My WordPress Blog

Reuni Bintang di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Feby Febiola Ajak Masyarakat Bertobat

Kembalinya Feby Febiola ke Dunia Hiburan

Setelah hampir satu dekade hidup tenang di Bali sebagai ibu rumah tangga, aktris senior Feby Febiola akhirnya kembali berakting. Keputusan ini dilakukan setelah ia merasa kerinduan terhadap dunia seni peran yang sejak lama ia tinggalkan.

Feby kembali berakting melalui film horor eksorsisme yang sangat ia nantikan, yaitu ‘Kuasa Gelap: Perjanjian Darah’. Film ini digarap oleh sutradara Rizal Mantovani bersama Paragon Pictures. Dalam film tersebut, Feby memerankan karakter Linda.

Tantangan dan Keraguan Awal

Keputusan untuk kembali berakting bukanlah hal yang mudah bagi Feby. Setelah 10 tahun vakum dari dunia hiburan, ia sempat mengalami pergumulan batin dan keraguan.

“Terima kasih atas kepercayaan untuk saya yang sudah lama tidak syuting, akhirnya saya kembali lewat film horor eksorsisme yang saya sukai,” ujar Feby ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Awalnya, ia menonton film pertama ‘Kuasa Gelap’ dan merasa tersentuh oleh bagaimana pesugihan diangkat dari kacamata iman Katolik. Ia bahkan menangis saat menonton film tersebut.

“Saya berdoa semoga ketika saya kembali berakting saya mau main film seperti ini atau mendapatkan tawaran di film lanjutnya,” ucapnya.

Tawaran sekuel akhirnya datang dan Feby menerima tawaran tersebut. Meski antusias, ia tetap memiliki keraguan.

“Pas ditanya mau nggak main di ‘Kuasa Gelap 2?’ Langsung saya bilang, ‘Oke!’. Tapi sebetulnya banyak pertimbangan, saya mikir-mikir masih ingat akting nggak ya? Karena sudah lama banget vakum,” jelasnya jujur.

Reuni dengan Kawan Lama dan Kekaguman pada Jerome Kurnia

Selain karena naskah yang kuat, faktor kedekatan dengan para pemain dan kru juga menjadi alasan kuat Feby menerima tawaran ini. Proyek ini terasa bagai ajang reuni baginya.

“Saya ketemu Mas Rizal dari zaman saya umur 19 tahun, sampai sekarang umur saya 30 (lebih). Sama mas Ferry, dia MC pernikahan saya dulu dan ketemu lagi disini, kemudian sama mas Lukman. Ya kayak reuni,” ungkapnya sumringah.

Namun, ada satu hal yang paling membuatnya antusias: beradu akting dengan aktor muda Jerome Kurnia. “Aku mengidolakan Jerome, akting dia keren. Aku ikuti film-film dia sebelumnya. Senang bisa main bareng dia di film ini,” ujar Feby.

Pesan Pertobatan Melalui Karakter Linda

Dalam ‘Kuasa Gelap: Perjanjian Darah’, Feby memerankan Linda, sosok wanita religius yang digambarkannya sebagai “pejuang iman keluarga”.

“Karakter Linda di sini, saya nggak mau spill banyak, tapi yang jelas di mata saya Linda ini adalah pejuang iman keluarga. Tapi orang beriman tentunya diuji,” jelas Feby.

Ia mengaku terenyuh saat pertama kali membaca skenario karakternya. “Yang saya lihat, terus terang waktu membaca (skrip) Linda, saya terharu. Karena saya melihat di sini ada sosok yang dibilang kuat banget enggak, tapi kalaupun dia kuat, itu bukan karena dia, tapi kekuatan Tuhan,” tambahnya.

Melalui film ini, Feby menyimpan harapan besar agar pesan moral yang disuguhkan dapat menyentuh hati para penonton. “Saya kayak berdoa semoga film ini bisa membawa orang yang menonton kepada pertobatan, karena ada pertobatan di situ.”

Mengangkat Sisi Gelap Pesugihan yang Lebih Brutal

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjanjikan konfrontasi epik yang belum pernah ada di layar lebar Indonesia sebelumnya, yakni benturan langsung antara iman Katolik melawan praktik pesugihan. Skala sekuel ini digadang-gadang jauh melampaui film pertamanya.

Produser film, Robert Ronny, menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar isapan jempol belaka. “Pesugihan bukanlah sekedar fiksi atau takhayul semata. Ini adalah kenyataan yang masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dan bukan hanya satu jiwa yang dipertaruhkan, tapi keselamatan seluruh desa,” kata Robert.

Senada dengan sang produser, sutradara Rizal Mantovani juga merasakan tantangan besar dalam menggarap sekuel ini. “Saya merasa tertantang sekaligus terhormat dipercaya menyutradarai film ini. Di Perjanjian Darah, pertarungan imannya jauh lebih brutal. Kedalaman tema film ini jauh melampaui film pertama,” timpal Rizal.

Film yang akan segera memasuki proses syuting ini turut dibintangi oleh deretan aktor papan atas, di antaranya Lukman Sardi (Romo Rendra), Jerome Kurnia (Romo Thomas), Venly Arauna (Daniel), Keysha Angelica (Nia), Sisca Saras (Suster Aloysia Muda), Lydia Kandou (Suster Aloysia), Kiki Narendra (Romo Wicaksana), Ferry Salim (Halim), Feby Febiola (Linda), dan Faiz Vishal (Bayu).

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *