Kebakaran Rumah di Desa Penompo Tewaskan Seorang Perempuan
Kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Sidokalang, RT17/RW05, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas adalah seorang perempuan paruh baya bernama Markonah (53 tahun). Ia memiliki riwayat sakit stroke sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api yang membakar rumahnya.
Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang ditaruh di atas kertas. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga baru mengetahui rumah korban terbakar sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan sulit dikendalikan karena rumah berbahan kayu/gedek.
Upaya Pemadaman Api oleh Warga
Riska, Kepala Dusun Sidokalang, menjelaskan bahwa warga mencoba memadamkan api secara manual menggunakan air dan ember seadanya. Namun, karena bahan bangunan yang mudah terbakar, api cepat menyebar dan menghanguskan seluruh struktur rumah.
Markonah, yang terjebak di kamar, tidak berhasil diselamatkan. “Warga pakai ember memadamkan api, akhirnya tidak tertolong dan korban terbakar di dalam rumah,” jelas Riska. Selain korban meninggal, beberapa perabotan rumah termasuk dua sepeda motor, Honda Beat dan Revo, juga hangus terbakar.
Markonah tinggal bersama ibunya, Sriatun (75 tahun), dan anaknya F (14 tahun). Menurut Riska, penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang ditaruh di atas kertas, yang kemudian terbakar. “Karena rumahnya masih dari gedek, maka mudah terbakar,” tambahnya.
Respons Petugas Damkar dan BPBD
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian usai menerima laporan kebakaran sekira pukul 19.30 WIB. Petugas damkar berupaya memadamkan api hingga sekitar pukul 21.50 WIB. Setelah api padam, dilakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada api tersisa.
Dampak dari kebakaran ini adalah 3 orang mengalami luka ringan dan 1 orang meninggal dunia atas nama Ibu Markonah. Jenazah korban ditemukan di bawah puing-puing terbakar dalam kondisi mengenaskan. “Jenazah dievakuasi menuju RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo,” ujar Khakim.
Penyelidikan oleh Polisi
Kapolsek Jetis, AKP Eddi Purwo Santoso, menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang merenggut 1 korban jiwa. “Kalau dugaan belum dapat menyimpulkan, karena ranah tim identifikasi (INAFIS) Polres,” tukasnya.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Meski demikian, dugaan awal mengarah pada faktor kesalahan penggunaan obat nyamuk bakar yang menyebabkan api meluas. Kebakaran ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran dan cara pencegahan yang tepat.











