Jadwal dan Rencana Seleksi CPNS 2026
Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memperkirakan bahwa rangkaian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 akan dimulai pada Mei 2026. Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN, Muhammad Ridwan dalam konferensi pers secara daring.
Menurut Ridwan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, diperkirakan akan merilis formasi yang dibutuhkan dalam Seleksi CPNS 2026 pada Mei 2026. Setelah itu, pendaftaran diperkirakan akan dibuka pada Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa pada akhir bulan Mei tahun 2026, formasi untuk masing-masing instansi bisa dikeluarkan oleh Menteri PAN-RB dan proses seleksi ASN-nya bisa mulai berlangsung setelah itu yaitu bulan Juni 2026.
Proses Persiapan Formasi ASN
Proses penyusunan pertimbangan teknis terkait kebutuhan formasi ASN untuk tahun 2026 telah dimulai sejak Maret 2025. Rini sudah menerbitkan surat edaran yang berisi permintaan agar instansi terkait bisa mengirimkan formasi yang dibutuhkan. Surat edaran tersebut sudah terbit sejak Maret 2025 lalu.
Seluruh pengajuan kebutuhan tersebut lantas diolah oleh BKN. Ridwan menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2025, instansi telah menyerahkan kepada BKN terkait kebutuhan formasi ASN. BKN memiliki waktu sekitar tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni 2025, untuk melakukan verifikasi dan validasi. Sampai dengan bulan Juli 2025, BKN telah menyelesaikan verifikasi dan validasi tersebut dalam bentuk Dokumen Pertimbangan Teknis Nasional yang ditandatangani oleh Kepala BKN dan diserahkan ke Menteri PAN-RB.
Dokumen tersebut kemudian diberikan kepada Kementerian PAN-RB agar menjadi panduan dalam merancang jumlah kebutuhan formasi yang dibutuhkan untuk tahun 2026. Dokumen tersebut telah diterima oleh Kementerian PAN-RB pada pertengahan tahun 2025.
Konsultasi dengan Kemenkeu
Setelah itu, tahapan berlanjut dengan Kementerian PAN-RB meminta pertimbangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait alokasi pembiayaan seleksi CPNS 2026. Ridwan menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri PAN-RB akan meminta pendapat ke Menteri Keuangan apakah pertimbangan teknis yang diusulkan Kepala BKN dapat dibiayai dengan APBN atau APBD.
Data dan Rasio ASN di Indonesia
Ridwan juga menyampaikan data mengenai rasio ASN di Indonesia dibanding penduduk sebesar 2,4 persen. Total ASN di Indonesia saat ini mencapai 6,7 juta orang. Sementara, total penduduk Indonesia mencapai 285 juta orang. Rasio tersebut adalah 23,56 ASN per 1.000 penduduk.
Rasio tersebut lebih kecil dibanding negara lain seperti Malaysia dan Thailand. Total ASN di Malaysia sebanyak 1,7 juta orang dengan jumlah penduduk mencapai 34 juta orang, sehingga rasionya adalah 5 persen. Sedangkan Thailand memiliki pegawai ASN sebanyak 2,7 juta orang dengan total penduduk sebanyak 71 juta orang, rasionya yakni 3,8 persen.
Berkaca dari data tersebut, Ridwan menyebut akan adanya peningkatan rasio jumlah ASN menjadi 3-3,4 persen atau 30-34 ASN per 1.000 penduduk. Tujuan ini penting untuk menopang Asta Cita, Indonesia perlu bergerak dari rasio 2,4 persen menjadi 3 atau 3,4 persen.
Tantangan dan Perbaikan Layanan Publik
Namun, dia menjelaskan bahwa tujuan tersebut bisa tercapai bukan tanpa tantangan. Perlunya perencanaan yang matang terkait kebutuhan formasi ASN yang diperlukan. Penambahan jumlah ASN juga harus disertai perbaikan pelayanan publik.
“Namun tidak sekedar itu, ada beberapa hal yang mungkin perlu diketahui bahwa perencanaan kebutuhan ini ada di hulu atau awal titik manajemen ASN. Sehingga kita semua merancang dan menjamin bagaimana agar layanan publik ini lebih baik yaitu tepat, merata, dan berdampak,” katanya.











