My WordPress Blog

Wanita Siantar Disekap di Kamboja, Dibebaskan Berkat Senator Penrad Siagian

Pengalaman Buruk Seorang Perempuan yang Terjebak dalam Penipuan di Luar Negeri

Seorang perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, Fretty Marpaung, mengalami pengalaman pahit setelah tertipu oleh tawaran pekerjaan di luar negeri. Awalnya, ia berharap bisa mendapatkan gaji besar dengan posisi sebagai marketing di Kamboja. Namun, impian itu justru berubah menjadi mimpi buruk ketika ia menyadari bahwa dirinya terlibat dalam praktik penipuan berkedok trading.

Fretty awalnya tidak curiga terhadap tawaran tersebut karena datang dari seseorang yang ia kenal. Bahkan, proses keberangkatan dilakukan melalui agen yang tidak jelas identitasnya. Ia hanya tergiur dengan gaji yang ditawarkan, yaitu antara 700 hingga 1.000 dolar AS per bulan. “Saya tergiur dengan gajinya, dibilang hanya kerja marketing, jadi saya percaya,” ujarnya.

Namun, ketika tiba di lokasi kerja, kenyataan yang ia hadapi sangat berbeda. Bukan bekerja secara normal, Fretty justru dipaksa terlibat dalam praktik penipuan online. Dalam kondisi tertekan, ia berusaha mencari jalan keluar, tetapi pihak yang menguasainya meminta tebusan sebesar Rp35 juta sebagai syarat kebebasannya. “Saya tidak tahu kalau itu penipuan, setelah masuk baru sadar, mau keluar harus bayar Rp35 juta, saya tidak punya uang,” ungkapnya dengan nada lirih.

Kesempatan untuk lepas datang saat terjadi penggerebekan oleh aparat setempat. Dalam situasi yang kacau, Fretty berhasil melarikan diri meski harus meninggalkan sejumlah dokumen penting, termasuk paspornya. Dalam kondisi tanpa kepastian, ia kemudian berusaha mencari bantuan agar bisa kembali ke Indonesia.

Harapan itu akhirnya datang setelah kasusnya sampai ke perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian. Ia dikenal aktif membantu warga yang mengalami masalah di luar negeri. Melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait, proses pemulangan Fretty pun mulai dilakukan hingga akhirnya ia bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Puji Tuhan saya sudah sampai di Indonesia, terima kasih banyak kepada Bapak Pdt. Penrad Siagian yang sudah membantu saya pulang,” ucapnya penuh syukur.

Menanggapi hal tersebut, Penrad Siagian menegaskan bahwa membantu WNI yang mengalami persoalan di luar negeri merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus bentuk pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa kasus serupa bukanlah yang pertama kali terjadi. Bahkan, dirinya telah membantu memulangkan puluhan warga asal Sumatera Utara dari berbagai negara dengan kondisi yang beragam.

“Ada yang sakit parah, ada yang hampir kehilangan penglihatan, bahkan ada yang kami pulangkan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi namun tidak melalui prosedur resmi. Menurutnya, banyak kasus tindak pidana perdagangan orang dan penipuan online yang bermula dari iming-iming pekerjaan seperti yang dialami Fretty.

“Pastikan melalui jalur resmi, jangan mudah percaya dengan tawaran yang mencurigakan, kalau ragu segera laporkan,” tegasnya.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *