My WordPress Blog

Sienna Lepas Hijab, Ben Kasyafani Akhirnya Jadi Sahabat Anaknya

Sienna, Anak Marshanda dan Ben Kasyafani, Memutuskan Melepas Hijab di Usia 13 Tahun

Sienna Ameerah Kasyafani, putri dari Marshanda dan Ben Kasyafani, kini memasuki usia 13 tahun. Di usianya yang masih muda ini, ia membuat keputusan yang mengejutkan publik dengan memutuskan untuk melepas hijabnya. Keputusan ini tidak hanya mengubah penampilannya, tetapi juga memberikan tantangan bagi orang tua, terutama ayahnya, Ben Kasyafani.

Pengalaman Keluarga yang Penuh Kasih Sayang

Marshanda dikenal sebagai salah satu tokoh publik yang pernah mengalami kegagalan dalam pernikahannya. Meskipun hubungan pernikahannya dengan Ben Kasyafani telah berakhir, keduanya tetap menjaga hubungan yang baik dan saling mendukung dalam membesarkan putri mereka, Sienna.

Komitmen mereka dalam pola asuh co-parenting membantu Sienna tumbuh menjadi remaja yang ceria dan percaya diri. Keberhasilan ini terlihat dari sikap Sienna yang dewasa dan penuh percaya diri, meski masih berusia belasan tahun.

Penampilan Baru yang Mencuri Perhatian

Selain kecantikannya, Sienna juga sempat menjadi sorotan karena memutuskan untuk mengenakan hijab di usia yang sangat muda. Namun, baru-baru ini, publik dikejutkan dengan penampilan terbarunya yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Sienna tampil berani dengan gaya rambut pendek berwarna merah menyala yang memberikan kesan segar dan berbeda.

Tanggapan Ayah yang Penuh Perhatian

Keputusan Sienna melepas hijab sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Bagi Ben Kasyafani, hal ini bukan perkara mudah, terutama karena usia Sienna yang masih belia. Ia mengaku sempat khawatir dengan reaksi publik dan takut keputusan anaknya akan menjadi polemik.

“Terus mulai rame, orang banyak ngomong, aku juga agak deg-degan. Deg-degan tuh maksudnya gini… takutnya jadi polemik aja,” ujar Ben Kasyafani saat berbicara di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2026).

Selain memikirkan komentar publik, Ben juga merasakan pergolakan batin sebagai seorang ayah yang paham agama. Ia menyadari ada tanggung jawab moral dan agama yang ia emban.

“Pasti pasti (ada pergolakan batin). Ya… mungkin pertanggungjawaban… pertanggungjawaban sebagai orang tua ya,” katanya.

Menjadi Sahabat untuk Anak

Meski begitu, Ben memilih untuk tidak bersikap keras. Ia sadar bahwa terlalu menekan justru bisa membuat anak menjauh. Karena itu, pria 42 tahun ini lebih memilih menjadi sosok sahabat bagi Sienna agar anaknya merasa nyaman untuk bercerita.

“Kadang-kadang kita jadi orang tuanya terus, anak khawatir dia ngerasa tertekan akhirnya dia tidak mau bercerita lagi. Aku akhirnya memilih sekarang menjadi sahabat terdekatnya untuk mendengarkan keluh kesahnya Sienna apa,” jelas Ben.

Dengan pendekatan tersebut, Ben berharap Sienna tidak menyembunyikan apa pun darinya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan antara orang tua dan anak.

“Aku bilang sama dia dari awal, pokoknya ada keresahan hati, ada yang pengen dilakukan dia sebaiknya share. Jangan ya kita daripada umpet-umpetan apa segala macem,” tambahnya.

Pada akhirnya, Ben mencoba menerima keadaan. Ia memahami bahwa Sienna sedang berada di fase pencarian jati diri yang tidak mudah.

“Sama kayak kita laki-laki juga pasti punya pergolakan batin pada saat kita berusaha menjalankan syariat agama kita. Ya semua orang pasti punya perjuangannya masing-masing,” tutup Ben.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *