Penangkapan Tiga Perampok di Sumobito, Dua Lainnya Masih Buron
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang telah mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Kecamatan Sumobito. Dalam penangkapan ini, tiga dari lima pelaku berhasil ditangkap, sementara dua lainnya masih dalam proses pengejaran oleh petugas.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa dua pelaku yang masih buron diduga berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura. Sementara satu pelaku yang telah ditangkap merupakan warga Kecamatan Sumobito. Pelaku tersebut diduga bertugas untuk mengamati aktivitas korban serta menentukan waktu yang paling aman untuk melakukan aksi kejahatan.
“Pelaku lokal tersebut bertugas mengamati aktivitas korban serta menentukan waktu yang dianggap aman untuk melakukan kejahatan. Setelah perencanaan matang, aksi kemudian dijalankan bersama empat pelaku lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di Lobi Kantor Satreskrim Polres Jombang pada Kamis (2/4/2026).
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti senjata tajam jenis celurit, pakaian yang dikenakan saat beraksi sesuai rekaman kamera pengawas (CCTV), serta petunjuk terkait kendaraan yang digunakan pelaku. Petugas juga masih menelusuri keberadaan kendaraan yang terekam CCTV dan diduga telah dijual oleh para pelaku.
“Uang hasil kejahatan sekitar Rp10 juta yang diambil dari korban disebut telah dibagi rata di antara para pelaku,” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, kelompok ini diduga tidak hanya sekali beraksi. Polisi menemukan indikasi keterlibatan mereka dalam sejumlah tindak pidana lain, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di beberapa lokasi berbeda.
“Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan TKP lain serta jaringan yang terlibat,” ungkap AKP Dimas.
Aksi Perampokan yang Menimpa Korban
Kasus ini bermula dari aksi perampokan bersenjata yang terjadi pada Rabu (25/2/2026) petang di wilayah Sumobito. Korban, Lilik Anggraini (61), warga Desa Sumobito, menjadi sasaran saat perjalanan pulang usai menutup toko sembako miliknya di Pasar Sumobito.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban bersama suaminya melintas di sebuah gang yang tidak jauh dari pasar. Diduga telah mengintai sejak di pertigaan jalan, para pelaku kemudian memepet korban saat situasi sepi dan merampas tas yang dibawanya.
Tidak hanya itu, pelaku juga menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka serius di beberapa bagian tubuh. Polisi memastikan proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron terus dilakukan.
Seorang warga berinisial S yang enggan disebutkan identitas lengkapnya menyebutkan, luka bacok terlihat di tangan kanan dan kiri korban, serta di bagian kaki.
“Lukanya cukup parah, ada beberapa bacokan di tangan kanan dan kiri, di kaki juga ada,” ucapnya dalam keterangan yang diterima.
Tas yang dibawa korban berisi uang hasil penjualan toko hari itu serta sejumlah barang berharga lainnya. Pelaku diduga berjumlah antara dua hingga empat orang, seluruhnya laki-laki.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman berdurasi sekitar 37 detik, terlihat dua pria berhelm full face dan mengenakan jaket menunggu di simpang jalan. Setelah korban melintas, mereka langsung mendekat. Tak lama kemudian, dua pengendara lain dengan ciri serupa turut menghampiri hingga korban berada dalam posisi terkepung.
“Sejumlah warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar tempat kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan,” ujarnya.
Namun karena pelaku diduga membawa senjata tajam, warga memilih mundur demi keselamatan. Para pelaku akhirnya melarikan diri. Korban sempat dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan awal. Karena luka yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo guna menjalani perawatan lanjutan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











