Yamaha Fazzio, yang sukses dipasarkan di Indonesia, akhirnya hadir di pasar Jepang sejak pertengahan Maret 2026 lalu. Sebagai produk global, desain Fazzio yang beredar di Jepang tidak jauh berbeda dari versi yang ada di Tanah Air.
Matic 125 cc ini tetap mempertahankan bahasa desain yang menggabungkan aura klasik dengan desain kekinian yang fashionable. Bentuk bodinya sederhana dan mengalir dinamis tanpa banyak mengumbar sudut-sudut tajam. Panel bodinya juga tidak dihiasi permainan multi-layer sehingga terkesan sederhana, klasik, namun elegan.
Meski secara sekilas terlihat mirip dengan versi Indonesia, jika dicermati lebih dalam, ada beberapa bagian yang sangat berbeda. Pertama, mulai dari bagian cover knalpot Fazzio versi Jepang. Jika cover knalpot Fazzio Indonesia terkesan kalem sesuai konsep bodi, maka versi Jepang justru memiliki penampilan yang lebih berotot dan dimensinya agak lebih besar dari yang selama ini kita kenal.
Anehnya, meskipun terkesan out of concept, saat dilihat terus-menerus, Fazzio jadi sedikit ada kesan agresif. Bagaimana menurut Anda? Selain area knalpot, di versi Jepang Fazzio juga mendapatkan tambahan dua reflektor alias mata kucing berbentuk lingkaran yang dipasang di area buritan.

Tepatnya berada di sisi lampu sein belakangnya. Perbedaan lain yang cukup mencolok adalah di area blok CVT-nya yang bentuknya berbeda dengan Fazzio Indonesia. Di versi Jepang, terlihat bentuk blok CVT-nya lebih melancip bagian belakangnya.

Jika dibandingkan dengan Fazzio Indonesia, blok CVT versi Jepang ini lebih dekat bentuknya dengan blok CVT dari Yamaha Grand Filano. Perbedaan bentuk blok CVT juga diikuti dengan desain boks filter udara Fazzio Jepang yang lebih menyudut dan terkesan berotot.
Meski demikian, secara spesifikasi teknis tidak ada perbedaan berarti antara Fazzio Jepang dengan yang beredar di Tanah Air. Mereka sama-sama dibekali mesin SOHC 125 cc plus teknologi mild hybrid. Untuk performanya, jika mengacu ke tabel spesifikasi resmi, ternyata ada sedikit perbedaan karena di versi Jepang tenaga yang bisa dihasilkan mesinnya tertulis sebesar 6,1 Kw atau setara 8,3 PS pada 6.750 rpm. Sementara torsinya sendiri sebesar 9,8 Nm di putaran mesin 5.000 rpm.
Sementara itu, Fazzio lokal memiliki spek tenaga tertulis 6,2 Kw atau setara 8,4 PS di 6.500 rpm dengan torsi 10,6 Nm pada 4.500 rpm. Perbedaannya hanya tipis saja.
Di Jepang sendiri, Fazzio hanya dihadirkan dalam satu tipe saja yakni yang sudah include Smart Key serta Y-Connect, dengan harga on the road-nya sebesar 368.500 Yen atau setara sekitar Rp 39,3 jutaan.

Lumayan mahal ya kalau dibandingkan Fazzio lokal yang harga di tipe tertingginya yakni Special Edition yang cuma Rp 25.250.000 (OTR Jakarta). Jadi, bagaimana menurut Anda, secara tampilan lebih suka Fazzio Jepang atau Fazzio Indonesia?
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











