilayah barat pada awal April.
Kepolisian kemudian meluncurkan Operasi Portaledge sebagai respons, yang sejauh ini telah menghasilkan lebih dari 60 penangkapan. Pada Jumat, petugas dari Skotlandia dan Spanyol mendapat dukungan dari rekan-rekan mereka di Europol serta petugas di Belanda, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Petugas di Turki menyita dua bidang tanah dan sebuah vila yang diperkirakan bernilai sekitar £520.000, serta saham di sebuah perusahaan. Europol mengatakan bahwa mereka meminta keterangan juga dari empat warga Turki sebagai saksi.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











