Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global yang Menurun
Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini menjadi 3,1%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,4%. Penurunan ini disebabkan oleh perang di kawasan Timur Tengah. IMF juga mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya resesi jika konflik tersebut berlangsung terus-menerus.
Para pejabat keuangan sedang berkumpul dalam pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington D.C., sementara ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih menjadi isu utama. IMF menyajikan tiga skenario pertumbuhan, yaitu lebih lemah, lebih buruk, dan parah, tergantung pada bagaimana perang tersebut berjalan.
Dalam skenario terburuk, ekonomi global berada di ambang resesi. Harga minyak diperkirakan mencapai rata-rata US$110 per barel pada tahun 2026 dan US$125 pada tahun 2027. Namun, IMF dalam proyeksi terbarunya memilih skenario paling moderat atau pertumbuhan yang lebih lemah sebagai referensi.
Dalam skenario tersebut, IMF mengasumsikan bahwa perang akan berlangsung singkat dan harga minyak akan kembali normal pada paruh kedua tahun 2026 dengan rata-rata US$82 per barel. Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan harga acuan berjangka minyak mentah Brent pada Selasa (14/4), yang mencapai sekitar $96,00.
Peringatan IMF tentang Kekurangan Minyak dan Dampak Subsidi BBM
Bappenas menyebut risiko global saat ini beralih ke geoekonomi. Namun, hanya beberapa menit setelah merilis proyeksi tersebut, Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan bahwa proyeksi tersebut mungkin sudah usang. Ia menegaskan bahwa gangguan energi yang berkelanjutan dan tidak adanya jalan keluar untuk mengakhiri konflik membuat skenario yang lebih buruk semakin mungkin terjadi.
Pada skenario yang lebih buruk, IMF mengasumsikan rata-rata harga minyak sekitar US$100 per barel pada tahun ini dan US$75 pada 2027. Pertumbuhan global diproyeksikan turun menjadi 2,5% pada tahun ini dari 3,4% pada tahun 2025. “Setiap hari kita mengalami lebih banyak gangguan di sektor energi, kita semakin mendekati skenario yang lebih buruk,” kata dia.
Tanpa konflik Timur Tengah, IMF seharusnya meningkatkan prospek pertumbuhan sebesar 0,1% menjadi 3,4%. Pertumbuhan ekonomi global seharusnya didorong oleh booming investasi teknologi, suku bunga yang lebih rendah, tarif AS yang lebih longgar, dan dukungan fiskal di beberapa negara.
Proyeksi Harga Minyak dan Dampaknya
IMF pada Januari memperkirakan bahwa harga minyak akan turun menjadi sekitar US$62 pada tahun 2026. Skenario terburuk IMF mengasumsikan konflik yang berkepanjangan dan semakin dalam, serta harga minyak yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat memicu dislokasi pasar keuangan besar. Pertumbuhan ekonomi global dalam skenario ini diperkirakan hanya mencapai 2%.
“Ini berarti hampir terjadi resesi global,” kata IMF. Lembaga ini menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi global hanya berada di bawah level tersebut empat kali sejak tahun 1980. Dua resesi parah terakhir terjadi pada tahun 2009, setelah krisis keuangan, dan pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 melanda.
Gourinchas mengatakan bahwa sejumlah negara akan mengalami resesi sepanjang tahun jika skenario terburuk terjadi. Harga minyak di level US$110 per barel yang diasumsikan pada skenario terburuk akan meningkatkan ekspektasi “bahwa inflasi akan tetap ada”. Hal ini dapat memicu kenaikan harga yang lebih luas dan tuntutan kenaikan upah.
“Perubahan ekspektasi inflasi tersebut akan mengharuskan bank sentral untuk mengerem dan mencoba menurunkan inflasi kembali,” katanya. Namun, IMF mengatakan bahwa bank sentral mungkin dapat “mengabaikan” lonjakan harga energi yang berumur pendek dan mempertahankan suku bunga tetap stabil di tengah aktivitas yang lebih lemah. Hal ini akan menjadi pelonggaran moneter de facto, tetapi hanya jika ekspektasi inflasi tetap terkendali.
Inflasi Global dalam Berbagai Skenario
Inflasi global pada 2026 akan mencapai lebih dari 6% dalam skenario terburuk. Sedangkan dalam skenario pertumbuhan yang lebih lemah atau optimistis dan kini digunakan IMF, inflasi global diperkirakan mencapai 4,4%.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











