My WordPress Blog

Wanita Tewas di Kontrakan Serpong Utara, Pribadi Pendiam dan Sedikit Bersosialisasi

Kehidupan Ilmiatini di Balik Keheningan

Di sebuah kontrakan berwarna kuning yang terletak di Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pintu rumah kini tertutup rapat dan dikelilingi garis polisi. Pada hari Kamis (16/4/2026), tempat ini menjadi saksi bisu dari peristiwa tragis yang menimpa Ilmiatini, seorang perempuan yang meninggal diduga akibat tindakan mantan suaminya.

Tetangga korban, Nunun, mengungkapkan bahwa Ilmiatini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak banyak bergaul dengan orang luar. Namun, di balik sikapnya yang tertutup, ia sesekali membuka diri ketika berbincang santai dengan orang terdekat.

“Almarhum itu orangnya pendiam, nggak banyak bergaul,” ujar Nunun. Meskipun demikian, dalam percakapan yang lebih rileks, Ilmiatini bisa menceritakan banyak hal. Menurut Nunun, korban cukup komunikatif jika sudah merasa nyaman.

Selama tinggal di kontrakan tersebut, Ilmiatini sering menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. “Iya, tinggal sama anaknya aja. Semua perempuan,” tambah Nunun.

Di balik kehidupan yang tampak biasa, tersimpan riwayat panjang. Ilmiatini diketahui pernah beberapa kali menikah, dan tidak semua hubungan berakhir baik. Suami pertamanya meninggal, lalu ia menikah lagi, tetapi hubungan terakhirnya penuh dengan konflik.

Hubungan dengan mantan suaminya disebut-sebut menjadi sumber masalah utama. Korban kerap mencurahkan isi hatinya kepada orang terdekat. Keluhan tentang hubungan dengan mantan suaminya menjadi salah satu cerita yang sering diulang.

“Dia sering bilang, ‘Saya pusing sama suami yang ini,’ gitu,” kenang Nunun. Masalah ekonomi juga menjadi tekanan tersendiri bagi Ilmiatini. Ia sempat menunggak pembayaran kontrakan dan harus berjuang mengatur keuangan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dia pernah nunggak beberapa bulan, tapi akhirnya dibayar pelan-pelan,” kata pemilik kontrakan. Tak hanya itu, hubungan dengan mantan suaminya juga diwarnai persoalan finansial dan korban kerap dimintai uang.

“Dia bilang, minta uang terus, tapi nggak pernah dikasih balik. Bahkan buat hal kecil aja susah,” ujar Nunun.

Meski menghadapi berbagai persoalan, Ilmiatini tidak banyak menunjukkan cerita kehidupannya di depan umum. Ia lebih sering memendam, dan hanya sesekali berbagi cerita. “Orangnya nggak pernah kelihatan ribut besar di luar. Lebih banyak diam,” ungkapnya.

Hingga malam sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda mencolok yang dilihat oleh tetangga. “Tidak dengar apa-apa, nggak ada suara berantem,” pungkas Nunun.

Penyelidikan Polisi

Terkait kematian Ilmiatini, polisi menduga korban merupakan korban pembunuhan, dengan mantan suaminya disebut-sebut terlibat berdasarkan keterangan saksi. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menegaskan dugaan tersebut masih dalam tahap awal penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Masih dugaan, masih belum kita pastikan karena masih ada fakta yang harus kita bongkar dulu. Kalau dugaan itu karena saksi yang ngomong,” ujar Boy saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, kata Boy, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan mantan suami korban yang disebut dalam keterangan saksi. “Lagi dikembangkan, lagi diproses lebih lanjut,” kata dia.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya dua orang saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut. Selain itu, olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan pada Kamis siang. “Saksi yang diperiksa ada dua orang, nanti saya kabari setelah didalami lebih lanjut,” tutup Boy.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *