Perdebatan Terkait Peran Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden
Relawan Projo, yang merupakan kelompok pendukung Joko Widodo (Jokowi), menolak klaim yang disampaikan oleh Jusuf Kalla (JK) bahwa dirinya berperan besar dalam menjadikan Jokowi sebagai presiden. Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menyatakan bahwa kemenangan Jokowi adalah hasil dari kerja sama antara berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), relawan, dan dukungan publik.
Penekanan pada Kerja Kolektif
Freddy menggarisbawahi bahwa demokrasi tidak dibangun hanya atas dasar peran individu, tetapi melalui kolaborasi antara berbagai pihak. Ia menilai bahwa keberhasilan Jokowi dalam membangun hubungan emosional dengan rakyat kecil serta rekam jejak kepemimpinannya yang kuat menjadi faktor utama dalam kemenangannya.
“Kemenangan tersebut ditopang oleh pilar-pilar demokrasi yang solid, mulai dari mesin partai politik seperti PDI-P, militansi organisasi relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas,” ujarnya.
Pernyataan Jusuf Kalla yang Mengundang Kontroversi
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengklaim bahwa dirinya berperan penting dalam proses pencalonan Jokowi sebagai presiden. Menurutnya, ia yang pertama kali mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Ia juga menyatakan bahwa Jokowi menjadi presiden karena kontribusi besar dari dirinya.
“Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” kata JK dalam sebuah tayangan YouTube Kompas TV.
Menurut JK, Megawati tidak akan menandatangani pencalonan Jokowi jika bukan dirinya yang menjadi cawapres. Ia mengatakan bahwa saat itu, Megawati menegaskan bahwa ia tidak akan menyetujui pencalonan Jokowi tanpa adanya dirinya sebagai wakil.
Laporan dari Organisasi Kristen
Selain kontroversi terkait peran JK dalam kemenangan Jokowi, Jusuf Kalla juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah organisasi masyarakat Kristen. Laporan ini diajukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sekitar 19 organisasi lainnya. Mereka menilai pernyataan JK dalam sebuah ceramah telah menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA dan LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA tertanggal 12 Februari 2026. Dalam laporannya, GAMKI dan organisasi lainnya menyerahkan beberapa barang bukti, termasuk video ceramah JK yang beredar di media sosial.

Tanggapan dari Tokoh Kristen
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyatakan bahwa pihaknya membuat laporan karena konten yang beredar dinilai meresahkan. Ia berharap JK dapat merespons secara baik, termasuk memberikan pernyataan terbuka dan permintaan maaf.
“Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Bapak JK segera merespons ini dengan baik, paling tidak memberikan pernyataan terbuka, meminta maaf, dan kemudian mengklarifikasi semuanya,” ujar Stefanus.
Video ceramah JK yang beredar di media sosial menuai polemik setelah disertai narasi yang menuduhnya menistakan ajaran Kekristenan. Isu ini mencakup pernyataan JK terkait konflik Poso dan Ambon, khususnya penggunaan istilah “mati syahid” oleh pihak-pihak yang bertikai.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











