My WordPress Blog

Kapolda Janjikan Transparansi Usut Kasus Penembakan Delapan Warga Dogiyai

Penyelidikan dan Pemulihan Keamanan di Dogiyai

Pemerintah dan aparat kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kini fokus pada upaya pemulihan stabilitas keamanan pasca-insiden penembakan yang menewaskan lima warga sipil. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah tersebut guna memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut.

Setibanya di lokasi, Brigjen Pol. Jermias menggelar rapat terbuka yang melibatkan Bupati Dogiyai, Yudas Tebay, jajaran pemerintah kabupaten, perwakilan DPR Dogiyai, serta tokoh masyarakat dan pemuda. Pertemuan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog, memperkuat komunikasi, dan mencari solusi konkret guna meredam ketegangan di tengah masyarakat.

Brigjen Pol. Jeremias menyampaikan bahwa kehadiran polisi bertujuan untuk menjamin rasa aman bagi seluruh warga. Ia juga memberikan kabar baik terkait kondisi terkini di lapangan yang menunjukkan tren positif. Menurutnya, arus barang dan BBM sudah berjalan lancar menuju kabupaten lain tanpa gangguan.

“Kita ingin situasi keamanan di Dogiyai segera dipulihkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Saya berharap situasi yang baik ini dapat terus kita rawat bersama,” ujar Brigjen Pol. Jermias dalam rilis pers Polda Papua Tengah.

Janji Profesional dan Transparan

Jermias menjamin penyelidikan terhadap peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh polisi akan dilakukan secara profesional dan transparan. Dia meminta masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi demi mempercepat pengungkapan kasus.

“Kami hadir untuk memastikan proses hukum berjalan cepat, tepat, dan transparan. Informasi sekecil apa pun dari warga sangat berarti bagi kami untuk mengungkap kasus ini secara tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dogiyai, Yudas Tebay, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah polisi dalam mengungkap kasus Dogiyai berdarah tersebut. Dia menekankan pentingnya keadilan yang menyeluruh bagi semua pihak, baik bagi aparat yang gugur maupun warga sipil yang terdampak.

Yudas berharap pengungkapan kasus dilakukan secara adil, termasuk mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan Bripda Juventus Edoway serta lima warga sipil lainnya. Menurut dia, kejujuran dalam kronologi kejadian adalah kunci untuk menghindari spekulasi liar di masyarakat.

“Kami mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada polisi. Begitu pelakunya ditemukan, harus ditahan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi rasa keadilan keluarga korban,” ujarnya.

Peristiwa Berdarah di Dogiyai

Peristiwa Dogiyai ini terjadi pada 31 Maret 2026. Saat itu sekelompok polisi melakukan patroli lalu menemukan satu anggota polisi tewas di depan Gereja Ebenhaezer (GKI) yang berlokasi di Jalan Trans Papua Km.200, Moanemani, Distrik Kamuu, Selasa (31/3/2026), pagi, sekitar pukul 08.22 WIT.

Jenazah polisi berinisial JE ini kemudian dilarikan RS untuk autopsi, guna mencari tahu penyebab pasti kematian korban. Namun berdasarkan keterangan sementara, ditemukan luka-luka serius pada tubuh korban.

Akibat meninggalnya Bripda JE, personel kepolisian diduga emosi dan tanpa melakukan olah TKP terlebih dahulu, langsung mencari pelaku dengan melakukan operasi penyisiran. Mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga sipil hingga masuk ke rumah-rumah.

Luapan emosi aparat melalui operasi penyisiran balas dendam mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil sebanyak delapan orang. Lima orang diantaranya tewas di tempat dan lainnya luka kritis sehingga harus dirawat karena terkena peluru yang diduga kuat milik aparat.

Berikut identitas korban yang berhasil dirangkum :

  • Siprianus Tibakoto (25 tahun) tertembak di kepala sehingga tewas di tempat.
  • Yulita (Ester) Pigai (80 tahun), wanita Lansia yang menderita lumpuh sejak lama, dilaporkan tewas di tembak di dalam rumahnya.
  • Martinus Yobe (14 tahun) anak di bawah umur, ditembak di bagian perut sehingga mengeluarkan usunya dan tewas di tempat.
  • Ankian Edowai (19 tahun), tertembak di bagian kepala sehingga tewas di tempat.
  • Feri Auwe (20 tahun) juga terkena tembakan sehingga tewas di tempat.
  • Kikibi Pigai (20 tahun) ditembak di bagian paha sehingga mengalami luka kritis dan sedang dirawat.
  • Maikel Waine (12 tahun) anak di bawah umur yang ditembak di dada kiri tembus bahu kiri sehingga mengalami luka kritis dan sedang dirawat.
  • Yafet Tibakoto belum dikonfirmasi kondisi terakhir.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *